Menuju Smart Asset Management System – apa karakteristiknya

Dalam tulisan terdahulu ketika menangani pengelolaan aset kontraktor migas  dan juga memperhatikan aspek disruptive innovation pada industri migas  telah membawa penulis kepada suatu konsep, yang mungkin merupakan sinergi antara pengelolaan asset dengan penerapan industri 4.0 yaitu smart asset management system.

Pada dasarnya asset suatu organisasi bisa berupa asset fisik yang meliputi : kantor, peralatan mesin produksi / peralatan operasional, lokasi pabrik / pabrik fisik , serta asset non fisik yang berupa :  teknologi, informasi dan data,  merek, reputasi, yang mendukung proses bisnis dan ekspansi bisnis di masa depan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Disruptive Technology Innovation pada TV Industri dan Media

Saat ini kita menyaksikan, begitu cepatnya perubahan dalam tayangan media, pasar TV konvensional maupun video. Pasar TV dan video sangat dinamis dan ditandai oleh sejumlah besar penggerak: digitalisasi media, new TV-media market offering , dan gangguan oleh pemain digital memastikan perubahan yang cepat dalam industri ini. Bahkan bisa dikatakan telah membentuk ekosistem baru dalam media – new media ecosystem.

Adanya PHK stasiun TV dengan segmentasi khusus, Net TV (Agustus 2019) serta telah merebaknya layanan VoD (Video on Demand) oleh para media content aggregator semacam Netflix, Hulu, Amazon TV telah merubah wajah tayangan media TV. Netflix, yang didirkan pada tahun 1997 dengan hanya karyawan 20 orang, telah berkembang dari 33 juta pelanggan di tahun 2013, lima tahun berikutnya telah memiliki pelanggan sekitar 100 juta, dan akan menjadi 3 kali lipatnya di tahun 2020, menurut prediksi para analyst. Kini dianggap sebagai bentuk disruption innovative bagi TV industri konvensional.

Apa saja teknologi yang bisa menjadi penggerak bagi para disruptor bagi TV industry dan media saat ini? Berikut adalah hasil analisis.

Baca lebih lanjut

Pengelolaan asset di kontraktor migas / industri migas seperti apa?

Migas IndonesiaSaat menangani konsultansi pada kontraktor migas/ KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), terkait pengelolaan asset tentunya memerlukan landasan dan referensi yang kuat terkait pengelolaan asset. Ini tidak bisa lepas dari skema bagi hasil yang diberikan. Skema bagi KKKS  migas di Indonesia saat ini bisa dibagi dua skema yaitu cost recovery dan gross split. Sederhananya skema cost recovery adalah semua biaya terkait perolehan migas akan diganti negara, selanjutnya hasil migas akan diberikan ke negara memiliki porsi lebih besar dengan kisaran pembagian 85% negara dan 15% kontraktor. Sedangkan skema gross split bahwa semua biaya terkait perolehan migas ditanggung semuanya oleh kontraktor, selanjutnya kontraktor mendapatkan bagi hasil yang lebih besar dari perolehan migas, skemanya bisa 57% bagi negara, dan 43% bagi kontraktor.

Pada skema cost recovery bagi kontraktor , maka pemerintah harus memberlakukan regulasi yang kuat, kontrol yang ketat serta berbagai aturan, pedoman maupun juklaknya.  Terkait itu, sudah ada badan bentukan Pemerintah yaitu SKK Migas sebagai Badan  Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Boleh dikatakan, SKK migas memiliki kepentingan agar asset – asset yang digunakan KKKS bisa berdaya optimal dalam memberikan nilai perolehan migas sesuai dengan target lifting migas. Skema ini mengharuskan setiap investasi/pengeluaran dari kontraktor harus melalui persetujuan mekanisme anggaran yakni Work Planning & Budget serta otorisasi untuk pengeluarannya (Authorization for Expenditure). Sedikit berbeda dengan skema gross split, maka apapun pengeluaran dari kontraktor maka semuanya harus dihitung sendiri oleh Kontraktor agar biaya yang dikeluarkan masih masuk anggaran dan kontraktor masih mendapatkan keuntungan dari bagi hasil perolehan migas yang didapat.

Baca lebih lanjut

Vietnam akankah jadi pemimpin di ASEAN?

Vietnam EconomyPenulis suka mengamati perkembangan , kemajuan ekonomi atau teknologi di negara-negara tetangga. Dalam beberapa analisis seperti tentang Vietnam, yang berhasil mengembangkan industri perikanan, telah menjadi pemasok ikan patin terbesar di dunia. Kini sudah menjelma menjadi negara yang patut diperhitungkan dalam kancah geopolitik dan geostrategis, khususnya kawasan ASEAN.

Padahal kita tahu, negeri tersebut tahun 70 an masih perang melawan Rambo alias Amerika. Meski menderita banyak korban di pihak Vietnam, namun negeri tersebut dianggap menang karena kegagalan misi Amerika selama perang tersebut.

Baca lebih lanjut

Apa saja disruptive innovation di sektor oil & gas industry?

Berbicara mengenai disruptive innovation, seringkali diskusi mencakup industry yang umum, start-up, technology based dan bersifat penghubung. Jarang berhubungan dengan segmentasi industri yang capital intensive, high risk industry atau proyek-proyek dengan expenditure yang besar. Nah, terkait topik diatas, mungkinkan terjadi disruptive innovation pada sektor migas (oil & gas industry)?

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebenarnya sudah ada disruptive pada industri oil dan gas. Memang melihat kondisi keadaan cadangan minyak dan gas di negeri ini, tampaknya sulit terhadap sektor ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Komersialisasi pada sumber minyak dan gas non-conventional seperti pada minyak dan gas serpih (oil and shale gas), telah menurunkan harga minyak dan gas sangat signifikan. Jika anda pernah mendengar tentang perusahaan Mitchell energy, maka boleh dikatakan perintis disruptive innovator khusus pada minyak dan gas serpih, dengan temuan formula fracking fluid, yang mampu meningkatkan produksi minyak/gas serpih mereka. Teknologi fracking yang ditemukan membuat eksplorasi dan eksploitasi minyak/gas serpih menjadi feasible saat ini.

Baca lebih lanjut

Menyusun Sistem Remunerasi yang selaras dengan Strategi Bisnis perusahaan (2)

Formulasi Remunerasi strategi sebagaimana dijelaskan sebelumnya pada tulisan awal ini , tergantung pada strategi bisnis dan pengaruh lainnya seperti peraturan dan regulasi, proses bisnis, struktur organisasi, budaya dan lainnya.

Dalam implementasinya, terkait formulasi sistem remunerasi dan kompensasi maka ada beberapa segmentasi yang perlu diperhatikan. Ada lima Segmen yang bisa menjadi perhatian, sebagai bagian penyusunan sistem remunerasi.

Baca lebih lanjut

Menyusun Sistem Remunerasi yang selaras dengan Strategi Bisnis perusahaan (1)

Ketika memberikan pelatihan maupun konsutansi mengenai reward strategy atau sistem remunerasi strategis, kebanyakan perusahaan masih jarang mengaitkan bisnis plan mereka dengan reward plan. Ini sudah pernah penulis bahas dalam artikel mengenai pentingnya compensation plan di dalam bisnis, karena bisa menjadi key stone dalam keberhasilan bisnis di masa mendatang.

Adalah hal yang penting untuk memiliki strategi bisnis korporat atau organisasi sebelum mengembangkan sistem remunerasi atau merevisi sistem remunerasi.

Baca lebih lanjut