ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Inilah pergeseran pekerjaan di masa depan

robots-replace-humans-840x420Perkembangan teknologi, mesin autonomous, revolusi industri manufaktur dan mesin cerdas ternyata telah mengubah wajah pekerjaan di dunia. Apa saja perubahan yang terjadi, fokus terhadap keahlian apa yang dibutuhkan industri? Dampak langsung adalah terjadi polarisasinya terhadap kebutuhan pekerjaan yang ada.

Ketika diamati oleh Professor Autor dari MIT, polarisasi pekerjaan atau perpindahan fokus pekerjaan sudah terjadi selama tiga dekade ini di Amerika. Temuan Autor memberikan informasi, pergeseran fokus penurunan permintaan tenaga kerja pada middle-skill white collar worker dan blue-collar job , tenaga kerja kerah biru yang biasa disebut staff, administratif, operator, atau buruh. Sebaliknya terjadi permintaan kesempatan kerja pada high-skilled worker, high-wage professional, technical-skilled professional dan pekerjaan management-high skilled.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Inilah pemenang ajang kontes robot paling bergengsi di dunia tahun 2015

TeamKAIST_DRCHubo2_mainSetelah bertahun-tahun penelitian dan pengembangan, beberapa hari persiapan intens di lokasi kompetisi, sekian hari latihan dan dua hari penuh persaingan head-to-head di depan ribuan penonton, kini akhirnya tim terbaik terpilih sebagai pemenang DRC, yang menurut penulis adalah ajang kontes robot paling bergengsi se dunia.

Mengambil tempat pertama dan hadiah 2 juta USD adalah Tim KAIST dari Daejeon, Republik Korea dengan robot DRC-Hubo. Cukup mengejutkan bahwa kali ini, tim dari negara Korea Selatan tampil sebagai pemenang, mengalahkan tim kuat robotika dari negara Jepang. Sepertinya kemajuan teknologi Korea Selatan bisa mengungguli teknologi jepang, yang dikenal maju robotika maupun elektronika. Kemunduran perusahaan teknologi seperti Sony, Toshiba, Sharp dibandingkan kemajuan perusahaan korea seperti Samsung, LG dan lainnya merupakan fakta tak terbantahkan.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Siapa pemenang ajang kontes robot paling bergengsi se dunia tahun 2015 ini?

DRP Tasks2015Menyaksikan secara live melalui  online streaming ajang kontes robot paling bergengsi se dunia tahun 2015 yang diselenggarakan oleh DARPA sungguh mengagumkan. Satu persatu tim robot berupaya mengatasi rintangan yang diberikan panitia di Fairplex, Pomona, California pada tanggal 5-6 Juni 2015. Ada 25 tim bertanding di ajang tersebut, yang berasal dari negara dan lembaga terkenal di bidang robotika, elektronika, manufaktur industri. Hanya tim dari enam negara yang lolos, yaitu dari Amerika, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Itali dan Hongkong.

Robot diuji mengatasi rintangan maupun perjalanan, mulai dari menyetir kendaraan dengan jalur tertentu, selanjutnya membuka pintu dan masuk ke dalamnya, mencari dan menutup kran/valve untuk mengatasi kebocoran. Selanjutnya ada rintangan kejutan, membongkar bata dinding dan terakhir menaiki tangga. Beberapa robot ada yang mampu melaksanakan tugas, namun ada yang gagal , pelan atau sangat lama.

Baca lebih lanjut


5 Komentar

Future of Work : Inilah penggerak perubahan pekerjaan di masa depan !

Glass TechologyDengan segenap tantangan pekerja di masa depan, mengenai kemampuan mengenali kompetensi yang bermanfaat di pekerjaan masa depan, maka kita bisa melukis gambaran kompetensi paling bermanfaat di masa depan. Tentunya untuk memastikan keberhasilan apakah kita mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi masa depan yang berbeda dengan masa kini.

Perubahan ini tentunya didorong sesuatu yang menjadi penggerak perubahan pekerjaan. Institute for the Future telah mendefinisikan serangkaian penggerak perubahan, dimana banyak perubahan mendasar yang menuntut agar organisasi mampu bertahan di depan. Menariknya, apa yang pernah penulis kemukakan dalam blog ini sangat nyambung dengan riset tersebut.

Baca lebih lanjut


3 Komentar

Prototipe Google Self Driving Car, 100% rancangan dari awal

google-carGoogle X, atau singkatan dari Google Experimental, merupakan salah satu divisi dari Google inc, yang sering membuat project/program eksperimen atau inovasi masa depan. Google Glass, kacamata pintar dengan kemampuan komputerisasi, multimedia aplikasi dan hiburan, adalah salah satu produk yang dihasilkan dari divisi itu. Sekarang mereka sudah membangun model mobil self-driving.

Dibandingkan dengan model sebelumnya, merupakan instalasi modul self driving ke dalam mobil yang ada, prototipe sekarang benar-benar berasal dari nol. Disain diperoleh dari berbagai inspirasi, mulai model pakaian sampai botol termos. Ya, memang tim Google X ini betul-betul Out of the Box. Hasilnya, model prototipe ini sangat mirip dengan model mainan mobil anak-anak di mal atau pusat perbelanjaan.

Baca lebih lanjut


9 Komentar

Mengenal DARPA, The Most Ambitious and Advanced Agency in Technology in the world (1)

darpaTiada hari tanpa internet. Konektifitas hidup sekarang, hampir selalu terhubung dengan internet. Sudah menjadi suatu kebutuhan yang rasanya saat ini tidak terbayangkan bagi generasi sekarang jika hidup tanpa internet. Internet biasa diakses dengan komputer. Alat bantu komputer paling popular adalah Mouse, yang memudahkan melakukan click dan drag suatu obyek di layar. Adanya GPS (Global Positioning System) sekarang juga sangat memudahkan dalam mencari alamat maupun membantu perjalanan .

Tiga hal diatas sepertinya berbeda, tetapi sebenarnya saling terhubung.

Apa benang merah antara internet, mouse dan GPS?.

Baca lebih lanjut


6 Komentar

Talent Acquisition ala Google, bagaimana mereka merekrut talenta terbaik ex pemenang DARPA Robotic Challenges (DRP)

ChallengeTasksV6 Hi-ResPada suatu sesi diskusi manajemen, ada pembicaraan mengenai akuisisi talenta, atau talent acquisition. Ada yang berpendapat bagian perekrutan harus merubah menjadi Talent Acquisition, sebagai bagian Talent Management. Tentu saja penulis tidak sepenuhnya setuju dengan ide tersebut, sebelum filosofi atau dasar talenta didefinisikan dengan jelas. Dasarnya begini, ada sebuah jabatan pada sebuah perusahaan dengan nama “Talent Acquisition Specialist” namun pekerjaannya tidak lebih dari sekedar Administrasi Seleksi Surat Lamaran yang datang. Nah..inilah yang perlu pembenahan. Jangan hanya menggunakan istilah ‘langitan’ padahal kerjaan masih ‘kuli’.

Mari lihat Google. Setelah melihat kemenangan tim SCHAFT dalam ajang menantang kompetisi bergengsi robot DARPA (Defence Advance Research Project Agency) atau DRP bulan Desember 2013, langsung mengakuisisi tim tersebut bulan Februari 2014. Tidak mudah bagi Google untuk bisa ‘membeli’ tim SCHAFT, karena tim SCHAFT sudah mendapatkan iming-iming pendanaan dari DARPA untuk melanjutkan risetnya, termasuk investor lainnya. Bukan Google namanya kalau hanya hal begini sudah menyerah. Mereka langsung bernegosiasi dengan kepala eksekutif tim SCHAFT dan akhirnya berhasil meyakinkan mereka untuk bergabung . Jadilah sekarang tim SCHAFT bagian dari Google.

Baca lebih lanjut