Percakapan Imajiner dengan Mbok Yu Nani, UMKM yang smart adaptive thinking

Bagaimana menghadapi situasi bisnis di tengah ketidakpastian pasar pada wabah pandemic corona virus ini?. Biar tidak pusing-pusing memikirkan asal muasal virus, konspirasi china vs amerika dll, lebih baik mendengarkan wawancara eksklusif imajiner dengan tokoh UMKM dibawah.

Tokoh inspiratif itu adalah Mbok Yu nani yang awalnya jualan pecel namun ketika dua bulan lalu si Mbok merasa jualan pecel tidak terlalu memberikan dampak luar biasa. Ternyata Mbok ini juga memantau perkembangan pasar maupun sosial media terkait jamu yang diserukan pemerintah bisa melawan virus. Sehingga  si Mbok pun banting stir dari jualan pecel menjadi penjual jamu.

Baca lebih lanjut

Bagaimana menilai Asset Maturity dan kapabilitas Asset Management perusahaan?

Ada pertanyaan menarik dari peserta saat memberikan pelatihan mengenai Smart Asset Management dalam bingkai dan Industri 4.0 beberapa waktu lalu.  Pertanyaannya adalah begini: Bagaimana menilai suatu pengelolaan / manajemen Asset dan apa saja yang mesti diperbaiki agar bisa mencapai model Smart Asset Management.

Sebuah pertanyaan menarik. Tentunya setelah mengetahu karakteristik model apa Smart Asset Management, perlu ada model lagi kita sudah di tingkat apa atau mencapai kelas apa dalam hal Manajemen Asset. Nah disinilah pentingnya memiliki standar Smart Asset Capability Maturity Model atau tingkat kematangan Manajemen Asset.

Baca lebih lanjut

Menuju Smart Asset Management System – apa karakteristiknya

Dalam tulisan terdahulu ketika menangani pengelolaan aset kontraktor migas  dan juga memperhatikan aspek disruptive innovation pada industri migas  telah membawa penulis kepada suatu konsep, yang mungkin merupakan sinergi antara pengelolaan asset dengan penerapan industri 4.0 yaitu smart asset management system.

Pada dasarnya asset suatu organisasi bisa berupa asset fisik yang meliputi : kantor, peralatan mesin produksi / peralatan operasional, lokasi pabrik / pabrik fisik , serta asset non fisik yang berupa :  teknologi, informasi dan data,  merek, reputasi, yang mendukung proses bisnis dan ekspansi bisnis di masa depan.

Baca lebih lanjut

Superkomputer tercepat di dunia dan Indonesia

Penulis mencoba mengecek data Supercomputer negeri ini di laman Top500. Ternyata, tidak ada satupun komputer dengan kategori super dari Indonesia. Hampir tidak percaya, negara sebesar ini, penduduk 280 juta, ternyata untuk urusan teknologi komputasi tercepat tidak masuk daftar. Jelas, jika ada yang bilang Indonesia tertinggal 20-30 tahun an teknologinya dengan negara maju, maka penulis akan mengamini.

Ini bukan berarti negara kita tidak memiliki supercomputer. Di fasilitas High Performance Computing LIPI, telah ada Supercomputer Mahameru dengan 2864 core processor, 13.552 GB memory dan kapasitas penyimpanan 4 Petabytes atau sekitar 4 juta GB. Tampaknya sangat mengesankan jika dibandingkan komputer PC tercanggih sekalipun. Tapi jika dibandingkan dengan Supercomputer paling buncit dalam daftar Top500, maka itu hanyalah sepersepuluh kekuatannya.  Apalagi jika dibandingkan posisi 5 besar puncak, yang memiliki antara 1.5 juta sampai 12 juta core processor. Ibarat  semut lawan gajah kemampuannya.

Baca lebih lanjut

Disruptive Technology Innovation pada TV Industri dan Media

Saat ini kita menyaksikan, begitu cepatnya perubahan dalam tayangan media, pasar TV konvensional maupun video. Pasar TV dan video sangat dinamis dan ditandai oleh sejumlah besar penggerak: digitalisasi media, new TV-media market offering , dan gangguan oleh pemain digital memastikan perubahan yang cepat dalam industri ini. Bahkan bisa dikatakan telah membentuk ekosistem baru dalam media – new media ecosystem.

Adanya PHK stasiun TV dengan segmentasi khusus, Net TV (Agustus 2019) serta telah merebaknya layanan VoD (Video on Demand) oleh para media content aggregator semacam Netflix, Hulu, Amazon TV telah merubah wajah tayangan media TV. Netflix, yang didirkan pada tahun 1997 dengan hanya karyawan 20 orang, telah berkembang dari 33 juta pelanggan di tahun 2013, lima tahun berikutnya telah memiliki pelanggan sekitar 100 juta, dan akan menjadi 3 kali lipatnya di tahun 2020, menurut prediksi para analyst. Kini dianggap sebagai bentuk disruption innovative bagi TV industri konvensional.

Apa saja teknologi yang bisa menjadi penggerak bagi para disruptor bagi TV industry dan media saat ini? Berikut adalah hasil analisis.

Baca lebih lanjut

Siapa kontraktor/industri pertahanan terbesar di dunia tahun 2019 ini?

Lama tidak menulis tentang dunia militer maupun sisi industrinya, akhirnya mencoba lagi melihat apa saja perubahan selama 4 tahun terakhir ini, sejak terakhir menulis tentang Kontraktor Pertahanan terbesar di dunia tahun 2016.  Ternyata cukup mengejutkan, dengan masuknya 3 (tiga) nama baru Industri / kontraktor pertahanan besar dalam top 10 dunia. Siapa saja dan dari mana mereka?

Adalah dari negara China yang langsung menempatkan 3 (tiga) industri pertahanan besar mereka  dalam top 10 Defense Company di dunia. Amerika masih menempatkan 5 kontraktor pertahanannya dalam top 10. Dibandingkan data tahun 2016, maka ada pergeseran yang awalnya 7 perusahaan kontraktor masuk dalam Top 10.

Baca lebih lanjut