ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia

Dalam dunia komputasi, pengembangannya sangat mengagumkan. Bahkan dalam waktu dekat, penulis perkirakan akan banyak pekerjaan yang berbasis history/ data / sejarah / maupun referensi semata akan hilang atau mengecil karena sudah tergantikan oleh peran kecerdasan buatan atau cabangnya yang lebih hebat. Yaitu Cognitive Computing.

Cognitive Computing pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang mencoba berpikir seperti manusia berdasarkan data atau informasi yang tersimpan, selanjutnya dianalisis lalu mengambil keputusan. Mari kita lihat Cognitive Computing yang terkenal, yaitu Watson. merupakan computer system dengan kemampuan cognitive computing mengesankan. Watson mampu membaca natural language dan tak hanya itu, Watson juga bisa memahami natural language. Kemampuan membaca dan memahami natural language tersebut sangat penting karena bisa membantu Watson untuk menganalisa data yang tidak teratur yang jumlahnya kira-kira 80% dari semua data yang ada saat ini atau Big data.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Sejarah bisnis konsultansi manajemen

Berbicara mengenai bisnis konsultansi cukup menarik, bila melihat sejarahnya. Ini merupakan usaha yang benar-benar Human Asset Capital Intensive. Jika dianalogikan, bisa sama dengan klub Olahraga, dimana nilai klubnya berdasarkan performa pemain.

Asal-usul konsultansi manajemen bisa ditelusuri mulai pada 1800-an. Perusahaan konsultansi pertama, Arthur D. Little didirikan pada tahun 1886.  Industri konsultasi tumbuh perlahan selama setengah abad, dengan peluang pelanggan tertentu yang sudah berada dalam genggaman, atau dengan spesialisasi fungsional tertentu.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Apa test dan simulasi terbaik bagi Business Continuity Management?

Ketika memberikan arahan dan training mengenai Business Continuity Management pada salah satu perusahaan manufaktur ethanol terbesar di Indonesia beberapa waktu lalu, ada pertanyaan menarik dari peserta mengenai BCM ini. Sebagai sebuah sistem, atau manajemen tentunya BCM ini perlu diuji, nah bagaimana pengujiannya?

Sebuah pertanyaan menarik, karena memang pada dasarnya BCM ini akan bekerja saat terjadi kondisi bencana, kondisi tidak diinginkan atau sebuah incident/disruptive. Sama ketika mengisi seminar mengenai BCM tahun 2014 lalu, maka BCM ini justru diharapkan tidak terjadi. Tapi, kalau seandainya terjadi incident/disruptive, maka akan terlihat mana organisasi yang akan siap, mana yang tidak. Tingkat kesiapan inilah nantinya bisa diuji melalui testing atau simulation.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Bahan alami yang seharusnya dipakai manusia: produk fermentasi susu kefir

Ketika beberapa waktu lalu penulis bersama rekan-rekan yang peduli terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umat, berkunjung ke seorang ahli produksi dan proses kelapa, banyak hal yang membuka wawasan tentang produk alami. Beliau, pakar kelapa yang dikenal dengan “coconut man” benar-benar sangat konsisten dalam mengembangkan produk berbahan dasar kelapa. Bahkan lebih dari 1500 produk turunan bisa dihasilkan dari kelapa. Produk yang dihasilkan mulai dari VCO, obat flu, sabun, shampoo, sirup kelapa, saus, kecap, asap cair, bensin dll.

Ada produk yang bisa mengatasi penyakit flu. Produk ini begitu aman, sehingga bisa ditelan oleh manusia. Cukup disemprotkan saja ke dalam tenggorokan. Mirip dengan obat herbal. Produk yang dihasilkan tanpa pengawet, pewarna dll sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Produk ini bisa memberikan keunggulan luar biasa dibandingkan obat sintetis.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Ketika manusia tidak lagi menggunakan bahan alami

Three bottles of olive oil with two olives and spices on white background

Dahulu, ada produk perawatan rambut yang benar-benar menggunakan bahan alami. Ketika penulis menggunakan produk tersebut, oleh penemunya diklaim sama sekali tidak menggunakan bahan buatan sintesis maupun deterjen dari olahan petrochemical. Bahkan sipenemu produk tersebut mengatakan untuk menguji produk alaminya. Pengujiannya sederhana, yaitu ketika cobalah dirasakan atau dikecapi oleh lidah. Jika terasa pahit, maka itu bukan bahan alami.

Sayangnya produk tersebut, tampaknya setelah pergantian manajemen sudah tidak lagi mempertahankan citra ‘real nature’. Dari komposisi terakhir yang penulis lihat, sudah menggunakan bahan-bahan sintesis seperti : Sodium Lauril Sulfate yang sering disebut sebagai deterjen atau bahan pembersih, Ammonium Lauril Sulphate yang bisa memberikan efek busa bagi pembersih rambut serta bahan lainnya seperti pengawet Formaldehyde dll. Untuk mempertahankan kesan alami, diberikan extract bahan-bahan alam, namun tentunya sudah tidak seperti dulu. Yang mengagetkan, ketika produk itu dirasa lidah, terasa pahit sekali. Sehingga penulis yakin, bahwa sudah terjadi perubahan mutu kualitas produk tersebut.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Masalah Perkembangan Koperasi Secara Umum

problem-analysis-solutionDalam tulisan terdahulu mengenai koperasi, sudah diungkapkan mengenai sejarah, akar historis dan tujuan dibentuknya Koperasi. Tujuan koperasi memang mulia, yaitu diharapkan sebagai pilar, soko guru, penyangga dan tulang punggung ekonomi Indonesia. Yang dari sejak  tahun 1960an sudah didengungkan oleh bung Hatta.

Tapi, fakta berbicara berbeda. Andil Koperasi masih dibawah 2% dari PDB Indonesia. Belum ada Koperasi yang memiliki ratusan ribu atau jutaan anggota. Koperasi terbesar di Indonesia pun hanya memiliki ribuan anggota. Jika dibandingkan dengan koperasi di negeri tetangga, sangat jauh. Apalagi jika perbandingannya dengan koperasi dari luar negeri semacam Credit Agricole, Nong Hyup, Kaisar Permanente dll. Secara fakta dan kebijakan pemerintah, belum kelihatan keberpihakan kepada pengembangan Koperasi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Antara Koperasi dan Korporasi

allianceBerbicara mengenai koperasi, maka kita biasanya teringat tentang salah satu Proklamator Indonesia, Drs. Muh. Hatta, yang sering dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Di dalam konstitusi negeri ini, juga disebutkan dalam Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.” Menurut para ahli ekonomi, lembaga atau badan perekonomian yang paling cocok dengan maksud Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 adalah koperasi.

Sebuah tujuan yang mulia, sehingga Koperasi dianggap sebagai soko guru perekonomian negeri. Artinya, Koperasi berperan sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Diharapkan menjadi  sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional, semenjak diresmikan tanggal 12 Juli 1960. Tapi bagaimana 50 tahun sesudahnya? Benarkah koperasi telah menjadi pilar utama ekonomi bangsa? Apa hasilnya jika dibandingkan dengan Korporasi?

Baca lebih lanjut