Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia

Dalam dunia komputasi, pengembangannya sangat mengagumkan. Bahkan dalam waktu dekat, penulis perkirakan akan banyak pekerjaan yang berbasis history/ data / sejarah / maupun referensi semata akan hilang atau mengecil karena sudah tergantikan oleh peran kecerdasan buatan atau cabangnya yang lebih hebat. Yaitu Cognitive Computing.

Cognitive Computing pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang mencoba berpikir seperti manusia berdasarkan data atau informasi yang tersimpan, selanjutnya dianalisis lalu mengambil keputusan. Mari kita lihat Cognitive Computing yang terkenal, yaitu Watson. merupakan computer system dengan kemampuan cognitive computing mengesankan. Watson mampu membaca natural language dan tak hanya itu, Watson juga bisa memahami natural language. Kemampuan membaca dan memahami natural language tersebut sangat penting karena bisa membantu Watson untuk menganalisa data yang tidak teratur yang jumlahnya kira-kira 80% dari semua data yang ada saat ini atau Big data.

Lanjutkan membaca “Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia”

Apakah ada perbedaan gaji tingkat pendidikan Sarjana (S1), Magister/Master (S2) dengan Doktor (S3)?

AlmamaterKetika anda ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi, terutama bagi kalangan swasta mungkin ada yang beranggapan “ Buat apa sekolah lagi? Di swasta kan yang penting kemampuan dan kompetensinya yang dinilai?”. Kalau masih menerima anggapan demikian, sebaiknya diabaikan saja karena memang masih ada yang berpikiran sempit atau berada dalam lingkup ‘tempurung’, menganggap bahwa titel kependidikan tidak perlu – perlu amat, jauh lebih penting kompetensi.

Berbagai alasan dikemukakan, terutama pada seminar MLM, motivasi, kisah orang sukses baik dari lokal maupun internasional yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Kadang mereka membandingkan dengan salah tokoh yang tidak sarjana tapi bisa menjadi menteri, konglomerat yang tidak pernah menduduki SMP. Atau lebih ekstrim, membandingkan dengan Bill Gates yang tidak pernah lulus Sarjana, tapi bisa menjadi orang terkaya di dunia.

Lanjutkan membaca “Apakah ada perbedaan gaji tingkat pendidikan Sarjana (S1), Magister/Master (S2) dengan Doktor (S3)?”

Tanggungjawab Manager atau Leader dalam perencanaan Karir

career_planningSalah satu pihak yang berperan signifikan dalam pengembangan karyawan dan karir adalah para atasan, manajer atau leader di perusahaan. Seperti pernah diuraikan sebelumnya, bahwa ada empat pihak di organisasi yang berperan dalam pengembangan individu atau karir karyawan. Peran atasan / manajer atau leader menempati urutan ke dua terpenting untuk urusan karir.

Ada empat peran seorang atasan/manajer/leader bagi staffnya yaitu : Lanjutkan membaca “Tanggungjawab Manager atau Leader dalam perencanaan Karir”

Empat Pihak yang berperan penting dalam Karir di Organisasi

Man jumpDalam perencanaan karir bagi karyawan dalam suatu organisasi, tidak terlepas dari empat pihak yang terlibat. Ini biasa penulis sampaikan dalam training maupun pelatihan mengenai Career Path Planning & Management. Empat pihak ini terlibat sama pentingnya, meskipun bagian terbesar ada pada satu pihak.

Siapa saja empat pihak itu? Ini penjelasannya.

Lanjutkan membaca “Empat Pihak yang berperan penting dalam Karir di Organisasi”

Tiga Area Peningkatan Kualitas SDM di Organisasi

personal-developmentApa yang seharusnya menjadi area peningkatan kualitas SDM di organisasi?. Berdasarkan jangka waktu, maupun fokus yang akan dikembangkan, cukup ada tiga area yang dikembangkan. Kadang pada beberapa organisasi itu disatukan menjadi Training & Development, padahal antara ke duanya ada perbedaan. Di beberapa organisasi sering juga memberi nama Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

Tiga area berdasarkan jangka waktunya adalah sebagai berikut : Lanjutkan membaca “Tiga Area Peningkatan Kualitas SDM di Organisasi”

Cara belajar dan berlatih sampai tingkat pakar, bagaimana?

Zlatan-Ibrahimovic-1438394Banyak orang melakukan kesalahan umum dalam proses belajar yaitu : melakukan kegiatan secara terus menerus dengan waktu lebih besar. Contohnya, jika anda ingin ahli dan jago catur, maka anda biasanya diinstruksikan untuk banyak main catur. Sama juga dengan bermain bola, maka anda harus sering bermain bola. Nanti lama-kelamaan akan jago. Atau bagi pelajar yang ingin sukses matematika, maka dia harus sering berlatih soal-soal matematika

Memang, jika kita lakukan hal demikian diatas bisa terjadi peningkatan kinerja. Tapi hasilnya tidaklah sebaik jika dilakukan dengan pola yang benar. Ambil contoh, dalam tulisan ini dikisahkan tentang Bill Gates bagaimana hanya belajar dalam waktu sedikit, tapi memperoleh impact luar biasa. Zlatan Ibrahimovic adalah pemain bola dengan kemampuan luar biasa dalam melakukan tendangan kea rah gawang lawan meskipun dengan posisi sulit. Kira-kira apakah yang Zlatan lakukan sebelumnya? Dia tidak melatih menendang bola terus-meneurus, tapi justru latihan Taekwondo secara mendalam, yaitu suatu bentuk beladiri standup fighting dengan kaki sebagai sarana utama beladiri.

Lanjutkan membaca “Cara belajar dan berlatih sampai tingkat pakar, bagaimana?”