Bagaimana strategi Apple di dalam proyek automotif?

apple-secret-carSetelah sukses melibas produsen jam tangan konvensional dan menempatkan diri sebagai produsen jam tangan pintar (smartwatch) di posisi no 2 tahun 2015 lalu, tampaknya Apple serius menggarap proyek automobilnya. Hal inilah yang sudah didengungkan oleh pendiri Tesla Motor Inc, Elon Musk, mengenai siapa kompetitor langsung Tesla Motor. Tapi bagaimana Apple akan bersaing?

Apple diketahui telah merekrut mantan VP teknikal Tesla, kemudian merekrut beberapa engineer dari Ottawa, Kanata tempat lokasi dimana kantor Blackberry QNX berada. Perlu diketahui bahwa Blackberry QNX merupakan sistem operasi untuk kendaraan premium dan juga fitur hiburan kendaraan untuk Volkswagen, Audi, BMW, GM dan Ford.

Baca lebih lanjut

Siapa pesaing Tesla Motor selanjutnya?

tesla-fremont-factory_largeDi Oktober 2016 baru-baru ini, Tesla motor meluncurkan kendaraan model 3 yang mempunyai kemampuan fully autonomous. Menyaksikan video yang diluncurkan oleh Tesla, dimana seseorang masuk ke dalam mobil, hanya duduk diam saja kemudian kendaraan mulai berjalan sendiri secara otonom. Melewati jalan kecil, masuk ke jalan tol bahkan bisa menyusul beberapa kendaraan. Sampai akhirnya tiba di area parkir, dan orang tersebut keluar dari mobil. Selanjutnya Tesla model 3 tersebut mencari parkir sendiri, yakni parkir secara paralel yang umumnya sulit dilakukan oleh pengendara mahir sekalipun tanpa koreksi maju mundur. Namun model 3 tersebut dalam tayangan video, sanggup melakukan secara mulus. Tidak ada koreksi maju mundur. Luar biasa.

Melihat tayangan tersebut, tampaknya Tesla sudah melangkah lebih maju daripada Alphabet (aka Google). Yang bahkan model Autonomous Carnya berbentuk aneh, seperti rice cooker. Bila dibandingkan model terdahulu, Tesla Model S, maka peningkatan kemampuan dan kapabilitas autonomousnya sangat signifikan. Era mobil autonomous kini bukan di depan mata lagi seperti yang sudah penulis utarakan di tahun 2014. Tapi di tahun 2016 sudah bisa dirasakan dan dinikmati oleh konsumen.

Baca lebih lanjut

Cara merekrut talenta untuk Perusahaan Start-Up dan Digital Technology Demonstrator

Di era revolusi digital saat ini, dengan bertebarannya perusahaan digital berbasis aplikasi,  start-up dan technology demonstrator baik disruptive inovator atau perusahaan yang  baru saja mendapatkan kucuran dana dari venture capital, menyebabkan pencarian karyawan yang bertalenta dengan kebutuhan khusus menjadi sulit. Perusahaan dengan kategori diatas, tidak bisa lagi menggunakan proses perekrutan dan standar perekrutan biasa, karena memang ada perbedaan besar antara perusahaan tersebut dengan perusahaan tradisional/manufaktur biasa.

Ini sebenarnya merupakan dampak dari perubahan eksponensial di sekitar kita, yang menjadi penggerak perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Dengan perubahan tersebut, maka pekerja tidak bisa mengandalkan pengetahuan masa lalu, tapi harus bisa mengidentifikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Sehingga itu menjadi tantangan pekerja masa kini. Bahkan mesti pula dipelajari bagi para mahasiswa/pelajar yang akan mengarungi dunia nyata ketika lulus nanti.

Baca lebih lanjut

Atribut atau karakteristik dari Internet of Things yang bisa membawa pabrikan menuju Industri 4.0

Smart Factory Large

Ternyata pabrikan kelas dunia sekalipun masih bisa mengalami kehilangan waktu sekitar 15% dari waktu efektif operasi mesin (OEE-Overall Equipment Effectiveness) yang termanfaatkan dengan waktu potensi yang ada. Ruang ini bisa menjadi celah untuk peningkatan kinerja mendekati angka 100%, meskipun kenyataannya tidak mungkin bisa mencapai 100%.

Atas dasar tersebut, maka konsep Internet of Things (IoT) bisa membantu pencapaian KPI pabrikan/manufaktur, sehingga ada beberapa karakteristik atau atribut yang bisa membuat pabrikan menjadi smart factory, dalam ranah Industri 4.0.

Baca lebih lanjut

Apa kompetensi SDM Indonesia dalam menghadapi MEA 2015?

Studium Generale UnsoedKetika penulis menjadi pembicara utama dalam Studium Generale Universitas Jendral Soedirman, beberapa waktu lalu, ada pertanyaan muncul dari mahasiswa. Apakah yang harus disiapkan terutama ketika akan berbisnis di era Global maupun MEA   (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015?. Sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik karena memang siap atau tidak siap tentu Indonesia sudah masuk ke dalam MEA.

Ada berbagai hal yang mesti menjadi perhatian utama dalam hal menghadapi Globallisasi dan MEA. Dalam pemaparan tersebut, penulis memberikan ilustrasi mengenai SWOT analysis kondisi Indonesia, mulai dari bonus demografi, penetrasi internet yang tumbuh signifikan, serta pertumbuhan GDP yang besar.

Baca lebih lanjut

Saat Industri Internet berkolaborasi dengan Pabrikan Manufaktur

Factory_3DDi era tahun 1980 an, IBM memiliki posisi sangat kuat dalam Personal Computer. Hampir semua PC adalah buatan IBM, termasuk operating systemnya yang terkenal IBM-PC DOS. Di era tahun itu pula, sebuah Start Up ,Microsoft mengganggu posisi IBM dengan MS-DOS dan Windowsnya. Akhirnya pada tahun 1990 an, Microsoft sudah mengalahkan IBM dalam hal dominansi Operating System untuk PC, dimana hampir semua PC menggunakan OS Microsoft dengan keluarga Windows nya. Sampai dengan tahun 2000 an, Microsoft juga sudah mengeluarkan OS Windows Mobile untuk PDA (Personal Digital Assistant) Phone yang menjadi cikal bakal smartphone saat ini.

Saat ini, bukan Windows yang menjadi dominan dalam OS di dunia komputer yang semakin mobile dan kecil. Android kini mendominasi pangsa pasar tablet, smartphone dan mobile gadget dimana pengguna Windows mobile hanya menguasai sekitar 5% pangsa pasar. Ada kecenderungan atau contoh serupa dimana kolaborasi antara Internet dan IT telah mengganggu dominansi pasar perusahaan yang sangat kuat. Blackberry dan Nokia  contoh tepat dimana dominansi mereka kini hilang. Bahkan Microsoft pun juga mengalami hal sama dengan disruptive innovator yang lebih baik.

Baca lebih lanjut

Siapa lima besar produsen smartphone tahun 2015?

Huawei Launch p8Tahun lalu, dalam tulisan ini. Xiaomi secara mengejutkan sudah bertengger di posisi nomor tiga sebagai produsen smartphone terbesar . Kerasnya persaingan di dunia gadget, tablet, smartphone maupun wearable device, membuat para produsen smartphone mencari strategi terbaik dalam rangka memenangi persaingan. Xiaomi yang terkenal dengan strategi pemasarannya , sudah membuat strategi khusus guna mencapai ambisi menjual 100 juta smartphone mereka tahun 2015.

Kini mari kita lihat. Siapa yang masih bertengger dalam posisi lima besar produsen smartphone tahun 2015?. Berdasarkan data yang dilansir dari Gartner, IDC dan Trendforce, ternyata terjadi perubahan cukup signifikan terhadap posisi lima besar produsen Smartphone 2015 dibandingkan tahun 2014. Kecenderungan ini tampaknya tidak berubah, meski data yang diperoleh masih dari Q2 2015.

Baca lebih lanjut