ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Menabung vs Investasi, mana yang menyejahterakan?

Saluran air di padang pasir 2Entah, sudah berapa kali dalam seminggu mendapat telepon dari berbagai lembaga. Terutama jasa keuangan, berupa tawaran kredit tanpa agunan, kartu kredit, tawaran investasi, asuransi maupun lainnya. Sayangnya memang tidak berminat mengenai tersebut karena tidak tertarik dan lagipula beberapa sudah dimiliki. Namun, melihat kegigihan penawaran tersebut, melalui telemarketing officer, penulis menjadi kagum dan memang semangat untuk ‘menjual’ harus terjaga.

Ajakan menabung dengan menyisihkan sebagian pendapatan memang baik, tapi jika menabung melalui lembaga keuangan apakah memang memberikan kesejahteraan?. Ingat yang disimpan adalah uang kertas, dan juga tabungan saat ini hanya memberikan ‘bunga’ sekitar 1-2%, jauh lebih rendah daripada inflasi tahunan yang mencapai 8-9%. Artinya memang kita berada dalam perangkap ‘uang kertas’ yang semakin menggerus pendapatan kita, ditambah dengan ketidakberdayaan pemerintah mempertahankan nilai uang melalui inflasi.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Sensitivity Analysis terhadap keputusan kelayakan investasi, apa dan bagaimana (2)

sensitivityBagaimana cara melakukan Sensitivity Analysis. Berikut adalah contohnya. Jika kita merencanakan suatu Investasi awal sebuah proyek adalah sebesar Rp. 600 juta. Cashflow bersih atau  Net proceeds yang dihasilkan dari proyek tersebut adalah pada tahun pertama IDR 200 jt, tahun ke dua IDR 300 juta dah tahun ke tiga IDR 450 juta.

Untuk memudahkan perhitungan dan representasi, bisa digambarkan melalui tabel. Secara tabel dari tahun ke tahun, net proceeds nya  sebagai berikut.

Tahun ke             Proceeds

0                          ( 600 )

1                            200

2                            300

3                            450

Apakah proyek tersebut layak diinvestasikan, apabila cost of capital ( required rate of return / discount rate ) adalah sebesar 18%.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Sensitivity Analysis terhadap keputusan kelayakan investasi, apa dan bagaimana (1)

sensitivty analysisDalam melakukan suatu proses kelayakan finansial, terutama pada keputusan investasi atau kelayakan investasi (Business & Investment Feasibility) tentunya dibutuhkan asumsi-asumsi yang dapat ditoleransi pada situasi tersebut.  Terkadang, ada beberapa asumsi yang dibuat agar tetap relevan dengan kondisi tersebut. Nah, bagaimana jika seandainya ada perubahan asumsi atau nilai asumsi pada keputusan asumsi. Untuk itulah, diperlukan suatu pengujian atau test kepekaan.

Pada dasarnya, analisa kepekaan atau Sensitivity Analysis adalah suatu pengujian terhadap suatu keputusan dengan menggunakan data berbagai asumsi seperti : Akurasi data yang digunakan, faktor discount rate yang digunakan, asumsi inflation rate dst. Sehingga apakah terjadi perubahan terhadap  keputusan yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah  untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisa  proyek, jika ada sesuatu kesalahan atau perubahan asumsi sebagai dasar perhitungan cost atau benefit yang diperoleh.

Apa saja manfaat yang diperoleh dari Sensitivity Analysis ? inilah beberapa manfaatnya:

  1. Baca lebih lanjut