ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


1 Komentar

Menyusun Sistem Remunerasi yang selaras dengan Strategi Bisnis perusahaan (2)

Formulasi Remunerasi strategi sebagaimana dijelaskan sebelumnya pada tulisan awal ini , tergantung pada strategi bisnis dan pengaruh lainnya seperti peraturan dan regulasi, proses bisnis, struktur organisasi, budaya dan lainnya.

Dalam implementasinya, terkait formulasi sistem remunerasi dan kompensasi maka ada beberapa segmentasi yang perlu diperhatikan. Ada lima Segmen yang bisa menjadi perhatian, sebagai bagian penyusunan sistem remunerasi.

Baca lebih lanjut

Iklan


2 Komentar

Menyusun Sistem Remunerasi yang selaras dengan Strategi Bisnis perusahaan (1)

Ketika memberikan pelatihan maupun konsutansi mengenai reward strategy atau sistem remunerasi strategis, kebanyakan perusahaan masih jarang mengaitkan bisnis plan mereka dengan reward plan. Ini sudah pernah penulis bahas dalam artikel mengenai pentingnya compensation plan di dalam bisnis, karena bisa menjadi key stone dalam keberhasilan bisnis di masa mendatang.

Adalah hal yang penting untuk memiliki strategi bisnis korporat atau organisasi sebelum mengembangkan sistem remunerasi atau merevisi sistem remunerasi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Bagaimana disruptive innovation bekerja?

Dalam tulisan-tulisan sebelumnya, seringkali secara tidak langsung penulis membeberkan pengaruh dan faktor inovasi yang mengganggu. Bisa dilihat bagaimana Apple mendisrupt industri jam swiss, sehingga menimbulkan tekanan berat bagi industri jam tangan mekanik tradisional mereka. Belum lagi langkah Apple yang mau masuk ke industri otomotif. Tampaknya langkah-langah ini sudah dibaca oleh para disruptor otomotif sebelumnya seperti Tesla, mengakui rivalitas dengan Apple daripada Google Car/ Alphabet.

Mengapa siklus perubahan sedemikian cepatnya, apakah yang menjadikan perusahaan bisa lebih cepat berinovasi dan mengganggu industri mapan lainnya? Jawabannya justru ada di karakter atau langkah strategis perusahaan.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Vision Testing : Bagaimana melakukan test evaluasi Visi dan Misi Organisasi?

Sebuah visi dan misi yang baik tentunya memiliki karakteristik sendiri. Namun tidaklah mudah untuk membuat sebuah Visi dan Misi yang bisa memberikan tujuan, arahan maupun strategi sehingga dipahami oleh semua insan dan individu di dalam organisasi. Ada beberapa teknik dan evaluasi untuk menilai bagaimana visi dan misi tersebut sesuai dengan organisasi.

Lantas bagaimana mengevaluasi terhadap Visi dan Misi. Tentunya ada langkah sederhana untuk melakukan evaluasi terhadap Visi dan Misi perusahaan. Dengan melakukan penilaian evaluasi secara kualitatif ini, bisa terlihat apakah Visi dan Misi tersebut layak dan sesuai. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Sejarah bisnis konsultansi manajemen

Berbicara mengenai bisnis konsultansi cukup menarik, bila melihat sejarahnya. Ini merupakan usaha yang benar-benar Human Asset Capital Intensive. Jika dianalogikan, bisa sama dengan klub Olahraga, dimana nilai klubnya berdasarkan performa pemain.

Asal-usul konsultansi manajemen bisa ditelusuri mulai pada 1800-an. Perusahaan konsultansi pertama, Arthur D. Little didirikan pada tahun 1886.  Industri konsultasi tumbuh perlahan selama setengah abad, dengan peluang pelanggan tertentu yang sudah berada dalam genggaman, atau dengan spesialisasi fungsional tertentu.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Apa test dan simulasi terbaik bagi Business Continuity Management?

Ketika memberikan arahan dan training mengenai Business Continuity Management pada salah satu perusahaan manufaktur ethanol terbesar di Indonesia beberapa waktu lalu, ada pertanyaan menarik dari peserta mengenai BCM ini. Sebagai sebuah sistem, atau manajemen tentunya BCM ini perlu diuji, nah bagaimana pengujiannya?

Sebuah pertanyaan menarik, karena memang pada dasarnya BCM ini akan bekerja saat terjadi kondisi bencana, kondisi tidak diinginkan atau sebuah incident/disruptive. Sama ketika mengisi seminar mengenai BCM tahun 2014 lalu, maka BCM ini justru diharapkan tidak terjadi. Tapi, kalau seandainya terjadi incident/disruptive, maka akan terlihat mana organisasi yang akan siap, mana yang tidak. Tingkat kesiapan inilah nantinya bisa diuji melalui testing atau simulation.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Masalah Perkembangan Koperasi Secara Umum

problem-analysis-solutionDalam tulisan terdahulu mengenai koperasi, sudah diungkapkan mengenai sejarah, akar historis dan tujuan dibentuknya Koperasi. Tujuan koperasi memang mulia, yaitu diharapkan sebagai pilar, soko guru, penyangga dan tulang punggung ekonomi Indonesia. Yang dari sejak  tahun 1960an sudah didengungkan oleh bung Hatta.

Tapi, fakta berbicara berbeda. Andil Koperasi masih dibawah 2% dari PDB Indonesia. Belum ada Koperasi yang memiliki ratusan ribu atau jutaan anggota. Koperasi terbesar di Indonesia pun hanya memiliki ribuan anggota. Jika dibandingkan dengan koperasi di negeri tetangga, sangat jauh. Apalagi jika perbandingannya dengan koperasi dari luar negeri semacam Credit Agricole, Nong Hyup, Kaisar Permanente dll. Secara fakta dan kebijakan pemerintah, belum kelihatan keberpihakan kepada pengembangan Koperasi.

Baca lebih lanjut