Realisasi dalam kompetisi – 1st Robotic Challenge Competition 2019

Beberapa waktu lalu penulis membaca berita di media tentang seorang anak yang mengalami gangguan psikomotorik, tubuh maupun syaraf. Anak tersebut tidak bisa mengendalikan interaksi sosial dengan keadaan sekitar maupun gerakan tubuhnya sehingga perlu menjalani perawatan secara intensif. Apa penyebabnya? Ya kecanduan main game melalui perangkat gadget/console. Diketahui, anak tersebut bisa menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari hanya bermain game.

Berawal dari kajian tentang inovasi terbuka di lego, selanjutnya tentang kontes robotika oleh DARPA, sehingga mengilhami berdirinya sebuah Lembaga robotika,sebagai start up sekolah robotka dan otomasi di tahun 2015. Dengan niat tulus untuk memperbaiki pendidikan terutama aspek sains, teknologi, rekayasa, matematika dan seni melalui Lembaga tersebut. Misi berikutnya adalah menghindari anak-anak mengalami nasib seperti tulisan diatas, yang unfaedah, kalau ikut bahasa milennialnya. Dengan berdirinya Lembaga ini diharapkan para orang tua sadar akan bahaya dan efek buruk game/console berlebihan bagi anak, serta bisa memberdayakan energi dan keinginan anak ke dalam hal yang positif, melalui disain, perancangan, pembuatan perangkat mekanik maupun simulasi robotic.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bahan alami yang seharusnya dipakai manusia: produk fermentasi susu kefir

Ketika beberapa waktu lalu penulis bersama rekan-rekan yang peduli terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umat, berkunjung ke seorang ahli produksi dan proses kelapa, banyak hal yang membuka wawasan tentang produk alami. Beliau, pakar kelapa yang dikenal dengan “coconut man” benar-benar sangat konsisten dalam mengembangkan produk berbahan dasar kelapa. Bahkan lebih dari 1500 produk turunan bisa dihasilkan dari kelapa. Produk yang dihasilkan mulai dari VCO, obat flu, sabun, shampoo, sirup kelapa, saus, kecap, asap cair, bensin dll.

Ada produk yang bisa mengatasi penyakit flu. Produk ini begitu aman, sehingga bisa ditelan oleh manusia. Cukup disemprotkan saja ke dalam tenggorokan. Mirip dengan obat herbal. Produk yang dihasilkan tanpa pengawet, pewarna dll sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Produk ini bisa memberikan keunggulan luar biasa dibandingkan obat sintetis.

Baca lebih lanjut

Ketika manusia tidak lagi menggunakan bahan alami

Three bottles of olive oil with two olives and spices on white background

Dahulu, ada produk perawatan rambut yang benar-benar menggunakan bahan alami. Ketika penulis menggunakan produk tersebut, oleh penemunya diklaim sama sekali tidak menggunakan bahan buatan sintesis maupun deterjen dari olahan petrochemical. Bahkan sipenemu produk tersebut mengatakan untuk menguji produk alaminya. Pengujiannya sederhana, yaitu ketika cobalah dirasakan atau dikecapi oleh lidah. Jika terasa pahit, maka itu bukan bahan alami.

Sayangnya produk tersebut, tampaknya setelah pergantian manajemen sudah tidak lagi mempertahankan citra ‘real nature’. Dari komposisi terakhir yang penulis lihat, sudah menggunakan bahan-bahan sintesis seperti : Sodium Lauril Sulfate yang sering disebut sebagai deterjen atau bahan pembersih, Ammonium Lauril Sulphate yang bisa memberikan efek busa bagi pembersih rambut serta bahan lainnya seperti pengawet Formaldehyde dll. Untuk mempertahankan kesan alami, diberikan extract bahan-bahan alam, namun tentunya sudah tidak seperti dulu. Yang mengagetkan, ketika produk itu dirasa lidah, terasa pahit sekali. Sehingga penulis yakin, bahwa sudah terjadi perubahan mutu kualitas produk tersebut.

Baca lebih lanjut

Organization Development : Scope of Work, Tools, Application, Trend and Next Competencies

poster-hrm-club-od-sharing-21-januari-2017Dalam organisasi, seringkali istilah OD (Organization Development) dicetuskan. Dalam beberapa perusahaan tidaklah aneh jika ada bagian OD sendiri, entah itu dalam level departemen, divisi atau fungsi kerja.

Untuk lebih memahami mengenai apa itu OD, ruang lingkup OD serta bagaimana OD bisa mempengaruhi organisasi, maka kita harus mengetahui secara jelas makna definisi maupun aplikasi secara jelas di lapangan. Ketidaktahuan mengenai konsep, makna serta peran OD akan membatasi fungsi OD yang bisa diaplikasikan. Disinilah sharing session OD bermanfaat, dengan penjelasan perkembangan, tools dan isu-isu terbaru mutakhir yang harus dihadapi organisasi.

Baca lebih lanjut

Kanker hilang dengan pikiran positif?

breast-cancer-fibroadenomaDavid Seidier adalah penulis untuk film Raja George  VI yang berjudul The King’s Speech tahun 2010, dimana dalam film dikisahkan sang raja sedang berjuang melawan penyakitnya. Atas penulisan naskah drama biografi tersebut, Seidier diganjar Oscar atau Academy Award. Yang unik dalam film tersebut adalah Seidier juga mengalami  penyakit seperti halnya kisah sang raja. Bedanya adalah Seidier mampu bertahan dan bahkan sembuh total.

Penyakit apa yang dialami Seidier tersebut? Bagaimana dia bisa sembuh? Penyakitnya adalah kanker dan untuk penyembuhan hanya ada satu kata disebutkan oleh Seidier, dan terkesan ajaib , yakni melalui Visualisasi.

Baca lebih lanjut

Benarkah Boikot Efektif?

sari-roti-dijual-di-pinggir-jalanAkhir-akhir ini, tampaknya aksi boikot yang dilancarkan umat terhadap produk Sari Roti telah menunjukkan dampaknya. Paska klarifikasi yang tidak pas terhadap Aksi Bela Islam nan damai, dan isinya lebih banyak memberikan pandangan negatif. Akibatnya tentu berbalik kepada si pembuat klarifikasi, dimana berlangsung aksi boikot. Bayangkan, sebuah hal yang awalnya dicitrakan positif oleh masyarakat, ketika dihadapi produsen secara negatif, maka berbalik lagi menjadi negatif.

Menilik sejarah boikot, sebenarnya sudah cukup lama. Kata boikot sendiri berasal dari nama Charles Boycott Cunningham, purnawirawan kapten Angkatan Darat Inggris. Boycott pernah bekerja sebagai agen tanah pada  Lord Erne seorang tuan tanah di Lough Mask daerah County Mayo, Irlandia , dimana  Boycott dikucilkan oleh masyarakat Irlandia  sebagai bagian dari kampanye hak-hak penyewa tanah (waktu itu kedudukan penyewa tanah Irlandia sangat lemah dibandingkan tuan tanah). Kampanye hak-hak penyewa tanah tersebut (1880) dikenal sebagai kampanye menuntut adanya: “sewa yang adil, kepastian waktu sewa, dan penjualan hasil secara bebas“ atau : “Three Fs” (fair rent, fixity of tenure, and free sale).

Baca lebih lanjut

Dampak Negatif Pygmalion Effect bagi Perusahaan : Kasus Sari Roti

negative-and-positive-effectPenulis sudah memperkirakan akan ada dampak yang cukup berat bagi Produsen Sari Roti, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, jika tidak melakukan langkah segera, paska pandangan negatif melalui pemberian klarifikasi yang kontroversial itu. Sayangnya, sampai tulisan ini dibuat (12 Des, 2016) tidak ada pernyataan atau langkah serius, bahkan menghapus pengumuman klarifikasi tersebut, yang sudah tidak bisa diakses sejak tanggal 10 Des 2016. Seolah-olah ingin menghapus jejak. Tentunya di jaman era digital tidak mudah menghilangkan jejak, karena rekaman dan bukti  digital seperti screenshot, log file mudah ditelusuri.

Dari penelusuran via medsos, internet maupun jaringan ternyata dampak terhadap penjualan produk Sari Roti ini cukup terasa. Bahkan efek ini bisa menjadi bahan studi kasus manajemen bisnis, dimana terjadi aksi boikot karena pernyataan klarifikasi perusahaan.

Baca lebih lanjut