ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Inikah strategi quantum leap Intel?

sandy-bridge_ep_3_largeSetelah rivalitas yang tak kunjung berakhir antara Intel vs Arm dalam segmen mobile chip smartphone, tampaknya Intel di tahun 2016 dan setelahnya tidak lagi melanjutkan produksi chip smartphonenya. Terlebih paska pengumuman tidak diteruskan chip Broxton dan project SoFianya pada pertengahan tahun ini.

Apa penyebab Intel tidak melanjutkan project chip smartphone? Alasan utama adalah kapasitas dan profitabilitynya yang sangat ketat di mobile smartphone. Ini bukanlah berarti chipset Intel untuk smartphone buruk, bahkan memiliki keunggulan dengan inti sedikit (dua core), sanggup menggungguli ARM chipset dengan 8 core. Artinya arsitektur clovertrail sudah menyaingi dan mengungguli arsitektur ARM.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Benarkah Boikot Efektif?

sari-roti-dijual-di-pinggir-jalanAkhir-akhir ini, tampaknya aksi boikot yang dilancarkan umat terhadap produk Sari Roti telah menunjukkan dampaknya. Paska klarifikasi yang tidak pas terhadap Aksi Bela Islam nan damai, dan isinya lebih banyak memberikan pandangan negatif. Akibatnya tentu berbalik kepada si pembuat klarifikasi, dimana berlangsung aksi boikot. Bayangkan, sebuah hal yang awalnya dicitrakan positif oleh masyarakat, ketika dihadapi produsen secara negatif, maka berbalik lagi menjadi negatif.

Menilik sejarah boikot, sebenarnya sudah cukup lama. Kata boikot sendiri berasal dari nama Charles Boycott Cunningham, purnawirawan kapten Angkatan Darat Inggris. Boycott pernah bekerja sebagai agen tanah pada  Lord Erne seorang tuan tanah di Lough Mask daerah County Mayo, Irlandia , dimana  Boycott dikucilkan oleh masyarakat Irlandia  sebagai bagian dari kampanye hak-hak penyewa tanah (waktu itu kedudukan penyewa tanah Irlandia sangat lemah dibandingkan tuan tanah). Kampanye hak-hak penyewa tanah tersebut (1880) dikenal sebagai kampanye menuntut adanya: “sewa yang adil, kepastian waktu sewa, dan penjualan hasil secara bebas“ atau : “Three Fs” (fair rent, fixity of tenure, and free sale).

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Sepenggal kisah dan liputan Aksi Bela Islam III 2 12

img-20161202-wa0075Pada awalnya sudah ada rencana penulis untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut. Namun perubahan tanggal acara oleh GNPF-MUI dari tanggal 25 Nov menjadi tanggal 2 Desember atau dikenal 2 12 berbenturan dengan acara pelatihan yang mesti dibawakan penulis di lembaga otoritas moneter yang letaknya berdekatan dengan tempat aksi. Walhasil, tetaplah harus diatur bagaimana supaya acara pelatihan tetap berjalan dan bisa juga meliput acara tersebut.

Berangkat pagi-pagi, kondisi sudah mulai padat pada pukul 06.30. Kendaraan mulai stagnan sejak halte tosari. Maka penulis pun berjalan dari dukuh atas sampai dengan budi kemuliaan. Jalan Thamrin mulai tertutup bagi kendaraan dan puluhan ribu massa sudah mulai tampak memadati aksi.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Pemimpin yang kehilangan legitimasinya

family-democracyDalam sesi konsultasi dan pelatihan mengenai pembentukan struktur organisasi pada anak perusahaan BUMN bidang pembiayaan beberapa waktu lalu, penulis memberikan analogi mengenai tipologi organisasi. Ada organisasi yang bersifat formal dan informal. Pemimpin formal lahir dari dalam bentuk struktur dan pengangkatan resmi. Sedangkan yang informal muncul karena interaksi sosial, psikologis dan kebutuhan yang bersifat emosional dan sosial. Dalam organisasi yang maju, baiknya pemimpin formal juga merupakan pemimpin informal. Inilah pemimpin yang dikagumi, baik di ‘dalam’ organisasi maupun di ‘luar’ organisasi.

Melihat kenyataan paska demo besar 411 (4 november 2016) lalu, penulis melihat ternyata tipologi ini tidak hanya muncul organisasi perusahaan tapi juga nampak pada organisasi pemerintahan atau negara. Kehadiran lebih dari 2 juta massa yang turun di jakarta, dari berbagai daerah telah menunjukkan siapa yang menjadi pemimpin informal negeri ini. Bahkan keinginan rakyat yang ingin menemui presiden, namun tidak bisa ditemui presiden karena beralasan akses sulit telah menjadi cibiran di dunia maya, dengan membandingkannya pada seleb/sosialita. Padahal sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memiliki keistimewaan khusus jika ingin bepergian kemanapun.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ketika anda harus memecat seorang eksekutif..

firing

Ini adalah kisah seorang eksekutif. Sebut saja namanya John. John direkrut  Jack untuk menjalankan program bisnis perusahaan, dimana dia telah menempatkan berbagai kebijakan dan prosedur dalam tempatnya. Tujuannya jelas, yaitu untuk meraih sasaran yang seringkali perusahaan/organisasi tidak bisa raih.

Sang pemilik perusahaan, Jack merasa bebannya sudah sedikit terangkat dengan keberadaan John. Namun dengan berjalannya waktu, John telah mengasingkan kolega dan rekan kerjanya serta juga gagal untuk menempatkan prioritas maupun urgensi yang dibutuhkan untuk mengajak karyawan lain mengikuti program pelatihan. Program kerja John yang tampak luarbiasa, terlihat sebagai pekerja keras menjadi tak bernilai jika tidak bisa diimplementasikan ke seluruh fungsi perusahaan.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Pilar Ke Tiga Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership)

ocean 3Pada pilar pertama samudera biru adalah fokus bagaimana memberikan lompatan motivasi dan hasil kinerja bisnis yang digerakkan oleh orang-orang dibawah kepemimpinan samudera biru. Pilar kedua menghubungkan kepemimpinan yang sesuai dengan realitas dunia pasar dan selalu melibatkan orang yang berhadapan langsung dengan pasar tersebut. Selanjutnya tentu dibutuhkan pilar ke tiga dari empat pilar kepemimpinan samudera biru.

Pilar ke tigat ini sangat memperhatikan bagaimana penyebaran dan pemberdayaan organisasi. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Pilar Ke Dua Kepemimpinan Samudera Biru (Blue Ocean Leadership)

blue ocean beauty

Kepemimpinan pilar pertama samudera biru sudah dijelaskan yaitu fokus pada tindakan dan aksi. Fokus ini menjadi pilar pertama agar bisa memberikan lompatan motivasi dan hasil kinerja bisnis yang digerakan oleh orang-orang. Bukan pada siapa yang harus ada di perusahaan atau organisasi agar bisa menjalankan motivasi dan menggerakkan kinerja bisnis.

Selanjutnya tentu dibutuhkan pilar berikutnya, sebagai bagian 4 pilar kepemimpinan samudera biru. Pilar kedua adalah berbicara tentang koneksi dan hubungan. Koneksi dan hubungan apa yang mesti dimiliki kepemimpinan samudera biru? Baca lebih lanjut