ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


1 Komentar

Menyusun Sistem Remunerasi yang selaras dengan Strategi Bisnis perusahaan (2)

Formulasi Remunerasi strategi sebagaimana dijelaskan sebelumnya pada tulisan awal ini , tergantung pada strategi bisnis dan pengaruh lainnya seperti peraturan dan regulasi, proses bisnis, struktur organisasi, budaya dan lainnya.

Dalam implementasinya, terkait formulasi sistem remunerasi dan kompensasi maka ada beberapa segmentasi yang perlu diperhatikan. Ada lima Segmen yang bisa menjadi perhatian, sebagai bagian penyusunan sistem remunerasi.

Baca lebih lanjut

Iklan


2 Komentar

Bagaimana cara menambah tinggi badan secara alami

world-leader-heightTernyata tulisan penulis mengenai negara-negara dengan tinggi badan tertinggi dan terendah di dunia cukup diminati oleh pembaca. Bahkan selalu menempati peringkat atas bacaan tertinggi. Tulisan tersebut dimaksudkan sebenarnya sebagai cermin instropeksi bagi semua pihak di sini karena tidak/kurang peduli terhadap nutrisi dan perbaikan gizi bangsa.

Bandingkan dengan negara lain yang secara massif peduli terhadap gizi dan nutrisi penduduk. Dimana mereka punya program seperti Vietnam yang menjadi produsen ikan patin terbesar didunia setelah belajar dari negeri indonesia. Rata-rata penduduk Vietnam baik laki atau perempuan sudah lebih tinggi dari rerata penduduk Indonesia.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Apa kompetensi SDM Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?

Studium Generale UnsoedKetika penulis menjadi pembicara utama dalam Studium Generale Universitas Jendral Soedirman, beberapa waktu lalu, ada pertanyaan muncul dari mahasiswa. Apakah yang harus disiapkan terutama ketika akan berbisnis di era Global maupun MEA   (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015?. Sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik karena memang siap atau tidak siap tentu Indonesia sudah masuk ke dalam MEA.

Ada berbagai hal yang mesti menjadi perhatian utama dalam hal menghadapi Globallisasi dan MEA. Dalam pemaparan tersebut, penulis memberikan ilustrasi mengenai SWOT analysis kondisi Indonesia, mulai dari bonus demografi, penetrasi internet yang tumbuh signifikan, serta pertumbuhan GDP yang besar.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Cara mengukur Employee Engagement lebih baik

employee engagementHampir kebanyakan perusahaan mengukur tingkat employee engagement (keterlibatan karyawan) melalui survey, questionnaire baik secara  kuantitatif maupun kualitatif. Adakah pengukuran atau menghitung tingkat employee engagement yang lebih mudah dan bisa diketahui kecenderungannya. Ternyata ada cara lebih praktis.

Pada dasarnya, ini merupakan bagian dari human capital atau human resource scorecard measurement. Penggunaan ukuran atau metrik yang tepat ini, sebagai aplikasi pengukuran kuantitatif HR atau SDM untuk melihat sejauh mana harapan kinerja bisa direalisasikan, untuk membandingkan standar engagement , mengidentifikasi gap yang ada serta ukuran lainnya. Analisis secara kuantitatif mengenai engagement akan memberikan harapan mengenai kualitas dan komitmen karyawan terhadap pekerjaan atau lingkungan dimana dia berada.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Membentuk Pernyataan Apresiatif (2)

Menggunakan teknik wawancara berbasis Apresiatif (Appreciative Inquiry based Interview)

Dalam menjalankan teknik AI untuk suatu pencapaian target, penyelesaian suatu masalah atau dalam konteks pengelolaan perubahan di dalam organisasi, dilakukan dulu langkah interview sebagai salah satu cara menggali potensi, kekuatan dan nilai-nilai yang ada di tim yang dapat menunjang keberhasilan tim meraih kesuksesan. Adapun cara untuk melaksanakan interview dalam menggali potensi kekuatan sesuai fase AI, memerlukan langkah-langkah sebagai berikut : 

  1. Siapkan orang yang akan diwawancarai untuk sesi AI ini. Umumnya dilakukan secara berpasangan, satu interviewer dan satu interviewee. Jumlah interviewer tergantung tim yang akan menjalankan proses dengan teknik AI. Jika ada 3 orang, maka ada 2 orang interviewer dan satu interviewee.
  2. Siapkan pertanyaan berbasis apresiatif.
  3. Pilihlah tempat dimana interview bisa dilakukan dengan fokus dan tidak ada gangguan. Artinya, tempat yang tenang dan kondusif dalam interview.
  4. Ciptakan suasana dan lingkungan interview yang penuh dengan penghargaan dan semangat.
  5. Jelaskan maksud dan tujuan interview apresiatif ini kepada yang diinterview (interviewee). Biasanya didahului dengan sesi penjelasan, makna dan manfaat yang diperoleh melalui interview apresiatif dalam menggali potensi, kekuatan atau keunggulan untuk menuntaskan suatu masalah / mendapatkan kesuksesan tim.
  6. Selama proses interview, dengarkan dan perhatikan secara seksama, sehingga anda dapat menulis semua ide dan nilai-nilai positif yang anda dengar dari interviewee. Anda boleh menggunakan kalimat langsung untuk mendapatkan kesimpulan kembali dari interview.
  7. Teknik wawancara berbasis apresiatif, akan memiliki banyak energi dan kegairahan positif. Libatkan dalam kegembiraan dan gairah positif dengan menanyakan pada momen yang tepat sehingga dapat menggali lebih dalam untuk memperoleh pengertian mengenai situasi atau keadaan yang paling tepat dalam menangkap ide, kekuatan dan potensi yang ada .
  8. Sekali proses interview selesai dengan satu orang, gantilah posisi atau dibuat secara bergiliran sesuai dengan jumlah tim yang ada. Lakukan kembali proses interview mulai dari awal sampai akhir.
  9. Siapkan laporan setelah proses interview berbasis AI sudah selesai untuk keseluruhan anggota tim.
  10. Nikmati keseluruhan proses interview, karena suasana yang diciptakan adalah suasana penuh dengan penghargaan.