ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Pengelolaan asset di kontraktor migas / industri migas seperti apa?

Migas IndonesiaSaat menangani konsultansi pada kontraktor migas/ KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), terkait pengelolaan asset tentunya memerlukan landasan dan referensi yang kuat terkait pengelolaan asset. Ini tidak bisa lepas dari skema bagi hasil yang diberikan. Skema bagi KKKS  migas di Indonesia saat ini bisa dibagi dua skema yaitu cost recovery dan gross split. Sederhananya skema cost recovery adalah semua biaya terkait perolehan migas akan diganti negara, selanjutnya hasil migas akan diberikan ke negara memiliki porsi lebih besar dengan kisaran pembagian 85% negara dan 15% kontraktor. Sedangkan skema gross split bahwa semua biaya terkait perolehan migas ditanggung semuanya oleh kontraktor, selanjutnya kontraktor mendapatkan bagi hasil yang lebih besar dari perolehan migas, skemanya bisa 57% bagi negara, dan 43% bagi kontraktor.

Pada skema cost recovery bagi kontraktor , maka pemerintah harus memberlakukan regulasi yang kuat, kontrol yang ketat serta berbagai aturan, pedoman maupun juklaknya.  Terkait itu, sudah ada badan bentukan Pemerintah yaitu SKK Migas sebagai Badan  Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Boleh dikatakan, SKK migas memiliki kepentingan agar asset – asset yang digunakan KKKS bisa berdaya optimal dalam memberikan nilai perolehan migas sesuai dengan target lifting migas. Skema ini mengharuskan setiap investasi/pengeluaran dari kontraktor harus melalui persetujuan mekanisme anggaran yakni Work Planning & Budget serta otorisasi untuk pengeluarannya (Authorization for Expenditure). Sedikit berbeda dengan skema gross split, maka apapun pengeluaran dari kontraktor maka semuanya harus dihitung sendiri oleh Kontraktor agar biaya yang dikeluarkan masih masuk anggaran dan kontraktor masih mendapatkan keuntungan dari bagi hasil perolehan migas yang didapat.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Apa itu SMV time dalam industri garmen?

productivity-garmentKetika memberikan pelatihan Methods of Engineering pada perusahaan jasa ritel besar, ada yang bertanya mengenai SMV terkait dengan peningkatan produktifitas. Nah, sepertinya SMV ini merupakan hal yang baru bagi partisipan yang belum pernah berkecimpung di dunia riset operasi manajemen.

Apa sih SMV itu ? dan apa kaitannya dengan produktifitas kerja?

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Yang penting dimiliki sebelum menjalankan program Cost Reduction

cost-brain-mapSepertinya tulisan tahun lalu mengenai bagaimana cara menjalankan program cost reduction, masih relevan untuk tahun 2016 – 2017 ini. Bahkan pemerintah sendiri sudah melakukan pemangkasan anggaran pemerintahan, yang tentunya berujung kepada efisiensi. Di saat ekonomi sedang lesu, tampaknya kenaikan cost cukup menjadi beban besar bagi perusahaan. Ya, Indonesia memang mengalami proses dilematis. Upah pekerja naik, tapi tidak dibarengi dengan produktifitas meningkat.

Sayangnya kebanyakan program cost reduction dalam pengamatan penulis, lebih banyak hantam kromo. Tidak menyentuh akar masalah, atau hanya membereskan hal-hal kecil saja. Disinilah letak pentingnya aspek yang sebaiknya dimiliki terlebih dahulu, sebelum menjalankan program cost reduction. Apalagi bila menjangkau banyak fungsi organisasi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Manfaat BPM – Business Process Management bagi pemerintahan dan institusi publik

Workflow Redesign CartoonSaat ini, masih banyak yang beranggapan bahwa BPM (Business Process Management) lebih tepat diaplikasikan pada organisasi bisnis, perusahaan maupun komersial. Pada kenyataannya, BPM bisa memberikan manfaat besar bagi organisasi pemerintahan atau institusi publik. Layanan publik memang tidak memberikan revenue atau pendapatan, karena institusi publik bukanlah organisasi komersial. Lantas dimana BPM bisa berperan?

Pada dasarnya BPM dengan metode peningkatan kinerja melalui BPR atau BPI bermaksud memberikan perbaikan dalam hal kualitas, biaya, kecepatan, keamanan, moral dan lainnya. Nah, aspek terhadap peningkatan kuallitas, penurunan biaya proses atau lead time services atau aspek keamanan bisa menjadi target bagi penerapan BPM bagi insitusi publik atau pemerintahan. Inilah peran BPM bisa dimaksimalkan bagi organisasi tersebut.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Praktik BPR secara memikat dengan penyajian Visual

Consulting Process ReengineeringSecara alami, manusia lebih mudah memahami secara visual dibandingkan dengan verbal. Menurut psikolog Albert Mehrabian, manusia lebih paham 55% secara visual dibandingkan penyampaian melalui vokal. Berikutnya adalah dengan vokal (38%) dan terakhir adalah melalui verbal (7%). Artinya jika informasi disajikan melalui gambar visual yang menarik dan memikat akan jauh lebih mudah dipahami bila informasi masuk melalui cerita atau membaca.

Karena itulah, dalam pengalaman konsultansi seringkali penulis tidak menggunakan banyak kata-kata atau ceramah yang bersifat lecturer. Bahkan dalam proses diskusi interaktif, seringkali menggunakan cara-cara yang lebih konvensional tapi memancing keterlibatan user lebih dalam. Hasilnya pun lebih baik dibandingkan dengan diskusi kata semata.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

2 C untuk Implementasi GKM/QCC yang sukses dan berhasil

PointlessSaat memberikan pelatihan mengenai implementasi Total Quality Management, termasuk didalamnya pelaksanaan Gugus Kendali Mutu (GKM) atau atau biasa disebut QCC (Quality Control Circle) pada perusahaan jasa Shipping Forwarder, Logistic & Distribution Center besar di Indonesia beberapa waktu lalu, penulis memberikan kiat-kiat bagaimana agar program itu bisa berhasil.

Memang banyak perusahaan sudah menerapkan dengan sukses. Tapi tak sedikit yang dulunya pernah bagus menjalankan QCC (GKM), SS di tempatnya tapi kemudian mandeg dan tidak berjalan lagi. Ada berbagai masalah yang biasa menghadapi jika tidak memenuhi dua hal ini.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Apa langkah strategis yang perlu dilakukan bagi industri batubara di Indonesia dan di dunia

Capex Opex MiningKrisis yang melanda industri berbasis sumber daya alam, seperti batubara, pertambangan mineral maupun lainnya memang harus membuat pelaku atau industri yang bergelut di dalamnya memutar otak agar tidak jatuh atau mengalami kebangkrutan. Seperti apa yang dialami industri batubara di Indonesia tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor produk substitusi, alternatif gas yang lebih murah serta pemakaian energy terbarukan lebih besar.

Lantas, apakah industri batubara harus berdiam diri saja? Tidak melakukan apapun hanya akan memperberat operasional bisnis dan pada akhirnya malah akan mati. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang bisa menopang dan mempertahankan hidup industri, sampai harga batubara kembali normal atau cukup menguntungkan bagi semua pelaku industri.

Baca lebih lanjut