ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Vietnam akankah jadi pemimpin di ASEAN?

Vietnam EconomyPenulis suka mengamati perkembangan , kemajuan ekonomi atau teknologi di negara-negara tetangga. Dalam beberapa analisis seperti tentang Vietnam, yang berhasil mengembangkan industri perikanan, telah menjadi pemasok ikan patin terbesar di dunia. Kini sudah menjelma menjadi negara yang patut diperhitungkan dalam kancah geopolitik dan geostrategis, khususnya kawasan ASEAN.

Padahal kita tahu, negeri tersebut tahun 70 an masih perang melawan Rambo alias Amerika. Meski menderita banyak korban di pihak Vietnam, namun negeri tersebut dianggap menang karena kegagalan misi Amerika selama perang tersebut.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Antara Koperasi dan Korporasi

allianceBerbicara mengenai koperasi, maka kita biasanya teringat tentang salah satu Proklamator Indonesia, Drs. Muh. Hatta, yang sering dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Di dalam konstitusi negeri ini, juga disebutkan dalam Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.” Menurut para ahli ekonomi, lembaga atau badan perekonomian yang paling cocok dengan maksud Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 adalah koperasi.

Sebuah tujuan yang mulia, sehingga Koperasi dianggap sebagai soko guru perekonomian negeri. Artinya, Koperasi berperan sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Diharapkan menjadi  sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional, semenjak diresmikan tanggal 12 Juli 1960. Tapi bagaimana 50 tahun sesudahnya? Benarkah koperasi telah menjadi pilar utama ekonomi bangsa? Apa hasilnya jika dibandingkan dengan Korporasi?

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Saat-saat menyatukan puzzle

puzzle-business

Saya suka memandang bisnis itu sebagai ekosistem. Memberi perumpamaan bahwa bisnis merupakan representasi dari perilaku hidup organisme adalah pandangan yang wajar. Tak heran Marco Iansiti dan Lavien dengan pendekatan ekosistem menyebutkan bahwa kita terikat secara alami satu sama lain, baik itu berupa produk, teknologi, pasar, jaringan dan inovasi. Sehingga meningkatkan kinerja hubungan keterikatan jaringan tersebut, akan membantu produktifitas sesama pelaku untuk berinovasi, beradaptasi dan berubah.

Dalam kisah lain, ketika bertemu dengan para eksekutif, maupun top / high level management, pandangan serupa juga dikemukakan mereka. Bahkan bagi mereka yang memiliki kekuatan dan informasi jaringan kuat, bisa memanfaatkan dengan penuh para pelaku-pelaku tersebut, menjadi connecting rod dan mampu menyatukannya, bagaikan sebuah puzzle. Hanya saja tidak semua orang tidak memiliki pandangan dan kemampuan itu. Contoh nyata tampak bagi pelaku industri yang bisa  berperan dalam ekosistem digital.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Menjemput keberkahan dalam mencari rezeki

berkah-rezekiDalam perjalanan pulang sehabis dari klien, seperti biasa penulis menggunakan transportasi online. Namun setelah tahu besaran biaya yang dikeluarkan dari beberapa provider, ternyata tidak selalu lebih murah. Karena sudah tahu kisaran biaya dari bandara ke rumah, maka menyetop taksi konvensional menjadi pilihan.

Entah mengapa seringkali ketika menjadi penumpang taksi, sang pengemudi taksi adalah orang yang berumur. Dan rasanya tidak enak jika jadi penumpang tidak mengobrol-obrol. Biasanya, orang yang lebih tua punya pengalaman dibandingkan yang masih muda seperti penulis ini..ehem..:-).

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Inilah pergeseran pekerjaan di masa depan

robots-replace-humans-840x420Perkembangan teknologi, mesin autonomous, revolusi industri manufaktur dan mesin cerdas ternyata telah mengubah wajah pekerjaan di dunia. Apa saja perubahan yang terjadi, fokus terhadap keahlian apa yang dibutuhkan industri? Dampak langsung adalah terjadi polarisasinya terhadap kebutuhan pekerjaan yang ada.

Ketika diamati oleh Professor Autor dari MIT, polarisasi pekerjaan atau perpindahan fokus pekerjaan sudah terjadi selama tiga dekade ini di Amerika. Temuan Autor memberikan informasi, pergeseran fokus penurunan permintaan tenaga kerja pada middle-skill white collar worker dan blue-collar job , tenaga kerja kerah biru yang biasa disebut staff, administratif, operator, atau buruh. Sebaliknya terjadi permintaan kesempatan kerja pada high-skilled worker, high-wage professional, technical-skilled professional dan pekerjaan management-high skilled.

Baca lebih lanjut


4 Komentar

Inovasi yang membuat kisruh : online apps transport vs conventional transport

The Uber Technologies Inc. logo is seen on the ground at Ronald Reagan National Airport (DCA) in Washington, D.C., U.S., on Wednesday, Nov. 26, 2014. Uber Technologies Inc. investors are betting the five-year-old car-booking app is more valuable than Twitter Inc. and Hertz Global Holdings Inc. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

Entah, berapa lama lagi kisruh antara jasa transportasi aplikasi online dengan jasa transportasi konvensional akan berakhir. Setelah demo besar-besaran kemarin oleh pengemudi taksi konvensional, tampaknya masih menyisakan PR besar bagi pemerintah karena ini menyangkut hajat hidup dan urusan perut. Sayang, pemerintah tidak tanggap terhadap hal ini, ataukah sengaja membiarkan?

Ketika penulis menggunakan taksi konvensional, mereka sebenarnya sudah memahami akan adanya persaingan dan kompetisi antara jasa transportasi dengan apps maupun yang konvensional. Taksi umumnya dibagi dua model , ada sistem setoran dan kedua sistem bagi hasil, dengan opsi kepemilikan kendaraan. Nah, bagi pengemudi dengan sistem setoran memiliki keleluasaan, karena biasanya pengelola tidak mempermasalahkan jika mau menggunakan apps online, hanya saja jangan terlalu terbuka. Toh yang penting setoran tetap. Tapi bagi pengemudi dengan sistem bagi hasil, inilah yang membuat mereka ‘gigit jari’ karena penghasilannya terus tergerus dengan keberadaan transportasi  apps online. Puncaknya adalah demo di Jakarta tanggal 22 maret lalu.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Atribut atau karakteristik dari Internet of Things menuju Smart Factory untuk area Shopfloor

factory artworkfactory artworkMenjadi pabrikan kelas dunia tidaklah mudah. Manufaktur-manufaktur world class, bahkan masih memiliki ruang untuk perbaikan sampai mendekati 15%, karena nilai OEE nya baru mencapai 85%. Inilah celah yang berupaya diisi dengan adopsi Internet of Things (IoT) agar meningkat OEEnya.

Di tulisan ini telah dijelaskan atribut dan karakteristik IoT sebagai tahapan menuju Smart Factory, dalam era Industru 4.0 khususnya pada sisi Supplier/pemasok, dan sisi perangkat lunaknya. Kali ini ditambahkan mengenai atribut pada area kerja pabrikan atau lebih dikenal sebagai shopfloor.

Baca lebih lanjut