Praktik BPR secara memikat dengan penyajian Visual

Consulting Process ReengineeringSecara alami, manusia lebih mudah memahami secara visual dibandingkan dengan verbal. Menurut psikolog Albert Mehrabian, manusia lebih paham 55% secara visual dibandingkan penyampaian melalui vokal. Berikutnya adalah dengan vokal (38%) dan terakhir adalah melalui verbal (7%). Artinya jika informasi disajikan melalui gambar visual yang menarik dan memikat akan jauh lebih mudah dipahami bila informasi masuk melalui cerita atau membaca.

Karena itulah, dalam pengalaman konsultansi seringkali penulis tidak menggunakan banyak kata-kata atau ceramah yang bersifat lecturer. Bahkan dalam proses diskusi interaktif, seringkali menggunakan cara-cara yang lebih konvensional tapi memancing keterlibatan user lebih dalam. Hasilnya pun lebih baik dibandingkan dengan diskusi kata semata.

Baca lebih lanjut

Inilah negara-negara terkuat secara militer tahun 2016

panser anoaTahun 2015, negara-negara terkuat militer secara kuantitatif sudah disebutkan dalam situs ini. Negara-negara asia tampak unggul pada posisi di tahun 2015. Sekarang bagaimana posisi negara terkuat militer tahun 2016?.

Situs GlobalfirePower (GFP) kembali menyajikan kekuatan relative militer negara berdasarkan potensi, senjata, infrastruktur militer, jumlah penduduk, kekuatan ekonomi, logistik maupun matra kekuatan peralatan tempur di darat, laut dan udara. Jumlah negara yang diperingkatkan ada 126 negara. Sayangnya tidak semua negara dimasukkan dalam database GFP tersebut.

Baca lebih lanjut

Anak SD berkemampuan SMU/Sarjana..mengapa tidak?

Jpeg

Melihat foto diatas, jika dibilang bahwa dalam kompetisi Autonomous Race Robot ada anak SD bisa bersaing dengan anak SMU mungkin tidak percaya. Di foto tersebut, dari tinggi dan besarnya badan sudah terlihat bahwa ada anak setingkat SD yang bisa bersaing dengan anak SMU untuk pemrograman Robot. Ya memang, sebenarnya  perlombaan itu diperuntukkan bagi SMP dan SMU, namun karena sudah dibekali belajar programming maka tim anak SD bisa diikutsertakan.

Dalam perjalanan mengamati dunia pendidikan, penulis melihat ada beberapa orang yang mau ‘mendobrak’ sistem pendidikan yang ada. Daripada berkutat atau tetap memaksakan mengikuti kurikulum pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah  atau institusi tertentu, mereka bahkan mengambil aliran yang lebih ekstrim. Yaitu membuat sekolah atau pengajaran sendiri sesuai dengan visi misi mereka.

Baca lebih lanjut

Inovasi yang membuat kisruh : online apps transport vs conventional transport

The Uber Technologies Inc. logo is seen on the ground at Ronald Reagan National Airport (DCA) in Washington, D.C., U.S., on Wednesday, Nov. 26, 2014. Uber Technologies Inc. investors are betting the five-year-old car-booking app is more valuable than Twitter Inc. and Hertz Global Holdings Inc. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

Entah, berapa lama lagi kisruh antara jasa transportasi aplikasi online dengan jasa transportasi konvensional akan berakhir. Setelah demo besar-besaran kemarin oleh pengemudi taksi konvensional, tampaknya masih menyisakan PR besar bagi pemerintah karena ini menyangkut hajat hidup dan urusan perut. Sayang, pemerintah tidak tanggap terhadap hal ini, ataukah sengaja membiarkan?

Ketika penulis menggunakan taksi konvensional, mereka sebenarnya sudah memahami akan adanya persaingan dan kompetisi antara jasa transportasi dengan apps maupun yang konvensional. Taksi umumnya dibagi dua model , ada sistem setoran dan kedua sistem bagi hasil, dengan opsi kepemilikan kendaraan. Nah, bagi pengemudi dengan sistem setoran memiliki keleluasaan, karena biasanya pengelola tidak mempermasalahkan jika mau menggunakan apps online, hanya saja jangan terlalu terbuka. Toh yang penting setoran tetap. Tapi bagi pengemudi dengan sistem bagi hasil, inilah yang membuat mereka ‘gigit jari’ karena penghasilannya terus tergerus dengan keberadaan transportasi  apps online. Puncaknya adalah demo di Jakarta tanggal 22 maret lalu.

Baca lebih lanjut

Ketika ide tulisan menjadi kenyataan…

Ideas Reality

Jika pembaca rajin melihat dan memperhatikan konten isi blog ini, maka isinya sudah mulai beragam. Di tahap awal-awal penulisan masih berkutat tentang SDM dan pengembangan organisasi. Selanjutnya mulai merambah ke arah bisnis, manajemen, dan strategis. Dan sekarang sudah mencakup hal di luar tersebut, dimana ada tulisan mengenai teknologi, informasi, riset, militer bahkan aspek hukum dan politik.

Melihat timeline tulisan, ada benang merah yang terhubung dari tulisan di blog ini. Penulis pernah membuat tulisan mengenai inovasi terbuka oleh Lego, yang membantu Lego bangkit dari kebangkrutan taktala berhadapan dengan console games di era 90 an. Pembentukan produk Lego Mindstorm ini, juga mengilhami penulisan mengenai aspek teknologi robotika yang terkait. Dimana ada kontes robot paling terkemuka di dunia DRC yang dipelopori oleh agensi pertahanan teknologi amerika yaitu DARPA.  Lantas ada juga tulisan tentang Google yang berniat masuk ke dunia otomasi dengan membeli peraih skor tertinggi DRP tahun sebelumnya yaitu tim SCHAFT termasuk perusahaan robot Boston Dynamics.

Baca lebih lanjut

Apa dampak Xiaomi dan Huawei bagi Samsung?

whats nextKetatnya bisnis dan kompetisi dalam bisnis elektronik, terutama gadget, smartphone, tablet maupun perangkat wearable device lainnya, tampaknya cukup mengganggu posisi tahta no 1. Samsung, yang masih menduduki peringkat produsen smartphone/tablet dan gadget terbesar di dunia. Mau tidak mau harus mengakui dampak tersebut. Terutama bagi revenue dan profit perusahaan.

Ketika Xiaomi mampu menduduki peringkat 3 smartphone di tahun 2014, lantas digeser oleh Huawei tahun 2015 memberi dampak signifikan bagi  pangsa pasar dan penurunan penjualan Samsung. Dalam laporan akhir tahun 2015, laba bersih Samsung untuk triwulan keempat tahun 2015 anjlok 40 persen menjadi 3,2 triliun won atau sekitar US$ 2,7 miliar (Rp 26,42 triliun). Pendapatan Samsung juga turun sekitar 2% atau  5,6 triliun won menjadi 200,6 triliun won (US$ 165,5 miliar).

Baca lebih lanjut

Menggapai lompatan kuantum bisnis dan teknologi

Light spectrum

Dahulu, ketika penulis menjadi karyawan Management Trainee, salah satu manajemen puncak pernah mengatakan dalam sesi pelatihan MT tersebut. “ Kita tidak bisa menjadi terdepan, jika hanya mengikuti / follower apa yang sukses dilakukan perusahaan lain..” Dalam beberapa tahun berikutnya, perusahaan tersebut berani mengambil resiko tinggi dengan mengaplikasikan suatu Aplikasi sistem  IT terintegrasi yang masih jarang dilakukan pesaing. Selanjutnya juga berani terjun ke dalam E-Business.

Memang dalam kenyataan, jika mau menjadi terdepan dalam hal bisnis, tampaknya akan berat jika hanya mengikuti pesaing, kompetitor atau apa yang sudah dilakukan organisasi lain. Perusahaan memang bisa mendapatkan manfaat dengan mengikuti success story perusahaan lain, tapi tetap akan dibawah perusahaan yang sudah dulu menjalankan suatu sistem, aplikasi, teknologi atau infrastruktur baru itu.

Baca lebih lanjut