ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


3 Komentar

Meningkatkan produktifitas dan hasil bisnis melalui keimanan dan ketakwaan

Panen Gandum IS (3)Saat menulis ini, mungkin banyak yang tidak percaya bahwa sebenarnya produktifitas, hasil bisnis atau produksi dapat ditingkatkan melalui faktor keimanan, keyakinan atau kebaikan. Namun sebagai yang mempercayai sepenuhnya janji Allah SWT dalam firman Nya tentu seharusnya kita meyakini karena semua janji Allah pasti benar, tidak seperti janji makhluk Nya yang kadang sering ingkar dan dusta.

Keyakinan akan sumber hasil bisnis, produksi atau sumber rizki melimpah ruah jika manusia beriman kepada Nya harus menjadi perhatian bagi insan manusia. Dengan tidak melanggar perintah Nya, mematuhi segala aturan  yang diberikan Nya, bukan hal aneh jika insan manusia akan mendapat kelimapahan rejeki, produksi atau hasil bisnis. Hal lebih luas juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan yang aktualnya juga merupakan sekumpulan manusia.

Baca lebih lanjut

Iklan


1 Komentar

Antara riset penelitian akademis dan penelitian relevansi bisnis, mana yang lebih baik?

Business WritingJika biasa mengikuti antara praktik bisnis dengan isu bisnis yang diteliti oleh akademisi/institusi maupun universitas, maka akan dirasakan adanya perbedaan antara penelitian akademis maupun penelitian yang relevan dengan bisnis. Ini menjadi Isu abadi bagi para peneliti di bidang bisnis dan manajemen yaitu trade-off antara kekakuan dan relevansi. Hal ini telah menjadi keluhan umum beberapa dekade terakhir, dimana penelitian di sekolah berbasis bisnis atau manajemen telah menjadi lebih ketat dengan mengorbankan relevansi atau kesesuaian dengan praktik bisnis di dunia nyata.

Penelitian ketat akademis biasanya didefinisikan sebagai penelitian yang memenuhi  standar penelitian ilmiah, sebagai penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan model penelitian ilmiah, ada peer review, dan diterbitkan dalam jurnal akademik. Sayangnya, banyak penelitian yang diterbitkan dalam jurnal bisnis akademik ketika dilihat dari kacamata praktisi bisnis “ terlalu teoritis” dan “minim relevansi praktis” dalam dunia profesional.

Baca lebih lanjut