Menuju Smart Asset Management System – apa karakteristiknya

Dalam tulisan terdahulu ketika menangani pengelolaan aset kontraktor migas  dan juga memperhatikan aspek disruptive innovation pada industri migas  telah membawa penulis kepada suatu konsep, yang mungkin merupakan sinergi antara pengelolaan asset dengan penerapan industri 4.0 yaitu smart asset management system.

Pada dasarnya asset suatu organisasi bisa berupa asset fisik yang meliputi : kantor, peralatan mesin produksi / peralatan operasional, lokasi pabrik / pabrik fisik , serta asset non fisik yang berupa :  teknologi, informasi dan data,  merek, reputasi, yang mendukung proses bisnis dan ekspansi bisnis di masa depan.

Baca lebih lanjut

Superkomputer tercepat di dunia dan Indonesia

Penulis mencoba mengecek data Supercomputer negeri ini di laman Top500. Ternyata, tidak ada satupun komputer dengan kategori super dari Indonesia. Hampir tidak percaya, negara sebesar ini, penduduk 280 juta, ternyata untuk urusan teknologi komputasi tercepat tidak masuk daftar. Jelas, jika ada yang bilang Indonesia tertinggal 20-30 tahun an teknologinya dengan negara maju, maka penulis akan mengamini.

Ini bukan berarti negara kita tidak memiliki supercomputer. Di fasilitas High Performance Computing LIPI, telah ada Supercomputer Mahameru dengan 2864 core processor, 13.552 GB memory dan kapasitas penyimpanan 4 Petabytes atau sekitar 4 juta GB. Tampaknya sangat mengesankan jika dibandingkan komputer PC tercanggih sekalipun. Tapi jika dibandingkan dengan Supercomputer paling buncit dalam daftar Top500, maka itu hanyalah sepersepuluh kekuatannya.  Apalagi jika dibandingkan posisi 5 besar puncak, yang memiliki antara 1.5 juta sampai 12 juta core processor. Ibarat  semut lawan gajah kemampuannya.

Baca lebih lanjut

Disruptive Technology Innovation pada TV Industri dan Media

Saat ini kita menyaksikan, begitu cepatnya perubahan dalam tayangan media, pasar TV konvensional maupun video. Pasar TV dan video sangat dinamis dan ditandai oleh sejumlah besar penggerak: digitalisasi media, new TV-media market offering , dan gangguan oleh pemain digital memastikan perubahan yang cepat dalam industri ini. Bahkan bisa dikatakan telah membentuk ekosistem baru dalam media – new media ecosystem.

Adanya PHK stasiun TV dengan segmentasi khusus, Net TV (Agustus 2019) serta telah merebaknya layanan VoD (Video on Demand) oleh para media content aggregator semacam Netflix, Hulu, Amazon TV telah merubah wajah tayangan media TV. Netflix, yang didirkan pada tahun 1997 dengan hanya karyawan 20 orang, telah berkembang dari 33 juta pelanggan di tahun 2013, lima tahun berikutnya telah memiliki pelanggan sekitar 100 juta, dan akan menjadi 3 kali lipatnya di tahun 2020, menurut prediksi para analyst. Kini dianggap sebagai bentuk disruption innovative bagi TV industri konvensional.

Apa saja teknologi yang bisa menjadi penggerak bagi para disruptor bagi TV industry dan media saat ini? Berikut adalah hasil analisis.

Baca lebih lanjut

Bagaimana kontraktor pertahanan terbesar di dunia membuat pesawat tempur tercepat di dunia?

Ya. Sudah dituliskan sebelumnya mengenai siapa kontraktor pertahanan terbesar di Dunia. Sampai dengan tahun ini, masih dipegang oleh Lockheed Martin. Dikenal sebagai pembuat pesawat Stealth generasi 5 seperti F 35 lightning , F 22 raptors dan pesawat Angkut Hercules.

Ternyata dalam waktu tidak terlalu lama lagi, mereka akan segera membangun pesawat penerus pesawat pengintai legendaris SR-71 Blackbird, yang pernah sukses mengintai Uni Sovyet di era perang dingin. Divisi Pengembangan Pesawat Terdepan Lockheed Martin menyebutkan pesawat akan dilengkap teknologi Hypersonic. Pesawat terdahulu, SR 71 juga merupakan pesawat Hypersonic dengan teknologi Stealth/siluman generasi awal, memiliki kecepatan 3 Mach, atau 3 kali kecepatan suara. Sampai saat ini belum ada pesawat tempur yang bisa mengalahkan rekor kecepatan SR 71 black bird.

Baca lebih lanjut

Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia

Dalam dunia komputasi, pengembangannya sangat mengagumkan. Bahkan dalam waktu dekat, penulis perkirakan akan banyak pekerjaan yang berbasis history/ data / sejarah / maupun referensi semata akan hilang atau mengecil karena sudah tergantikan oleh peran kecerdasan buatan atau cabangnya yang lebih hebat. Yaitu Cognitive Computing.

Cognitive Computing pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang mencoba berpikir seperti manusia berdasarkan data atau informasi yang tersimpan, selanjutnya dianalisis lalu mengambil keputusan. Mari kita lihat Cognitive Computing yang terkenal, yaitu Watson. merupakan computer system dengan kemampuan cognitive computing mengesankan. Watson mampu membaca natural language dan tak hanya itu, Watson juga bisa memahami natural language. Kemampuan membaca dan memahami natural language tersebut sangat penting karena bisa membantu Watson untuk menganalisa data yang tidak teratur yang jumlahnya kira-kira 80% dari semua data yang ada saat ini atau Big data.

Baca lebih lanjut

Samsung tiru langkah Apple di otomotif?

samsung-smart-carBanyak yang mengatakan bahwa Samsung adalah pengekor Apple. Bila Apple sudah meluncurkan produk inovatifnya, maka tak lama Samsung juga meluncurkan produk terbarunya + keunggulan fitur tambahan. Berbeda dengan Xiaomi yang sering disebut ‘tiruan’ Apple. Sampai-sampai peluncuran produk baru oleh Lei jun, benar-benar persis dengan peluncuran produk Apple oleh Steve Jobs.

Langkah Apple yang mencoba masuk ke ranah otomotif tampaknya juga diikuti oleh Samsung. Mereka kini rela mengeluarkan koceknya untuk membeli Harman International Industries, perusahaan penyedia layanan teknologi/hiburan/entertainment untuk kendaraan mobil, senilai 8 Milyar USD. Wow..banyak sekali.

Baca lebih lanjut

Tesla kini menjual atap rumah panel surya?

solar-roof-tesla

Seperti tiada habisnya Tesla melakukan inovasi. Setelah meluncurkan produk mobil sport premium bertenaga listrik, kemudian model S dengan kemampuan auto drive (semi otonom) di tahun 2014, sampai kemudian pada awal oktober lalu meluncurkan model 3 dengan kemampuan full otonom (level 5). Kini Tesla meluncurkan lagi pada tanggal 28 oktober lalu, solusi panel atap, dengan kemampuan tenaga surya.

Lha, apakah sudah berubah sasaran perusahaan Tesla ni? Yang tadinya menjual mobil sport listrik + baterai lithium ion (bekerjasama dengan Panasonic) kini seolah menjadi perusahaan bangunan panel atap?. Dalam kacamata strategi, sah-sah saja Tesla melakukan itu. Toh atap/genteng yang dijual Tesla berbeda dengan atap biasa, ataupun panel surya perusahan lainnya.

Baca lebih lanjut