Bagaimana menilai Asset Maturity dan kapabilitas Asset Management perusahaan?

Ada pertanyaan menarik dari peserta saat memberikan pelatihan mengenai Smart Asset Management dalam bingkai dan Industri 4.0 beberapa waktu lalu.  Pertanyaannya adalah begini: Bagaimana menilai suatu pengelolaan / manajemen Asset dan apa saja yang mesti diperbaiki agar bisa mencapai model Smart Asset Management.

Sebuah pertanyaan menarik. Tentunya setelah mengetahu karakteristik model apa Smart Asset Management, perlu ada model lagi kita sudah di tingkat apa atau mencapai kelas apa dalam hal Manajemen Asset. Nah disinilah pentingnya memiliki standar Smart Asset Capability Maturity Model atau tingkat kematangan Manajemen Asset.

Asset Maturity Scale memiliki beberapa level yaitu : Level Initial, Level Defined, Level Compliant atau Normative, Level Evolving / Integrated Enterprise dan Level  Excellence.  DImulai dari skala 0 sampai skala 4 yang tertinggi. Lanjut pertanyaan berikut, bagaimana kita bisa tahu ada di tingkat atau level Defined, Compliant atau Evolving?

Disinilah pentingnya suatu proses penilaian atau assessment terhadap Asset Management perusahaan. Melalui assessment secara menyeluruh yang meliputi aspek Asset Information Management & Analytic, Asset Process Management, Reliability & Performance of Asset, Governance & Standard Adoption, People & Culture Management, Asset Tools & Technologies akan diperoleh gap analysis antara kondisi sekarang maupun kondisi yang diharapkan (expectation).

Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul seperti :

  • Bagaimana pengelolaan informasi maupun analytic yang digunakan terkait asset fisik dan/ maupun asset non fisik?
  • Apakah sudah memiliki business process asset secara menyeluruh di keseluruhan fungsi terkait pengelolaan asset?
  • Apakah sudah menerapkan perangkat IIOT , embedded sensor atau Connected Asset terkait pengelolaan maupun pemeliharaan asset?
  • Bagaimana OEE Monitoring dilakukan? Seberapa jauh dampaknya terhadap asset?
  • Dan pertanyaan lainnya.

Bila sudah diperoleh data dan informasi tentang Smart Asset Management, selanjutnya dikomparasi dengan level/ tingkat kematangan Smart Asset Maturity Scale yang dimiliki, maka selanjutnya bisa diperoleh level apa yang kita miliki, selanjutnya langkah aksi yang diperlukan agar meraih level yang diharapkan perusahaan.

Seandainya suatu perusahaan sudah memiliki atau tersertifikasi Asset Management System ISO 55001, sebenarnya itu baru masih dalam tahap antara level Defined dan Level Compliant. Untuk menuju tahapan Evolving maupun Excellence, masih memerlukan langkah-langkah komprehensif dari sisi penerapan cognitive analytic, cloud computing asset database, pervasive connectivity, asset lifecycle, embedded sensor tools & technologies dan lainnya.

Note : Ingin tahu solusi penilaian assessment kematangan manajemen asset perusahaan terkait Smart Asset Management Maturity Scale bagi perusahaan anda ,  silakan  klik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s