Menuju Smart Asset Management System – apa karakteristiknya

Dalam tulisan terdahulu ketika menangani pengelolaan aset kontraktor migas  dan juga memperhatikan aspek disruptive innovation pada industri migas  telah membawa penulis kepada suatu konsep, yang mungkin merupakan sinergi antara pengelolaan asset dengan penerapan industri 4.0 yaitu smart asset management system.

Pada dasarnya asset suatu organisasi bisa berupa asset fisik yang meliputi : kantor, peralatan mesin produksi / peralatan operasional, lokasi pabrik / pabrik fisik , serta asset non fisik yang berupa :  teknologi, informasi dan data,  merek, reputasi, yang mendukung proses bisnis dan ekspansi bisnis di masa depan.

Dengan demikian, good practice manajemen aset yang tepat tidak dapat dihindari, dengan memanfaatkan penggunaan teknologi terbaru secara optimal, seperti manajemen basis data asset,  merekam dan memperbarui status asset; pemeliharaan aset yang menjaga keandalan aset, depresiasi aset, rotasi dan perputaran aset, serta status pengguna asset perlu dibangun berdasarkan standar yang valid dan diakui oleh komunitas internasional. Seperti Asset Management System ISO 55001. Sistem Manajemen Asset. ISO 55001  salah satu standar internasional yang mengatur sistem manajemen aset.

Bagi sebagian besar perusahaan, kesuksesan manajemen aset  adalah kunci pertumbuhan organisasi. Sangat masuk akal jika perusahaan perlu terus-menerus memperbaiki dan mengelola aset mereka, terutama ketika pasar industri saat ini bergerak sangat cepat. Namun, ketika dilihat dalam kacamata Industri 4.0, maka manajemen asset akan jauh lebih akurat dan presisi melalui pemantauan jarak jauh, pemeliharaan prediktif, dan optimalisasi aset secara keseluruhan sehingga menghadirkan tantangan dan peluang.

Penerapan model  seperti Internet of Things (IoT), Big Data dan Advance Analytics, perusahaan akan lebih mampu mengeksploitasi penggunaan aset secara end-to-end. Tersedianya solusi bagi pelanggan, logistik, pergudangan, dan produksi secara komprehensif, presisi dan prediktif , maka perusahan akan mendapatkan bagaimana gambaran besar itu terlihat, yang mengarah pada ruang lingkup kemungkinan baru untuk meraih manfaat langsung berupa:, penghematan biaya signifikan , peningkatan pondasi kuat perusahaan secara ekologis, pengurangan downtime asset dan tingkat pengembalian investasi lebih baik. Ini hanyalah secuil manfaat dari konvergensi dan penerapan industri 4.0 dari sisi pengelolaan asset. Masih banyak manfaat besar yang bisa diraih perusahaan.

Penggunaan standar ISO 55001  sebagai  framework manajemen aset dan aplikasi Internet of Things (IoT), Big Data, dan Advance Analytic, – untuk semua jenis ukuran dan jenis aset -, Organisasi akan memiliki lebih banyak ekosistem aset yang saling terhubung , bersamaan dengan solusi canggih untuk memantau- memvisualisasikan aset-aset perusahaan, peralihan ke arah analytic – predictive  dan tindak lanjut temuan yang dihasilkan, membuka berbagai kemungkinan baru dan manfaat langsung yang diperoleh.

Karakteristik seperti : Digitalisasi Asset, Digital People mindset, Fully Automated Asset Workflow, Mobility/ Work Simulation, Asset Machine Self Diagnostic and Health Tracking, Automated Operation Robotic , termasuk Cybersecurity challenge  menjadi tantangan tersendri dari pengelolaan Asset Konvensional menuju – Smart Enterprise Asset Management System.

Ada pertanyaan besar setelah ini : Seberapa siapkah organisasi anda?

Note : Ingin tahu solusi konsultansi ISO 55001, konvergensi ke dalam smart-asset managemet system paling tepat bagi bisnis dan organisasi anda,  silakan  klik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s