ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


2 Komentar

Sepenggal kisah dan liputan Aksi Bela Islam III 2 12

img-20161202-wa0075Pada awalnya sudah ada rencana penulis untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut. Namun perubahan tanggal acara oleh GNPF-MUI dari tanggal 25 Nov menjadi tanggal 2 Desember atau dikenal 2 12 berbenturan dengan acara pelatihan yang mesti dibawakan penulis di lembaga otoritas moneter yang letaknya berdekatan dengan tempat aksi. Walhasil, tetaplah harus diatur bagaimana supaya acara pelatihan tetap berjalan dan bisa juga meliput acara tersebut.

Berangkat pagi-pagi, kondisi sudah mulai padat pada pukul 06.30. Kendaraan mulai stagnan sejak halte tosari. Maka penulis pun berjalan dari dukuh atas sampai dengan budi kemuliaan. Jalan Thamrin mulai tertutup bagi kendaraan dan puluhan ribu massa sudah mulai tampak memadati aksi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ada orang yang selalu beruntung dan selalu sial, kenapa?

Gladstone GanderAda iklan sebuah produk makanan yang cukup menggelitik, tertulis : “ Orang bejo lebih beruntung daripada orang pintar”. Jadi menarik, karena kata ‘bejo’ dalam bahasa jawa memang artinya untung. Seolah-olah menggabarkan, bagaimanapun pintar atau cerdasnya seseorang, tetap saja orang bejo (“beruntung”) akan lebih sukses dan mendapatkan manfaat / benefit lebih besar daripada orang pintar. Bahkan pada cerita fiksi walt disney dikisahkan tentang tokoh yang selalu beruntung hidupnya.

Karena itu, dalam beberapa sesi pelatihan motivasi, sering penulis memberikan serangkaian tes sederhana, mengenai mengapa ada orang yang tetap beruntung atau malah jadi apes setelah mengalami serangkaian hal. Kebanyakan, sedikit yang berhasil melewati tes. Dari seratus orang, tidak sampai 5% yang berhasil melewati test.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Mereka yang meraih kemenangan hakiki

Account ActivistPerang yang terus berkecamuk di wilayah timur tengah, dan sudah menyeret banyak negara baik secara langsung atau tidak langsung telah menyebabkan banyak korban. Berawal dari konflik suriah, penulis prediksikan menuju konflik global sudah terlihat tanda-tandanya dengan jelas. Dari hitungan penulis, ada 60 negara yang terlibat dan Jumlah tersebut terus bertambah.

Namun, ternyata perang tersebut sudah mulai menampakkan wajah sebenarnya siapa yang bermain. Tidak sulit karena memang hampir semua mata senjata menuju ke satu pihak. Meskipun pihak yang bermain juga saling bermusuhan satu sama lainnya.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Satu kayuh, dua tiga pulau terlampaui..

pohon pisangDalam sesi konsultasi, advisory dengan klien maupun dalam materi pelatihan problem solving, analytical thinking, penulis selalu mengutamakan pencarian akar masalah nyata (real root cause) dimana bila akar masalah nyata itu dibereskan, maka bisa menyelesaikan banyak masalah-masalah lain atau symptom yang muncul. Sayangnya banyak solusi bisa diterapkan dinegeri ini untuk menyelesaikan akar masalah, tapi tidak diterapkan. Ini adalah buah dari ketidakmampuan pemimpin mencari akar masalah. Wajar, karena penerapan sistem demokrasi melahirkan pemimpin yang incompetence dalam mengelola negeri.

Ketika ada kisruh mengenai harga daging sapi atau impor sapi yang terlampau tinggi hingga sekarang, isu kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga ataupun masalah dengan harga pupuk, seharusnya ada solusi yang bila digerakkan dengan cepat, bisa jadi menyelesaikan 3-4 masalah sekaligus. Bahkan ketika penulis menerima informasi tentang bantuan pemberian kambing beberapa tahun lalu, telah memberkan efek multiplier  cukup baik, terutama bagi warga lokal.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Menghisab diri sendiri..

omar“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh ALLAH SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.” [Umar bin Khattab, RA]

 Apakah detik demi detik telah kita gunakan untuk MENGINGAT SANG MAHA PENCIPTA, ALLAH AZZA WA JALLA..? Baca lebih lanjut


4 Komentar

“Darkness Age” Indonesia : Akhir Riset Kanker C Tech Labs Dr. Warsito

ecct-electro-capacitive-cancer-therapy-619x465Jika mempelajari sejarah, maka anda akan mengetahui bahwa di Eropa pernah mengalami Zaman kegelapan. Yang dimaksud Zaman Kelam atau Zaman Kegelapan ialah zaman masyarakat Eropa menghadapi kemunduran intelektual dan kemunduran ilmu pengetahuan. Zaman ini berlangsung selama 600 tahun, dan bermula antara zaman kejatuhan Kerajaan Romawi  pada abad ke 9 dan berakhir dengan kebangkitan intelektual pada abad ke-15 Masehi.

Di jaman kegelapan itulah, sekelompok Ilmuwan ditangkap, dipenjara bahkan bisa dihukum mati karena tidak sesuai dengan Doktrin Gereja Kristiani. Nicholas Copernicus (1473-1543) yang menyebutkan teori Heliosentris, dimana Matahari sebagai  pusat Tata Surya bukan Bumi, dianggap  mematahkan teori Geosentris (bumi adalah pusat tata surya) harus mengalami nasib tragis karena ditolak Gereja yang berkuasa saat itu. Nasib serupa juga dialami Galileo Galilei (1564-1642).

Baca lebih lanjut