ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Bagaimana disruptive innovation bekerja?

Dalam tulisan-tulisan sebelumnya, seringkali secara tidak langsung penulis membeberkan pengaruh dan faktor inovasi yang mengganggu. Bisa dilihat bagaimana Apple mendisrupt industri jam swiss, sehingga menimbulkan tekanan berat bagi industri jam tangan mekanik tradisional mereka. Belum lagi langkah Apple yang mau masuk ke industri otomotif. Tampaknya langkah-langah ini sudah dibaca oleh para disruptor otomotif sebelumnya seperti Tesla, mengakui rivalitas dengan Apple daripada Google Car/ Alphabet.

Mengapa siklus perubahan sedemikian cepatnya, apakah yang menjadikan perusahaan bisa lebih cepat berinovasi dan mengganggu industri mapan lainnya? Jawabannya justru ada di karakter atau langkah strategis perusahaan.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Ketika komputer mengambil alih keputusan manusia

Dalam dunia komputasi, pengembangannya sangat mengagumkan. Bahkan dalam waktu dekat, penulis perkirakan akan banyak pekerjaan yang berbasis history/ data / sejarah / maupun referensi semata akan hilang atau mengecil karena sudah tergantikan oleh peran kecerdasan buatan atau cabangnya yang lebih hebat. Yaitu Cognitive Computing.

Cognitive Computing pada dasarnya merupakan sebuah mesin yang mencoba berpikir seperti manusia berdasarkan data atau informasi yang tersimpan, selanjutnya dianalisis lalu mengambil keputusan. Mari kita lihat Cognitive Computing yang terkenal, yaitu Watson. merupakan computer system dengan kemampuan cognitive computing mengesankan. Watson mampu membaca natural language dan tak hanya itu, Watson juga bisa memahami natural language. Kemampuan membaca dan memahami natural language tersebut sangat penting karena bisa membantu Watson untuk menganalisa data yang tidak teratur yang jumlahnya kira-kira 80% dari semua data yang ada saat ini atau Big data.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Saat-saat menyatukan puzzle

puzzle-business

Saya suka memandang bisnis itu sebagai ekosistem. Memberi perumpamaan bahwa bisnis merupakan representasi dari perilaku hidup organisme adalah pandangan yang wajar. Tak heran Marco Iansiti dan Lavien dengan pendekatan ekosistem menyebutkan bahwa kita terikat secara alami satu sama lain, baik itu berupa produk, teknologi, pasar, jaringan dan inovasi. Sehingga meningkatkan kinerja hubungan keterikatan jaringan tersebut, akan membantu produktifitas sesama pelaku untuk berinovasi, beradaptasi dan berubah.

Dalam kisah lain, ketika bertemu dengan para eksekutif, maupun top / high level management, pandangan serupa juga dikemukakan mereka. Bahkan bagi mereka yang memiliki kekuatan dan informasi jaringan kuat, bisa memanfaatkan dengan penuh para pelaku-pelaku tersebut, menjadi connecting rod dan mampu menyatukannya, bagaikan sebuah puzzle. Hanya saja tidak semua orang tidak memiliki pandangan dan kemampuan itu. Contoh nyata tampak bagi pelaku industri yang bisa  berperan dalam ekosistem digital.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Seperti apa bentuk Organisasi Masa Depan?

the-future-brought-to-you-by-nasaPada sesi Sharing Organization Development yang akan penulis bawakan, maupun sesi pelatihan/konsultasi/ seminar tentang pembentukan Struktur Organisasi biasanya penulis berikan materi mengenai bentuk dan struktur organisasi masa depan. Model dan bentuk ini dibuat sebagai antisipasi pemenuhan kebutuhan organisasi di masa mendatang, yang tidak bisa dihadapi dengan model saat ini.

Dalam beberapa hal, seringkali penulis menekankan tentang pentingnya membangun struktur yang tidak hirarkis, atau jangan terlalu banyak layer. Anggaplah ada dua perusahaan dengan bisnis model dan produk/jasa sejenis. Perusahaan pertama memiliki rata-rata rentang kendali atau jumlah anak buah dengan atasan adalah 4, perusahaan kedua memiliki rentang kendali 8. Maka organisasi pertama dengan 7 layer, akan memiliki 4096 staff operasional di layer terbawah dan 1365 manajer, sedangkan organisasi dengan 4 layer hanya memiliki 4096 staff operasional dan 586 manajer! Besar sekali perbedaannya, padahal skala atau model bisnisnya sama.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Cara memilih gadget yang Value Added : menggunakan produktifitas rasio

fluid-phoneSetelah sekian lama, dan mendapatkan banyak masalah karena memang usia yang sudah tua, akhirnya penulis merelakan gadget HP yang sudah menemani sekian lama harus di ‘lem biru’. Lebih dari 6 tahun lalu, itu gadget masih layak disebut smartphone, sekarang mungkin sudah kurang smart lagi. Padahal penulis sudah memaksimalkan penggunaan gadget tersebut, baik untuk agenda/scheduler, online messenger, push-email, internet connection dan lainnya. Boleh dibilang, dengan segala fitur tersedia, kemampuan HP tersebut benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Pilihan tentunya berdasarkan rasionalitas, dengan keseimbangan antara fungsionalitas, estetika, harga dan tentunya daya tahan baterai. Dengan fokus penggunaan untuk aktifitas mobile, maka gadget HP itu, tentunya harus mampu bertahan lebih dari 1 hari. Karena itu, pilihan pertama tentunya kemampuan baterai jadi prioritas. Rasanya aneh, jika memiliki smartphone tapi masih membawa-bawa powerbank. Terus terang HP sebelumnya memiliki performa terbaik dalam baterai.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Samsung tiru langkah Apple di otomotif?

samsung-smart-carBanyak yang mengatakan bahwa Samsung adalah pengekor Apple. Bila Apple sudah meluncurkan produk inovatifnya, maka tak lama Samsung juga meluncurkan produk terbarunya + keunggulan fitur tambahan. Berbeda dengan Xiaomi yang sering disebut ‘tiruan’ Apple. Sampai-sampai peluncuran produk baru oleh Lei jun, benar-benar persis dengan peluncuran produk Apple oleh Steve Jobs.

Langkah Apple yang mencoba masuk ke ranah otomotif tampaknya juga diikuti oleh Samsung. Mereka kini rela mengeluarkan koceknya untuk membeli Harman International Industries, perusahaan penyedia layanan teknologi/hiburan/entertainment untuk kendaraan mobil, senilai 8 Milyar USD. Wow..banyak sekali.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Inovasi yang digagalkan politik+kekuasaan

lahirnya-pesawat-nasional-n-250-gatot-kacaKetika beberapa waktu lalu penulis akan memberikan pelatihan asset management untuk salah satu anak perusahaan BUMN, dimana akan diberangkatkan naik pesawat berikutnya setelah tiba di Balikpapan. Tentunya pesawat yang lebih kecil, karena hanya berjarak sekitar 250 km, yang kalau ditempuh via darat akan memerlukan waktu 5-6 jam, tergantung kondisi. Pesawat yang akan ditumpangi adalah bukan pesawat jet.

Pesawat tersebut adalah jenis turboprop, type ATR 42-500. Memiliki kapasitas penumpang sekitar 50. Melihat bentuk pesawat tersebut, mengingatkan pada pesawat disain asli IPTN (sekarang PT DI) yang bernama N-250, dimana N adalah singkatan dari Nusantara.

Baca lebih lanjut