Samsung tiru langkah Apple di otomotif?

samsung-smart-carBanyak yang mengatakan bahwa Samsung adalah pengekor Apple. Bila Apple sudah meluncurkan produk inovatifnya, maka tak lama Samsung juga meluncurkan produk terbarunya + keunggulan fitur tambahan. Berbeda dengan Xiaomi yang sering disebut ‘tiruan’ Apple. Sampai-sampai peluncuran produk baru oleh Lei jun, benar-benar persis dengan peluncuran produk Apple oleh Steve Jobs.

Langkah Apple yang mencoba masuk ke ranah otomotif tampaknya juga diikuti oleh Samsung. Mereka kini rela mengeluarkan koceknya untuk membeli Harman International Industries, perusahaan penyedia layanan teknologi/hiburan/entertainment untuk kendaraan mobil, senilai 8 Milyar USD. Wow..banyak sekali.

Baca lebih lanjut

Tesla kini menjual atap rumah panel surya?

solar-roof-tesla

Seperti tiada habisnya Tesla melakukan inovasi. Setelah meluncurkan produk mobil sport premium bertenaga listrik, kemudian model S dengan kemampuan auto drive (semi otonom) di tahun 2014, sampai kemudian pada awal oktober lalu meluncurkan model 3 dengan kemampuan full otonom (level 5). Kini Tesla meluncurkan lagi pada tanggal 28 oktober lalu, solusi panel atap, dengan kemampuan tenaga surya.

Lha, apakah sudah berubah sasaran perusahaan Tesla ni? Yang tadinya menjual mobil sport listrik + baterai lithium ion (bekerjasama dengan Panasonic) kini seolah menjadi perusahaan bangunan panel atap?. Dalam kacamata strategi, sah-sah saja Tesla melakukan itu. Toh atap/genteng yang dijual Tesla berbeda dengan atap biasa, ataupun panel surya perusahan lainnya.

Baca lebih lanjut

Bagaimana strategi Apple di dalam proyek automotif?

apple-secret-carSetelah sukses melibas produsen jam tangan konvensional dan menempatkan diri sebagai produsen jam tangan pintar (smartwatch) di posisi no 2 tahun 2015 lalu, tampaknya Apple serius menggarap proyek automobilnya. Hal inilah yang sudah didengungkan oleh pendiri Tesla Motor Inc, Elon Musk, mengenai siapa kompetitor langsung Tesla Motor. Tapi bagaimana Apple akan bersaing?

Apple diketahui telah merekrut mantan VP teknikal Tesla, kemudian merekrut beberapa engineer dari Ottawa, Kanata tempat lokasi dimana kantor Blackberry QNX berada. Perlu diketahui bahwa Blackberry QNX merupakan sistem operasi untuk kendaraan premium dan juga fitur hiburan kendaraan untuk Volkswagen, Audi, BMW, GM dan Ford.

Baca lebih lanjut

Siapa pesaing Tesla Motor selanjutnya?

tesla-fremont-factory_largeDi Oktober 2016 baru-baru ini, Tesla motor meluncurkan kendaraan model 3 yang mempunyai kemampuan fully autonomous. Menyaksikan video yang diluncurkan oleh Tesla, dimana seseorang masuk ke dalam mobil, hanya duduk diam saja kemudian kendaraan mulai berjalan sendiri secara otonom. Melewati jalan kecil, masuk ke jalan tol bahkan bisa menyusul beberapa kendaraan. Sampai akhirnya tiba di area parkir, dan orang tersebut keluar dari mobil. Selanjutnya Tesla model 3 tersebut mencari parkir sendiri, yakni parkir secara paralel yang umumnya sulit dilakukan oleh pengendara mahir sekalipun tanpa koreksi maju mundur. Namun model 3 tersebut dalam tayangan video, sanggup melakukan secara mulus. Tidak ada koreksi maju mundur. Luar biasa.

Melihat tayangan tersebut, tampaknya Tesla sudah melangkah lebih maju daripada Alphabet (aka Google). Yang bahkan model Autonomous Carnya berbentuk aneh, seperti rice cooker. Bila dibandingkan model terdahulu, Tesla Model S, maka peningkatan kemampuan dan kapabilitas autonomousnya sangat signifikan. Era mobil autonomous kini bukan di depan mata lagi seperti yang sudah penulis utarakan di tahun 2014. Tapi di tahun 2016 sudah bisa dirasakan dan dinikmati oleh konsumen.

Baca lebih lanjut

Cara merekrut talenta untuk Perusahaan Start-Up dan Digital Technology Demonstrator

Di era revolusi digital saat ini, dengan bertebarannya perusahaan digital berbasis aplikasi,  start-up dan technology demonstrator baik disruptive inovator atau perusahaan yang  baru saja mendapatkan kucuran dana dari venture capital, menyebabkan pencarian karyawan yang bertalenta dengan kebutuhan khusus menjadi sulit. Perusahaan dengan kategori diatas, tidak bisa lagi menggunakan proses perekrutan dan standar perekrutan biasa, karena memang ada perbedaan besar antara perusahaan tersebut dengan perusahaan tradisional/manufaktur biasa.

Ini sebenarnya merupakan dampak dari perubahan eksponensial di sekitar kita, yang menjadi penggerak perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Dengan perubahan tersebut, maka pekerja tidak bisa mengandalkan pengetahuan masa lalu, tapi harus bisa mengidentifikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Sehingga itu menjadi tantangan pekerja masa kini. Bahkan mesti pula dipelajari bagi para mahasiswa/pelajar yang akan mengarungi dunia nyata ketika lulus nanti.

Baca lebih lanjut

Atribut atau karakteristik dari Internet of Things yang bisa membawa pabrikan menuju Industri 4.0

Smart Factory Large

Ternyata pabrikan kelas dunia sekalipun masih bisa mengalami kehilangan waktu sekitar 15% dari waktu efektif operasi mesin (OEE-Overall Equipment Effectiveness) yang termanfaatkan dengan waktu potensi yang ada. Ruang ini bisa menjadi celah untuk peningkatan kinerja mendekati angka 100%, meskipun kenyataannya tidak mungkin bisa mencapai 100%.

Atas dasar tersebut, maka konsep Internet of Things (IoT) bisa membantu pencapaian KPI pabrikan/manufaktur, sehingga ada beberapa karakteristik atau atribut yang bisa membuat pabrikan menjadi smart factory, dalam ranah Industri 4.0.

Baca lebih lanjut