ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Cara merekrut talenta untuk Perusahaan Start-Up dan Digital Technology Demonstrator

Di era revolusi digital saat ini, dengan bertebarannya perusahaan digital berbasis aplikasi,  start-up dan technology demonstrator baik disruptive inovator atau perusahaan yang  baru saja mendapatkan kucuran dana dari venture capital, menyebabkan pencarian karyawan yang bertalenta dengan kebutuhan khusus menjadi sulit. Perusahaan dengan kategori diatas, tidak bisa lagi menggunakan proses perekrutan dan standar perekrutan biasa, karena memang ada perbedaan besar antara perusahaan tersebut dengan perusahaan tradisional/manufaktur biasa.

Ini sebenarnya merupakan dampak dari perubahan eksponensial di sekitar kita, yang menjadi penggerak perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Dengan perubahan tersebut, maka pekerja tidak bisa mengandalkan pengetahuan masa lalu, tapi harus bisa mengidentifikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Sehingga itu menjadi tantangan pekerja masa kini. Bahkan mesti pula dipelajari bagi para mahasiswa/pelajar yang akan mengarungi dunia nyata ketika lulus nanti.

Baca lebih lanjut

Iklan


1 Komentar

Cara mendapatkan kandidat terbaik yang hampir tak pernah dipecat !

qualities good employeeMungkinkah mendapatkan seseorang yang sangat tepat pada suatu posisi, sehingga hampir tidak pernah gagal atau dipecat sebelum waktunya? Dengan tingkat keberhasilan mendekati 100% kepuasan pada pelanggan yang menggunakan jasa head hunter atau recruitment agency, ternyata ada kiat-kiat tertentu yang bisa dijadikan best practice bagi pelaku perekrutan.

Kiat dan jurus apa yang digunakan untuk mencapai hal itu., ternyata kuncinya hanya pada satu kata yaitu : Referensi. Mirip dengan jurnal ilmiah, jika tulisan ingin semakin ilmiah dan scientific maka referensinya harus sangat kuat sehingga tulisan semakin berbobot, accountable dan bisa dipertanggungjawabkan.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Apa kompetensi SDM Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?

Studium Generale UnsoedKetika penulis menjadi pembicara utama dalam Studium Generale Universitas Jendral Soedirman, beberapa waktu lalu, ada pertanyaan muncul dari mahasiswa. Apakah yang harus disiapkan terutama ketika akan berbisnis di era Global maupun MEA   (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015?. Sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik karena memang siap atau tidak siap tentu Indonesia sudah masuk ke dalam MEA.

Ada berbagai hal yang mesti menjadi perhatian utama dalam hal menghadapi Globallisasi dan MEA. Dalam pemaparan tersebut, penulis memberikan ilustrasi mengenai SWOT analysis kondisi Indonesia, mulai dari bonus demografi, penetrasi internet yang tumbuh signifikan, serta pertumbuhan GDP yang besar.

Baca lebih lanjut


5 Komentar

Tantangan Pekerja dan Perusahaan di masa depan

Future SkillApa tantangan terbesar dalam mengenali keahlian/kepakaran yang terkait dengan pekerjaan di masa depan?. Tantangan terbesar bukanlah dari cara memahami , mengenali atau belajar tentang teknologi baru. Itu dengan mudah bisa dipelajari. Kalau bukan itu lantas apa?

Inilah tantangan terbesar bagi pekerja atau manusia saat ini, yaitu ketidakmampuan diri kita untuk mengenal atau mengidentifikasi bahwa pengalaman atau keahlian yang kita miliki saat ini bukanlah pengalaman atau keahlian yang dibutuhkan untuk melangkah maju ke masa depan..ya itulah problem besar yang harusnya dikenal !

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Tiga Area Peningkatan Kualitas SDM di Organisasi

personal-developmentApa yang seharusnya menjadi area peningkatan kualitas SDM di organisasi?. Berdasarkan jangka waktu, maupun fokus yang akan dikembangkan, cukup ada tiga area yang dikembangkan. Kadang pada beberapa organisasi itu disatukan menjadi Training & Development, padahal antara ke duanya ada perbedaan. Di beberapa organisasi sering juga memberi nama Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

Tiga area berdasarkan jangka waktunya adalah sebagai berikut : Baca lebih lanjut


2 Komentar

Ketika manager anda bukanlah yang bertalenta

diamond-coalMengapa hanya sedikit ‘great manager’ dibandingkan yang bukan ‘great manager’ di perusahaan anda?. Sangat sederhana karena mereka jumlahnya sedikit dan langka. Manajer yang buruk ternyata menempati 82% dari jumlah manager yang ada. Terkejut? penelitian dari lembaga riset Gallup menyatakan demikian.

Manajer dengan kategori tersebut memberi dampak biaya milyaran dollar tiap tahunnya. Bahkan jika persentase mereka cukup besar, bisa menjatuhkan perusahaan. Manajer berkontribusi pada minimal 70 % varian nilai keterlibatan karyawan (employee engagement) di seluruh unit bisnis . Variasi ini pada gilirannya memberikan kontribusi keterlibatan karyawan yang sangat rendah di seluruh dunia. Gallup melaporkan dalam dua studi skala besar pada tahun 2012 , hanya 30 % dari karyawan di Amerika terlibat di tempat kerja. Lebih buruk lagi , selama 12 tahun terakhir ini angka yang rendah tersebut hampir tidak berubah , artinya bahwa sebagian besar karyawan di seluruh dunia gagal untuk mengembangkan dan memberikan kontribusi di tempat kerja mereka. Studi Gallup melibatkan 27 juta karyawan dalam 2 dekade terakhir.

Jika manajer besar tampaknya langka , itu karena bakat yang diperlukan untuk menjadi manajer besar langka . Gallup menemukan bahwa ‘great manager’ memiliki bakat sebagai berikut : Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Mengembangkan tahapan level kompetensi

kashmir1Bagaimana mengembangkan tahapan dalam level kompetensi? ada tahapan-tahapan yang bisa digunakan sebagai referensi pembelajaran atau pelatihan terutama bagi partisipan atau pembelajar. Model tahapan ini dapat juga digunakan untuk mengembangkan kompetensi, sesuai dengan tahapannya.

Apa saja tahapan yang perlu dilewati, berikut adalah tahapannya :
1. Tahap 1 : Level Knowledge
2. Tahap 2 : Level Comprehension
3. Tahap 3 : Level Application
4. Tahap 4 : Level Analysis
5. Tahap 5 : Level Synthesis
6. Tahap 6 : Level Evaluation

Tahap Knowledge atau tahap pertama adalah tahapan pengetahuan, dimana kata kuncinya adalah mengingat, baik itu berupa definisi, prosedur, tata cara, standard dan lainnya. Knowledge ini bisa disebut sebagai kompetensi atau kemampuan untuk mengingat berbagai konten yang dipelajari sebelumnya seperti fakta-fakta, informasi, pola, struktur, formula, proses, prosedur, ide, bahan, atau fenomena.

Baca lebih lanjut