Cara merekrut talenta untuk Perusahaan Start-Up dan Digital Technology Demonstrator

Di era revolusi digital saat ini, dengan bertebarannya perusahaan digital berbasis aplikasi,  start-up dan technology demonstrator baik disruptive inovator atau perusahaan yang  baru saja mendapatkan kucuran dana dari venture capital, menyebabkan pencarian karyawan yang bertalenta dengan kebutuhan khusus menjadi sulit. Perusahaan dengan kategori diatas, tidak bisa lagi menggunakan proses perekrutan dan standar perekrutan biasa, karena memang ada perbedaan besar antara perusahaan tersebut dengan perusahaan tradisional/manufaktur biasa.

Ini sebenarnya merupakan dampak dari perubahan eksponensial di sekitar kita, yang menjadi penggerak perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Dengan perubahan tersebut, maka pekerja tidak bisa mengandalkan pengetahuan masa lalu, tapi harus bisa mengidentifikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Sehingga itu menjadi tantangan pekerja masa kini. Bahkan mesti pula dipelajari bagi para mahasiswa/pelajar yang akan mengarungi dunia nyata ketika lulus nanti.

Baca lebih lanjut

Paradoks kepemilikan, mengapa memiliki sesuatu tidak selalu membuat bahagia?

Stairs to wealth

Apakah dengan memiliki sesuatu, entah itu berupa rumah, mobil, apartemen, villa, gadget elektronik akan memberikan kepuasan atau kebahagiaan?. Bicara mengenai kepemilikan atau memperoleh suatu benda/material fisik ternyata tidak serta merta membuat orang menjadi puas, senang atau bahagia. Seperti paradoks, karena kesenangan memiliki benda tersebut menjadi sesuatu yang lumrah dikejar manusia.

Thomas Gilovich, profesor psikolog dari Cornell University berdasarkan riset selama 20 tahun memberikan saran yang ekstrim. Jangan buang uang anda untuk membeli sesuatu benda ! Beliau menemukan dengan memiliki benda atau sesuatu, ternyata kesenangan atau rasa bahagia itu dengan cepat menghilang. Wah koq bisa?

Baca lebih lanjut

Apa perbedaan utama antara ISO 22000 dan HACCP?

Cartoon of two chickens. One laid an egg. The other says, "Careful! If that egg contains salmonella, you could be labeled a terrorist."

Banyak yang beranggapan bahwa dengan sudah menerapkan HACCP  (Hazard Analysis & Critical Control Point) maka kita sudah memenuhi jaminan keamanan pangan secara total. Pernyataan ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan, karena memang pada HACCP, keamanan pangan menjadi isu utama. Segala titik kritis, dari rantai produksi/proses pembuatan pangan diteliti apakah bisa memberikan dampak/bahaya terhadap pangan tersebut. Baik dari segi fisik, kimia atau biologis.

Lantas bagaimana dengan standar ISO 22000? Yang sering disebut sebagai Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Apakah ISO 22000 dan HACCP itu sesuatu yang berbeda atau dimana kesamaannya?

Baca lebih lanjut

Manfaat BPM – Business Process Management bagi pemerintahan dan institusi publik

Workflow Redesign CartoonSaat ini, masih banyak yang beranggapan bahwa BPM (Business Process Management) lebih tepat diaplikasikan pada organisasi bisnis, perusahaan maupun komersial. Pada kenyataannya, BPM bisa memberikan manfaat besar bagi organisasi pemerintahan atau institusi publik. Layanan publik memang tidak memberikan revenue atau pendapatan, karena institusi publik bukanlah organisasi komersial. Lantas dimana BPM bisa berperan?

Pada dasarnya BPM dengan metode peningkatan kinerja melalui BPR atau BPI bermaksud memberikan perbaikan dalam hal kualitas, biaya, kecepatan, keamanan, moral dan lainnya. Nah, aspek terhadap peningkatan kuallitas, penurunan biaya proses atau lead time services atau aspek keamanan bisa menjadi target bagi penerapan BPM bagi insitusi publik atau pemerintahan. Inilah peran BPM bisa dimaksimalkan bagi organisasi tersebut.

Baca lebih lanjut

Mengenal Sistem Keamanan Pangan – Food Safety HACCP

Cinderella food safetyDalam bisnis FMCG (Food Manufacturing & Consumer Goods) keamanan pangan merupakan hal kritikal karena konsumen dimanapun menginginkan adanya jaminan keamanan akan pangan yang akan dikonsumsi mereka. Terlebih jika pangan tersebut sudah menjadi komoditas internasional, telah melewati batas-batas negara. Dengan demikian perlu adanya suatu bentuk ‘keamanan pangan’ yang bisa dijadikan standar.

Bukan berarti bisnis FMCG terdahulu tidak peduli terhadap keamanan pangan. Namun upaya yang dilakukan sangatlah masih jauh dari harapan. Sebelum tahun 1960 an, secara tradisional keamanan pangan lebih diarahkan kepada uji rasa atau istilah kerennya organoleptic, yaitu penggunaan indera perasa seperti lidah atau pengamatan terhadap warna, bau dan tekstur suatu pangan. Model ini sangat mengandalkan keahlian dan pengalaman penguji terhadap kualitas pangan itu sendiri. Karena bersifat retroaktif, dan sedikit memberikan proteksi kecil misalnya terhadap pencemaran dari bakteri patogen. Sehingga sulit dibuatkan dalam standar yang bisa diterima manapun.

Baca lebih lanjut

Apa perbedaan utama BPR dan BPI?

Future LivingDalam praktek konsultansi maupun training yang penulis lakukan, BPR – Business Process Reengineering dan BPI – Business Process Improvement sering kali diperbandingkan. Keduanya memang terkait satu sama lain. Ibarat saudara kembar memiliki banyak persamaan. Tapi tetap ada perbedaan diantara keduanya. Nah disini penulis akan mengulas apa yang membedakan dua model peningkatan kinerja proses tersebut.

Persamaan diantara keduanya adalah sama-sama bertujuan meningkatkan kinerja. Keduanya juga menggunakan metode, tools, pendekatan dan model yang boleh dibilang serupa dalam upaya peningkatan kinerja. Secara definisi BPR dan BPI merupakan segenap upaya secara sistematis untuk memahami, memetakan dan mengukur kinerja proses saat ini menjadi lebih baik melalui serangkaian perubahan cara kerja, metode kerja, alat kerja/perangkat/tata letak kerja dan lainnya sehingga terjadi perbaikan dalam hal quality, cost, speed, delivery, safety, morale dan pendapatan/profit organisasi.

Baca lebih lanjut

Inilah pergeseran pekerjaan di masa depan

robots-replace-humans-840x420Perkembangan teknologi, mesin autonomous, revolusi industri manufaktur dan mesin cerdas ternyata telah mengubah wajah pekerjaan di dunia. Apa saja perubahan yang terjadi, fokus terhadap keahlian apa yang dibutuhkan industri? Dampak langsung adalah terjadi polarisasinya terhadap kebutuhan pekerjaan yang ada.

Ketika diamati oleh Professor Autor dari MIT, polarisasi pekerjaan atau perpindahan fokus pekerjaan sudah terjadi selama tiga dekade ini di Amerika. Temuan Autor memberikan informasi, pergeseran fokus penurunan permintaan tenaga kerja pada middle-skill white collar worker dan blue-collar job , tenaga kerja kerah biru yang biasa disebut staff, administratif, operator, atau buruh. Sebaliknya terjadi permintaan kesempatan kerja pada high-skilled worker, high-wage professional, technical-skilled professional dan pekerjaan management-high skilled.

Baca lebih lanjut