ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Apa saja disruptive innovation di sektor oil & gas industry?

Berbicara mengenai disruptive innovation, seringkali diskusi mencakup industry yang umum, start-up, technology based dan bersifat penghubung. Jarang berhubungan dengan segmentasi industri yang capital intensive, high risk industry atau proyek-proyek dengan expenditure yang besar. Nah, terkait topik diatas, mungkinkan terjadi disruptive innovation pada sektor migas (oil & gas industry)?

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya sudah ada disruptive pada industri oil dan gas. Memang melihat kondisi keadaan cadangan minyak dan gas di negeri ini, tampaknya sulit terhadap sektor ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Komersialisasi pada sumber minyak dan gas non-conventional seperti pada minyak dan gas serpih (oil and shale gas), telah menurunkan harga minyak dan gas sangat signifikan. Jika anda pernah mendengar tentang perusahaan Mitchell energy, maka boleh dikatakan perintis disruptive innovator khusus pada minyak dan gas serpih, dengan temuan formula fracking fluid, yang mampu meningkatkan produksi minyak/gas serpih mereka. Teknologi fracking yang ditemukan membuat eksplorasi dan eksploitasi minyak/gas serpih menjadi feasible saat ini.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Vision Testing : Bagaimana melakukan test evaluasi Visi dan Misi Organisasi?

Sebuah visi dan misi yang baik tentunya memiliki karakteristik sendiri. Namun tidaklah mudah untuk membuat sebuah Visi dan Misi yang bisa memberikan tujuan, arahan maupun strategi sehingga dipahami oleh semua insan dan individu di dalam organisasi. Ada beberapa teknik dan evaluasi untuk menilai bagaimana visi dan misi tersebut sesuai dengan organisasi.

Lantas bagaimana mengevaluasi terhadap Visi dan Misi. Tentunya ada langkah sederhana untuk melakukan evaluasi terhadap Visi dan Misi perusahaan. Dengan melakukan penilaian evaluasi secara kualitatif ini, bisa terlihat apakah Visi dan Misi tersebut layak dan sesuai. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia

Dalam dunia komputasi, pengembangannya sangat mengagumkan. Bahkan dalam waktu dekat, penulis perkirakan akan banyak pekerjaan yang berbasis history/ data / sejarah / maupun referensi semata akan hilang atau mengecil karena sudah tergantikan oleh peran kecerdasan buatan atau cabangnya yang lebih hebat. Yaitu Cognitive Computing.

Cognitive Computing pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang mencoba berpikir seperti manusia berdasarkan data atau informasi yang tersimpan, selanjutnya dianalisis lalu mengambil keputusan. Mari kita lihat Cognitive Computing yang terkenal, yaitu Watson. merupakan computer system dengan kemampuan cognitive computing mengesankan. Watson mampu membaca natural language dan tak hanya itu, Watson juga bisa memahami natural language. Kemampuan membaca dan memahami natural language tersebut sangat penting karena bisa membantu Watson untuk menganalisa data yang tidak teratur yang jumlahnya kira-kira 80% dari semua data yang ada saat ini atau Big data.

Baca lebih lanjut


4 Komentar

Organization Development : Scope of Work, Tools, Application, Trend and Next Competencies

poster-hrm-club-od-sharing-21-januari-2017Dalam organisasi, seringkali istilah OD (Organization Development) dicetuskan. Dalam beberapa perusahaan tidaklah aneh jika ada bagian OD sendiri, entah itu dalam level departemen, divisi atau fungsi kerja.

Untuk lebih memahami mengenai apa itu OD, ruang lingkup OD serta bagaimana OD bisa mempengaruhi organisasi, maka kita harus mengetahui secara jelas makna definisi maupun aplikasi secara jelas di lapangan. Ketidaktahuan mengenai konsep, makna serta peran OD akan membatasi fungsi OD yang bisa diaplikasikan. Disinilah sharing session OD bermanfaat, dengan penjelasan perkembangan, tools dan isu-isu terbaru mutakhir yang harus dihadapi organisasi.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Dampak Negatif Pygmalion Effect bagi Perusahaan : Kasus Sari Roti

negative-and-positive-effectPenulis sudah memperkirakan akan ada dampak yang cukup berat bagi Produsen Sari Roti, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, jika tidak melakukan langkah segera, paska pandangan negatif melalui pemberian klarifikasi yang kontroversial itu. Sayangnya, sampai tulisan ini dibuat (12 Des, 2016) tidak ada pernyataan atau langkah serius, bahkan menghapus pengumuman klarifikasi tersebut, yang sudah tidak bisa diakses sejak tanggal 10 Des 2016. Seolah-olah ingin menghapus jejak. Tentunya di jaman era digital tidak mudah menghilangkan jejak, karena rekaman dan bukti  digital seperti screenshot, log file mudah ditelusuri.

Dari penelusuran via medsos, internet maupun jaringan ternyata dampak terhadap penjualan produk Sari Roti ini cukup terasa. Bahkan efek ini bisa menjadi bahan studi kasus manajemen bisnis, dimana terjadi aksi boikot karena pernyataan klarifikasi perusahaan.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Mengapa masalah di organisasi terus menggulung?

problem-thinking-solutionKetika penulis memberikan fasilitasi dan pengarahan bersama management team sebuah perusahaan beberapa waktu lalu, dalam rapat kerja rencana strategis dan action plan untuk tahun mendatang, ada pertanyaan menarik dari manajemen peserta rapat. Yaitu mengapa seringkali masalah yang dibahas dalam suatu meeting, tidak pernah selesai. Bahkan selalu muncul dalam rapat-rapat berikutnya.

Dalam hal ini penulis jadi teringat, ketika memberikan pelatihan mengenai perencanaan, pengelolaan dan monitoring organisasi. Banyak kejadian serupa terjadi, karena ketidakpahaman atau ketidakfokusan rapat saat berlangsung. Boleh disebut, ketika penulis mengobservasi suatu rapat/meeting, justru meeting tersebut sangatlah tidak efektif. Kondisinya persis karena kegagalan dan memahami persoalan di organisasi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Cara memilih gadget yang Value Added : menggunakan produktifitas rasio

fluid-phoneSetelah sekian lama, dan mendapatkan banyak masalah karena memang usia yang sudah tua, akhirnya penulis merelakan gadget HP yang sudah menemani sekian lama harus di ‘lem biru’. Lebih dari 6 tahun lalu, itu gadget masih layak disebut smartphone, sekarang mungkin sudah kurang smart lagi. Padahal penulis sudah memaksimalkan penggunaan gadget tersebut, baik untuk agenda/scheduler, online messenger, push-email, internet connection dan lainnya. Boleh dibilang, dengan segala fitur tersedia, kemampuan HP tersebut benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Pilihan tentunya berdasarkan rasionalitas, dengan keseimbangan antara fungsionalitas, estetika, harga dan tentunya daya tahan baterai. Dengan fokus penggunaan untuk aktifitas mobile, maka gadget HP itu, tentunya harus mampu bertahan lebih dari 1 hari. Karena itu, pilihan pertama tentunya kemampuan baterai jadi prioritas. Rasanya aneh, jika memiliki smartphone tapi masih membawa-bawa powerbank. Terus terang HP sebelumnya memiliki performa terbaik dalam baterai.

Baca lebih lanjut