ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


3 Komentar

Masih layakkah Misi Google Sekarang?

PetmanDengan segenap kemajuan dan pencapaian Google sekarang, seperti sudah mengakuisisi Boston Dynamic, pembuat robot untuk kepentingan militer Amerika, selanjutnya membeli pemenang kontes robot bergengsi DARPA dari Jepang, membuat mobil self driving car, teknologi smartphone android, GoogleGlass dan lainnya tampaknya perlu ada perubahan bagi misi Google sekarang. Hal ini juga disadari oleh Chief Eksekutif Google, yang mengatakan bahwa perusahaan mungkin memerlukan pernyataan baru mengenai misi Google, dan masih mencoba mencari tahu gambaran paling tepat.

Ya, jika anda tahu misi Google yaitu : “organise the world’s information and make it universally accessible and useful”, sangat jelas dan transparan bagaimana Google mengatur, mengindeks, memeringkatkan informasi web di dunia dan membuatnya mudah diakses dan berguna melalui ratusan server yang dimilikinya lewat Search Engine  dan layanan lain seperti Gmail, Google+, Youtube, GoogleMaps, maupun Over the Top Content services lainnya. Namun kepemiliikan dan pembentukan Google X Labs telah mengubah banyak wajah Google dari dikenal sebagai Search Engine provider dan OTC Provider, menjadi penyedia layanan service di masa depan yang lebih bersifat technology demonstrator untuk kepentingan masa depan.

Baca lebih lanjut

Iklan


1 Komentar

Open Innovation : Inovasi Terbuka ala Lego yang menumbuhkembangkan perusahaan

LEGO_LOGO_RGB_w200_webTahun 1990 an, Lego menghadapi masalah berat. Ancaman kebangkrutan sudah di depan mata. Saat itu adalah era melesatnya Video Games Console yang diluncurkan oleh Sony, Nintendo dan belakangan Microsoft ikut pula meramaikan pasar Games Console.  Meledaknya penjualan console tersebut, membuat mainan konstruksi bata plastik ala lego tampak kuno, dan anak-anak remaja mengabaikan mainan tersebut di lingkungannya karena dianggap ketinggalan zaman. Dampaknya tak terelakkan, penjualan lego ambruk dan kebangkrutan sepertinya hanya masalah waktu bagi Lego.

Beruntung, manajemen Lego cepat bergerak menghadapi situasi tersebut. Mereka mengembangkan apa yang disebut sebagai keterbukaan inovasi, dimana Lego membuka segala ide dan teknologi darimanapun termasuk pelanggan untuk mendisain produk bagi Lego.  Kerjasama erat dengan pengembang perangkat lunak maupun para engineer di MIT membuahkan hasil berupa produk Lego Mindstorms, sebuah produk robot  dengan sensor dan program, dimana konsumen dapat membuat disain dan gerakan robot mereka sendiri, sesuai dengan keinginannya.

Baca lebih lanjut