ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


2 Komentar

Bagaimana cara menambah tinggi badan secara alami

world-leader-heightTernyata tulisan penulis mengenai negara-negara dengan tinggi badan tertinggi dan terendah di dunia cukup diminati oleh pembaca. Bahkan selalu menempati peringkat atas bacaan tertinggi. Tulisan tersebut dimaksudkan sebenarnya sebagai cermin instropeksi bagi semua pihak di sini karena tidak/kurang peduli terhadap nutrisi dan perbaikan gizi bangsa.

Bandingkan dengan negara lain yang secara massif peduli terhadap gizi dan nutrisi penduduk. Dimana mereka punya program seperti Vietnam yang menjadi produsen ikan patin terbesar didunia setelah belajar dari negeri indonesia. Rata-rata penduduk Vietnam baik laki atau perempuan sudah lebih tinggi dari rerata penduduk Indonesia.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Menjemput keberkahan dalam mencari rezeki

berkah-rezekiDalam perjalanan pulang sehabis dari klien, seperti biasa penulis menggunakan transportasi online. Namun setelah tahu besaran biaya yang dikeluarkan dari beberapa provider, ternyata tidak selalu lebih murah. Karena sudah tahu kisaran biaya dari bandara ke rumah, maka menyetop taksi konvensional menjadi pilihan.

Entah mengapa seringkali ketika menjadi penumpang taksi, sang pengemudi taksi adalah orang yang berumur. Dan rasanya tidak enak jika jadi penumpang tidak mengobrol-obrol. Biasanya, orang yang lebih tua punya pengalaman dibandingkan yang masih muda seperti penulis ini..ehem..:-).

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ketika plagiarisme menjadi budaya instan

hlg_plagiarsmBerbicara mengenai plagiarisme, ya ternyata sudah banyak menjadi pelakunya. Kalau dirunut dari sejarah di negeri ini mulai dari murid, guru bahkan sampai level professor pun ada yang pernah melakukan plagiarisme. Seolah tidak pandang bulu, siapapun bisa saja melakukan plagiarisme.

Bahkan tulisan di web blog penulis ini juga tak luput jadi bahan plagiarisme. Ada rekan bernama Alexa yang menginformasikan ke email penulis. Beliau menemukan bahwa ada tulisan yang sama persis dilakukan orang lain dengan content web blog di tahun 2014.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ada orang yang selalu beruntung dan selalu sial, kenapa?

Gladstone GanderAda iklan sebuah produk makanan yang cukup menggelitik, tertulis : “ Orang bejo lebih beruntung daripada orang pintar”. Jadi menarik, karena kata ‘bejo’ dalam bahasa jawa memang artinya untung. Seolah-olah menggabarkan, bagaimanapun pintar atau cerdasnya seseorang, tetap saja orang bejo (“beruntung”) akan lebih sukses dan mendapatkan manfaat / benefit lebih besar daripada orang pintar. Bahkan pada cerita fiksi walt disney dikisahkan tentang tokoh yang selalu beruntung hidupnya.

Karena itu, dalam beberapa sesi pelatihan motivasi, sering penulis memberikan serangkaian tes sederhana, mengenai mengapa ada orang yang tetap beruntung atau malah jadi apes setelah mengalami serangkaian hal. Kebanyakan, sedikit yang berhasil melewati tes. Dari seratus orang, tidak sampai 5% yang berhasil melewati test.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Paradoks kepemilikan, mengapa memiliki sesuatu tidak selalu membuat bahagia?

Stairs to wealth

Apakah dengan memiliki sesuatu, entah itu berupa rumah, mobil, apartemen, villa, gadget elektronik akan memberikan kepuasan atau kebahagiaan?. Bicara mengenai kepemilikan atau memperoleh suatu benda/material fisik ternyata tidak serta merta membuat orang menjadi puas, senang atau bahagia. Seperti paradoks, karena kesenangan memiliki benda tersebut menjadi sesuatu yang lumrah dikejar manusia.

Thomas Gilovich, profesor psikolog dari Cornell University berdasarkan riset selama 20 tahun memberikan saran yang ekstrim. Jangan buang uang anda untuk membeli sesuatu benda ! Beliau menemukan dengan memiliki benda atau sesuatu, ternyata kesenangan atau rasa bahagia itu dengan cepat menghilang. Wah koq bisa?

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Hukum yang tidak sesuai dengan keadilan

no-justice-no-peace-2014

Apa yang terjadi jika memakai hukum buatan manusia? Kasus yang diulas oleh TribunNews 22 Desember kemarin, mengenai tuntutan  jaksa di pengadilan terhadap kasus pembunuhan PDE (15) , siswi 3 SMP oleh pelaku yang masih remaja SF (13) bisa menjadi contoh. Jaksa yang hanya menuntut terdakwa SF (13) untuk dirawat di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) selama 1 tahun, jelas sangat menggoyahkan rasa keadilan.

Bagaimana tuntutan jaksa itu bisa terjadi?. Faktanya SF memukuli PDE dengan palu yang telah dibawa oleh SF hingga tewas. Artinya ada unsur kesengajaan atau perencanaan pembunuhan. Menurut UU KUHP pasal 340, ancaman terhadap pelaku tindakan pembunuhan dengan perencanaan adalah hukuman mati atau seumur hidup atau bisa juga paling lama 20 tahun. Tapi kenapa jaksa hanya menuntut 1 tahun, dan itu juga bukan dipenjara, tapi lembaga perawatan sosial? Hal inilah yang diprotes keras orang tua PDE, karena merasa tuntutan hukuman tidak setimpal dengan perbuatan SF.

Baca lebih lanjut