ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Pentingnya penerimaan terhadap perubahan

funny-fitness-cartoon-1Ada pertanyaan menarik dari salah seorang peserta ketika terlibat dalam diskusi perubahan organisasi pada sesi Sharing Organization Development, 21 Januari 2017 lalu. Yakni mengenai langkah perubahan yang mau dijalankan yaitu sistem otomasi tapi mendapat pertentangan yang cukup keras. Tidak hanya dari serikat pekerja, dari manajemen bahkan juga komisaris.

Ya, memang tidak semua orang mau berubah. Terlebih jika perubahan tersebut akan ‘mengganggu’ zona nyaman mereka. Disinilah justru letak bagaimana seorang pemimpin atau profesional dalam pengembangan organisasi bisa menilai dan menganalisis, perubahan apa yang bisa diterima oleh karyawan atau bagaimana meningkatkan penerimaan terhadap perubahan. Karena tidak jarang, perubahan dalam organisasi tapi tidak disertai tingkat penerimaan yang besar, maka momok kegagalan sudah tampak di depan mata.

Baca lebih lanjut

Iklan


3 Komentar

Ketika banyak ‘bullshit’ di dalam organisasi

functional-business-organizational-chartKalimat yang menjadi judul diatas tampaknya provokatif. Sebenarnya ini merupakan penyadaran bagi para pimpinan manajerial ketika organisasi mulai berkembang, tumbuh dan membesar, dengan jumlah karyawan bertambah signifikan. Kecenderungan yang terjadi adalah bertambahnya struktur, bertambahnya posisi tapi jarang dikaitkan dengan ukuran efektifitas dan efisiensi organisasi.

Mengapa hal itu umum terjadi dan kadang tidak disadari oleh para pimpinan. Biasanya, banyak alasan seperti pemenuhan kebutuhan organisasi, bertambahnya beban kerja dan puluhan alasan lainnya. Faktanya, yang terjadi adalah demikian . Ketika sudah terlalu besar, barulah pemilik perusahaan menyadari, bahwa organisasi bergerak sangat lamban, tidak responsif, tidak adaptif, lambat berubah, dengan berbagai macam aturan lainnya. Mirip seperti gajah. Besar, tapi lamban. Tidak seperti dulu, yang masih dianggap seperti ‘kancil’.

Apa sih yang dimaksud ‘bullshit’ organisasi?

Baca lebih lanjut