ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Bahan alami yang seharusnya dipakai manusia: produk fermentasi susu kefir

Ketika beberapa waktu lalu penulis bersama rekan-rekan yang peduli terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umat, berkunjung ke seorang ahli produksi dan proses kelapa, banyak hal yang membuka wawasan tentang produk alami. Beliau, pakar kelapa yang dikenal dengan “coconut man” benar-benar sangat konsisten dalam mengembangkan produk berbahan dasar kelapa. Bahkan lebih dari 1500 produk turunan bisa dihasilkan dari kelapa. Produk yang dihasilkan mulai dari VCO, obat flu, sabun, shampoo, sirup kelapa, saus, kecap, asap cair, bensin dll.

Ada produk yang bisa mengatasi penyakit flu. Produk ini begitu aman, sehingga bisa ditelan oleh manusia. Cukup disemprotkan saja ke dalam tenggorokan. Mirip dengan obat herbal. Produk yang dihasilkan tanpa pengawet, pewarna dll sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Produk ini bisa memberikan keunggulan luar biasa dibandingkan obat sintetis.

Baca lebih lanjut

Iklan


1 Komentar

Ketika manusia tidak lagi menggunakan bahan alami

Three bottles of olive oil with two olives and spices on white background

Dahulu, ada produk perawatan rambut yang benar-benar menggunakan bahan alami. Ketika penulis menggunakan produk tersebut, oleh penemunya diklaim sama sekali tidak menggunakan bahan buatan sintesis maupun deterjen dari olahan petrochemical. Bahkan sipenemu produk tersebut mengatakan untuk menguji produk alaminya. Pengujiannya sederhana, yaitu ketika cobalah dirasakan atau dikecapi oleh lidah. Jika terasa pahit, maka itu bukan bahan alami.

Sayangnya produk tersebut, tampaknya setelah pergantian manajemen sudah tidak lagi mempertahankan citra ‘real nature’. Dari komposisi terakhir yang penulis lihat, sudah menggunakan bahan-bahan sintesis seperti : Sodium Lauril Sulfate yang sering disebut sebagai deterjen atau bahan pembersih, Ammonium Lauril Sulphate yang bisa memberikan efek busa bagi pembersih rambut serta bahan lainnya seperti pengawet Formaldehyde dll. Untuk mempertahankan kesan alami, diberikan extract bahan-bahan alam, namun tentunya sudah tidak seperti dulu. Yang mengagetkan, ketika produk itu dirasa lidah, terasa pahit sekali. Sehingga penulis yakin, bahwa sudah terjadi perubahan mutu kualitas produk tersebut.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Kekeringan di tengah negeri dengan cadangan air tawar terbesar dunia

Cantareira System ShortageBrazil, negara yang sering disebut sebagai “Saudi-Arabia nya Air” dan Amerika rumahnya danau air tawar terbesar di dunia. Keduanya jika digabungkan disebut memiliki hampir seperlima seluruh persediaan air tawar di dunia. Tapi, justru sekarang mereka sedang  dilanda kekeringan terparah selama kurang lebih 80 – 100 tahun terakhir. Lha kok bisa?

Di kota Sao Paulo, Brazil,  kota mega terbesar di Selatan Amerika  dengan penduduk sekitar 20 juta jiwa sudah mengalami gangguan pasokan air bersih, dan penduduknya mengalami penjatahan air. Di California, Amerika, telah melakukan pemotongan drastis konsumsi air yang bisa mempengaruhi 39 juta penduduk di wilayah tersebut. Ini adalah penjatahan air pertama kali yang pernah dilakukan dalam sejarah negara bagian Amerika. Kekeringan dan kurangnya air hujan dalam tempo 2-3 tahun terakhir ini telah menjadi menyebabkan bencana kekeringan terburuk di wilayah tenggara Brazil dan Amerika khususnya California.

Bagaimana mungkin bisa terjadi kekeringan di Brazil, salah satu negara dengan hutan hujan tropis terbesar di dunia?

Baca lebih lanjut