ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


3 Komentar

Individual Development Plan yang baik, seperti apa?

people growthBeberapa waktu lalu, ada seorang senior manager sebuah perusahaan multinational company yang berkonsultasi kepada penulis. Adapun yang dimaksud adalah bagaimana mengisi sebuah form mengenai rencana pengembangan pribadi atau istilah kerennya sebagai Individual Development Plan. Menariknya, sambil memperlihatkan bentuk dan contoh IDP, bagi penulis justru yang menjadi kekuatan dari IDP perusahaan adalah makna maupun filosofi dari IDP tersebut.

Bentuk form IDP sangat sederhana, straight to the point. Berbeda dengan bentuk IDP lainnya yang cenderung sangat formal dan  rumit. Ibarat suatu program, sangat memenuhi konsep KISS, keep it simple stupid. Apa saja isi dari IDP tersebut, mari kita lihat, tentunya tanpa perlu menampilkan nama perusahaan MNC nya.

Baca lebih lanjut

Iklan


2 Komentar

Cara belajar dan berlatih sampai tingkat pakar, bagaimana?

Zlatan-Ibrahimovic-1438394Banyak orang melakukan kesalahan umum dalam proses belajar yaitu : melakukan kegiatan secara terus menerus dengan waktu lebih besar. Contohnya, jika anda ingin ahli dan jago catur, maka anda biasanya diinstruksikan untuk banyak main catur. Sama juga dengan bermain bola, maka anda harus sering bermain bola. Nanti lama-kelamaan akan jago. Atau bagi pelajar yang ingin sukses matematika, maka dia harus sering berlatih soal-soal matematika

Memang, jika kita lakukan hal demikian diatas bisa terjadi peningkatan kinerja. Tapi hasilnya tidaklah sebaik jika dilakukan dengan pola yang benar. Ambil contoh, dalam tulisan ini dikisahkan tentang Bill Gates bagaimana hanya belajar dalam waktu sedikit, tapi memperoleh impact luar biasa. Zlatan Ibrahimovic adalah pemain bola dengan kemampuan luar biasa dalam melakukan tendangan kea rah gawang lawan meskipun dengan posisi sulit. Kira-kira apakah yang Zlatan lakukan sebelumnya? Dia tidak melatih menendang bola terus-meneurus, tapi justru latihan Taekwondo secara mendalam, yaitu suatu bentuk beladiri standup fighting dengan kaki sebagai sarana utama beladiri.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Aplikasi Rosenthal/Pygmalion Effect di lingkungan kerja

connected mindsDalam tulisan sebelumnya, mengenai efek Rosenthal atau Pygmalion dari Guru kepada Murid, dan juga efek kebalikannya dari murid kepada Guru memberikan bukti bahwa manusia memang memiliki koneksi timbal balik melalui harapan-harapan, baik itu bersifat positif maupun negatif. Keduanya memiliki dampak dan interaksi satu terhadap lainnya.

Kadang penulis jadi berpikir, dan ini mungkin bisa jadi riset selanjutnya bagi yang berminat. Bagaimana kalau dari ke dua pihak diberi info positif dan negatif sekaligus, apa yang akan terjadi? . Bisa dihipotesiskan jika ada interaksi tersebut maka ekspektasi terkuat yang unggul .

Namun, terlepas dari itu semua, harapan dan ekspektasi positif harus menjadi landasan keyakinan bagi kita. Agar karyawan bisa mendapatkan dampak terbesar, maka pihak yang berinteraksi mestinya sama-sama memiliki keyakinan positif. Baik itu antara atasan dengan staff maupun antara staff dengan atasan sendiri.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Menjalankan Coaching Counseling dengan seharusnya

counsellingSering kita mendengar istilah ini coaching counseling. Rasanya sudah terlalu umum, dan biasa menjadi bagian dari kompetensi atau karakter seorang pemimpin atau leadership skill. Tapi menariknya, justru banyak disalahartikan oleh manajer atau pemimpin di organisasi. Bahkan dalam suatu diskusi dengan seseorang, yang menduduki posisi top manajerial,  acap ada keluhan seperti : “Saya sudah sering coaching mereka, tapi mereka tetap saja tidak mengikuti arahan”. Saya hanya tersenyum, karena coaching yang dimaksud cuma ‘instruksi’ atau ‘perintah’ semata. Jelas, ini kesalahan di pemimpin, bukan bawahan. Pantas saja jika unit yang dipimpin belum menunjukkan performa seharusnya.

Mari telaah makna sebenarnya dari coaching.  Asal muasal coaching dari psikologi olahraga, dimana ada prinsip dalam olahraga yaitu : Lawan dalam kepala sendiri seorang atlet adalah lebih tangguh daripada lawan atlet di seberang lapangan olahraga. Dari prinsip tersebut, terlihat fokus perhatian pada mental block, internal strength serta faktor internal diri lainnya.  Nah..disini mulai tampak prinsip-prinsip dasar coaching.

Apa saja prinsip dasar coaching? berikut adalah prinsip dasar yang mesti dipahami bagi pemimpin :

Baca lebih lanjut