ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


1 Komentar

Pemimpin yang kehilangan legitimasinya

family-democracyDalam sesi konsultasi dan pelatihan mengenai pembentukan struktur organisasi pada anak perusahaan BUMN bidang pembiayaan beberapa waktu lalu, penulis memberikan analogi mengenai tipologi organisasi. Ada organisasi yang bersifat formal dan informal. Pemimpin formal lahir dari dalam bentuk struktur dan pengangkatan resmi. Sedangkan yang informal muncul karena interaksi sosial, psikologis dan kebutuhan yang bersifat emosional dan sosial. Dalam organisasi yang maju, baiknya pemimpin formal juga merupakan pemimpin informal. Inilah pemimpin yang dikagumi, baik di ‘dalam’ organisasi maupun di ‘luar’ organisasi.

Melihat kenyataan paska demo besar 411 (4 november 2016) lalu, penulis melihat ternyata tipologi ini tidak hanya muncul organisasi perusahaan tapi juga nampak pada organisasi pemerintahan atau negara. Kehadiran lebih dari 2 juta massa yang turun di jakarta, dari berbagai daerah telah menunjukkan siapa yang menjadi pemimpin informal negeri ini. Bahkan keinginan rakyat yang ingin menemui presiden, namun tidak bisa ditemui presiden karena beralasan akses sulit telah menjadi cibiran di dunia maya, dengan membandingkannya pada seleb/sosialita. Padahal sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki keistimewaan khusus jika ingin bepergian kemanapun.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Trump dan suramnya masa depan Amerika

trump-kkkPaska kemenangan Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden Amerika, melalui electoral votes yang menentukan, ternyata telah menimbulkan polemik. Sampai saat ini, publik amerika melakukan protes terhadap terpilihnya Trump tersebut. Bahkan hashtag #NotMyPresident menjadi trending di dunia jagad maya. Sampai muncul petisi online menolak terpilihnya Trump, yang sudah mendapatkan 1.5 juta pendukung dan terus bertambah.

Perlu diketahui bahwa Presiden AS dipilih oleh sejumlah electoral votes atau anggota dewan pemilih. Calon yang mendapat sedikitnya 270 dari 538 suara dewan pemilih, akan menang. Setiap negara bagian punya jumlah ‘elector’ yang didasarkan pada populasi. Ketika masyarakat amerika mencoblos, sebenarnya yang mereka pilih adalah elector ini. Elector ini sudah diketahui posisinya, apakah akan memilih Clinton atau Trump.  Trump akhirnya mendapat 276 electoral votes., meskipun Hillary menang dalam popular votes. Pilpres Amerika boleh dikatakan tidak murni langsung.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Inovasi yang digagalkan politik+kekuasaan

lahirnya-pesawat-nasional-n-250-gatot-kacaKetika beberapa waktu lalu penulis akan memberikan pelatihan asset management untuk salah satu anak perusahaan BUMN, dimana akan diberangkatkan naik pesawat berikutnya setelah tiba di Balikpapan. Tentunya pesawat yang lebih kecil, karena hanya berjarak sekitar 250 km, yang kalau ditempuh via darat akan memerlukan waktu 5-6 jam, tergantung kondisi. Pesawat yang akan ditumpangi adalah bukan pesawat jet.

Pesawat tersebut adalah jenis turboprop, type ATR 42-500. Memiliki kapasitas penumpang sekitar 50. Melihat bentuk pesawat tersebut, mengingatkan pada pesawat disain asli IPTN (sekarang PT DI) yang bernama N-250, dimana N adalah singkatan dari Nusantara.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Kaum yang berbuat kerusakan…

john-cantlie-us-bombing-mosul-universityDan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi !” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (QS al-Baqarah/2:11-12).

Gambar diatas adalah cuplikan dari video yang diedarkan Aamaq news agency, mengenai kerusakan parah pada bangunan sipil Universitas Mosul, oleh serangan udara koalisi Amerika. Tampak hancurnya infrastruktur bangunan kampus, sudah pasti mengganggu proses belajar, mengajar maupun riset di universitas tersebut.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Inikah tanda keruntuhan Eropa paska keluarnya Inggris Raya?

eurozone jobInggris Raya, negara yang dahulunya merupakan salah satu negara kolonial dengan berbagai wilayah taklukan di belahan asia, afrika dan amerika selatan tampaknya mulai terpecah. Setelah referendum Brexit menghasilkan keinginan rakyat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.  Sebagai negara kerajaan yang beraliran demokratis, maka keinginan tetap atau masuk di Uni Eropa diputuskan melalui referendum. Hasilnya adalah dengan suara 52% rakyat inggris ingin keluar .

Inilah buah dari perlakuan demokrasi dimana selain melahirkan pemimpin yang kurang berkualitas, juga menyerahkan nasib negara kepada pihak yang tidak kompeten, dalam hal ini adalah rakyat. Karena suara terbanyak berasal dari warga Inggris Raya yang ultranasionalis, right wing, rasis, tidak toleran terhadap kaum pendatang/imigran, maka keputusan keluar menjadi pemenang. Padahal jika dihitung dampak manfaat dan kerugian, sudah jelas akan merugikan Inggris dan Uni Eropa mendatang, jika Inggris keluar.  Baca lebih lanjut


2 Komentar

Inilah negara-negara terkuat secara militer tahun 2016

panser anoaTahun 2015, negara-negara terkuat militer secara kuantitatif sudah disebutkan dalam situs ini. Negara-negara asia tampak unggul pada posisi di tahun 2015. Sekarang bagaimana posisi negara terkuat militer tahun 2016?.

Situs GlobalfirePower (GFP) kembali menyajikan kekuatan relative militer negara berdasarkan potensi, senjata, infrastruktur militer, jumlah penduduk, kekuatan ekonomi, logistik maupun matra kekuatan peralatan tempur di darat, laut dan udara. Jumlah negara yang diperingkatkan ada 126 negara. Sayangnya tidak semua negara dimasukkan dalam database GFP tersebut.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (3)

Global Coalition against IS

Pada analisis terdahulu sudah disebutkan mengenai faktor pertama tentang kepemimpinan adalah salah satu faktor terpenting yang mendorong penguatan Daulah Islam negara menjadi calon negara adidaya. Disamping itu, faktor kedua dengan adanya tentara ataupun pejuang yang tangguh dan berkualitas menjadi faktor penguat mendukung terbentuknya negara Adidaya. Sejarah sudah mencatat, kualitas para tentara, pasukan maupun pejuang sangat mempengaruhi keberhasilan kekuatan militer suatu negara, terutama ketika melakukan ekspansi militer, geopolitik atau perluasan kekuasaan. Seperti pernah dialami Ottoman, Inggris, Spanyol dan Amerika.

Lantas, apa faktor berikutnya yang bisa menjadi faktor berpengaruh sebagai calon negara Adidaya khususnya untuk Daulah Islam?. Faktor  tersebut adalah faktor keimanan/keyakinan/Faith. Inilah yang menurut penulis tidak dimiliki oleh tentara , pasukan atau kombatan negara lain yang ikutan berperang dalam konflik regional ini, dan penulis prediksikan di tahun 2016 seterusnya akan menjadi perang global.

Baca lebih lanjut