Apa saja disruptive innovation di sektor oil & gas industry?

Berbicara mengenai disruptive innovation, seringkali diskusi mencakup industry yang umum, start-up, technology based dan bersifat penghubung. Jarang berhubungan dengan segmentasi industri yang capital intensive, high risk industry atau proyek-proyek dengan expenditure yang besar. Nah, terkait topik diatas, mungkinkan terjadi disruptive innovation pada sektor migas (oil & gas industry)?

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya sudah ada disruptive pada industri oil dan gas. Memang melihat kondisi keadaan cadangan minyak dan gas di negeri ini, tampaknya sulit terhadap sektor ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Komersialisasi pada sumber minyak dan gas non-conventional seperti pada minyak dan gas serpih (oil and shale gas), telah menurunkan harga minyak dan gas sangat signifikan. Jika anda pernah mendengar tentang perusahaan Mitchell energy, maka boleh dikatakan perintis disruptive innovator khusus pada minyak dan gas serpih, dengan temuan formula fracking fluid, yang mampu meningkatkan produksi minyak/gas serpih mereka. Teknologi fracking yang ditemukan membuat eksplorasi dan eksploitasi minyak/gas serpih menjadi feasible saat ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Antara proses bisnis dan struktur organisasi, mana yang lebih dulu?

img02209-20161108-1206Ada pertanyaan menarik ketika penulis memberikan pelatihan mengenai Business Process Design & Implementation di Ditjen Pajak beberapa waktu lalu. Yaitu mengenai struktur organisasi. Apakah struktur mempengaruhi proses bisnis atau proses bisnis mempengaruhi struktur organisasi?

Dalam pengalaman penulis, baik melakukan implementasi, fasilitasi maupun konsultasi perbaikan proses bisnis dan  penyusunan struktur organisasi, keduanya ternyata bisa saling mempengaruhi. Namun yang lebih besar pengaruhnya adalah proses bisnis berdampak lebih besar terhadap struktur organisasi dibandingkan sebaliknya.

Baca lebih lanjut

Menghitung penghematan – Cost Saving dalam program Cost Reduction

cost-savings-in-cost-reductionDalam sesi pelatihan maupun konsultansi mengenai program cost reduction, penulis selalu memberikan teknik atau metode penghitungan cost saving atau penghematan yang berjalan. Karena ini merupakan salah satu bagian penting yaitu mengkuantifikasi pengurangan biaya yang dijalankan, baik secara simulasi atau setelah program berjalan.

Penghitungan atau kuantifikasi nilai penghematan sangat penting karena membantu kesuksesan dari para pihak dalam program cost reduction. Terlebih dalam rangka dukungan menajemen puncak, yang memang harus dimiliki sebelum menjalankan program. Karena merupakan hal yang kritikal utama dalam keberhasilan program.

Baca lebih lanjut

Yang penting dimiliki sebelum menjalankan program Cost Reduction

cost-brain-mapSepertinya tulisan tahun lalu mengenai bagaimana cara menjalankan program cost reduction, masih relevan untuk tahun 2016 – 2017 ini. Bahkan pemerintah sendiri sudah melakukan pemangkasan anggaran pemerintahan, yang tentunya berujung kepada efisiensi. Di saat ekonomi sedang lesu, tampaknya kenaikan cost cukup menjadi beban besar bagi perusahaan. Ya, Indonesia memang mengalami proses dilematis. Upah pekerja naik, tapi tidak dibarengi dengan produktifitas meningkat.

Sayangnya kebanyakan program cost reduction dalam pengamatan penulis, lebih banyak hantam kromo. Tidak menyentuh akar masalah, atau hanya membereskan hal-hal kecil saja. Disinilah letak pentingnya aspek yang sebaiknya dimiliki terlebih dahulu, sebelum menjalankan program cost reduction. Apalagi bila menjangkau banyak fungsi organisasi.

Baca lebih lanjut

Manfaat BPM – Business Process Management bagi pemerintahan dan institusi publik

Workflow Redesign CartoonSaat ini, masih banyak yang beranggapan bahwa BPM (Business Process Management) lebih tepat diaplikasikan pada organisasi bisnis, perusahaan maupun komersial. Pada kenyataannya, BPM bisa memberikan manfaat besar bagi organisasi pemerintahan atau institusi publik. Layanan publik memang tidak memberikan revenue atau pendapatan, karena institusi publik bukanlah organisasi komersial. Lantas dimana BPM bisa berperan?

Pada dasarnya BPM dengan metode peningkatan kinerja melalui BPR atau BPI bermaksud memberikan perbaikan dalam hal kualitas, biaya, kecepatan, keamanan, moral dan lainnya. Nah, aspek terhadap peningkatan kuallitas, penurunan biaya proses atau lead time services atau aspek keamanan bisa menjadi target bagi penerapan BPM bagi insitusi publik atau pemerintahan. Inilah peran BPM bisa dimaksimalkan bagi organisasi tersebut.

Baca lebih lanjut

Apa perbedaan utama BPR dan BPI?

Future LivingDalam praktek konsultansi maupun training yang penulis lakukan, BPR – Business Process Reengineering dan BPI – Business Process Improvement sering kali diperbandingkan. Keduanya memang terkait satu sama lain. Ibarat saudara kembar memiliki banyak persamaan. Tapi tetap ada perbedaan diantara keduanya. Nah disini penulis akan mengulas apa yang membedakan dua model peningkatan kinerja proses tersebut.

Persamaan diantara keduanya adalah sama-sama bertujuan meningkatkan kinerja. Keduanya juga menggunakan metode, tools, pendekatan dan model yang boleh dibilang serupa dalam upaya peningkatan kinerja. Secara definisi BPR dan BPI merupakan segenap upaya secara sistematis untuk memahami, memetakan dan mengukur kinerja proses saat ini menjadi lebih baik melalui serangkaian perubahan cara kerja, metode kerja, alat kerja/perangkat/tata letak kerja dan lainnya sehingga terjadi perbaikan dalam hal quality, cost, speed, delivery, safety, morale dan pendapatan/profit organisasi.

Baca lebih lanjut

Satu kayuh, dua tiga pulau terlampaui..

pohon pisangDalam sesi konsultasi, advisory dengan klien maupun dalam materi pelatihan problem solving, analytical thinking, penulis selalu mengutamakan pencarian akar masalah nyata (real root cause) dimana bila akar masalah nyata itu dibereskan, maka bisa menyelesaikan banyak masalah-masalah lain atau symptom yang muncul. Sayangnya banyak solusi bisa diterapkan dinegeri ini untuk menyelesaikan akar masalah, tapi tidak diterapkan. Ini adalah buah dari ketidakmampuan pemimpin mencari akar masalah. Wajar, karena penerapan sistem demokrasi melahirkan pemimpin yang incompetence dalam mengelola negeri.

Ketika ada kisruh mengenai harga daging sapi atau impor sapi yang terlampau tinggi hingga sekarang, isu kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga ataupun masalah dengan harga pupuk, seharusnya ada solusi yang bila digerakkan dengan cepat, bisa jadi menyelesaikan 3-4 masalah sekaligus. Bahkan ketika penulis menerima informasi tentang bantuan pemberian kambing beberapa tahun lalu, telah memberkan efek multiplier  cukup baik, terutama bagi warga lokal.

Baca lebih lanjut