Melakukan Analisa Jabatan (Job Analysis) (1)

Posted on Updated on

Job Analisis dilakukan melalui proses tiga arah antara pemangku  jabatan (job holder), atasan (superior) dan job analis. Terkadang bila diperlukan, dapat melibatkan orang lain,misalnya orang yang memiliki job yang sama, atau orang yang lebih senior yang berada dalam satu departemen dengan pemegang jabatan, atau bisa juga orang yang mengerti dengan jabatan tersebut.

Pemangku jabatan merupakan sumber informasi utama karena dialah yang yang lebih mengetahui pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain.  Atasan melihat jabatan tersebut dalam prespektif : mampu melihat bagian yang lebih fokus yang tidak terlihat oleh pemegang jabatan sebagaimana mestinya. Job analis adalah orang luar yang independen dan terlatih untuk melihat job dan dan membantu pemangku jabatan dan atasan memberikan draft dan menuntun perubahan-perubahan yang dilakukan semua pihak terkait sampai hasil akhir.   

Prinsip dasar dalam melakukan analisa jabatan adalah :

  1. Melakukan analisis, bukan membuat list atau daftar tugas pekerjaan
  2. Menganalisa job-nya bukan orang yang memangku jabatan
  3. Fakta bukan judgement

Rentang isi Job Description

Gugus tugas, tanggungjawab dari job description berupa rentang/kisaran jabatan dalam Min Tugas dan Max Tugas pada periode waktu tertentu. Jika tugas/tanggunjawab tersebut sudah dibawah Min Tugas, maka sebaiknya dilakukan revisi terhadap job description tersebut (job re-analysis ). Demikian juga jika tugas/tanggungjawab sudah melewati Max Tugas.

Dari sini terlihat bahwa job description merupakan dokumen yang dinamis, mengikuti perkembangan, strategi kondisi maupun situasi organisasi.

About these ads

24 thoughts on “Melakukan Analisa Jabatan (Job Analysis) (1)

    husni said:
    April 30, 2008 pukul 2:37 pm

    kanda saya mahsiswa psikologi yang berminat di Dunia psikologi industri dan organisasi. tulisan kanda sangat membantu saya membuka wacana ttg man.SDM sebagai pelengkap perkuliahan dikampus. saat ini saya sedang mengambil mata kuliah ANAJAB (analisis jabatan) dan Man. SDM dan Hub, Industrial.

    virgi said:
    Juni 25, 2008 pukul 3:27 am

    Pak/Bu,, perkenalkan saya virgi, staf SDM di salah satu BUMN. Saya ingin tanya, tentang pernyataan tentang prinsip analisis jabatan adalah : Melakukan analisis, bukan membuat list atau daftar tugas pekerjaan. Bagaimana ya caranya melakukan ANALISIS, bukan list tugas? thanks….

    Cutler said:
    September 26, 2008 pukul 11:52 am

    wah nambah pengetahuan saya….tp klo bs sumber nya dari berbagai sumber atau ahli-ahli beserta dengan study kasus

    ilmusdm responded:
    Oktober 27, 2008 pukul 1:41 am

    Mbak Virgi, perbedaan antara analisa dan membuat daftar list tugas cukup nyata.

    Jika dilakukan analisa, maka yang terjadi adalah cakupan seluruh kumpulan aktifitas bisa dinyatakan dalam satu kalimat yang menggambarkan tanggungjawab utama jabatan tersebut.

    Sebagai contoh : seorang salesman memiliki tugas :
    – Melakukan kunjungan ke pelanggan potensial
    – Melakukan kajian untuk melihat kebutuhan pasar akan produk yang ditawarkan
    – Memberi diskon produk pada pelanggan kunci

    Itu merupakan contoh daftar tugas pekerjaan seorang salesman. Namun itu semua bisa dirangkum dalam satu tanggungjawab pokok, yang mencakup keseluruhan tugas diatas yakni : Memastikan penjualan produk yang ditawarkan meningkat sesuai dengan rencana dan anggaran yang ditetapkan.

    Seperti itulah contohnya, mudah2an bermanfaat.

    Salam hangat,
    Indra

    indah said:
    Maret 6, 2009 pukul 4:35 pm

    good dech buat ilmu na,,,bz buat + akyu…..
    ehm,,,aku mw nnya ne,,?
    leh toww,,,
    klu qta bikin job specification na staf Kesekretariatan Mah>personalia,,
    piye y?

    mkcie

      tshahindra responded:
      Maret 12, 2009 pukul 9:30 am

      Mba indah,
      Jika maksud job specification itu sama dengan job description, langkahnya sama dengan melakukan job analysis atau analisa jabatan. Tinggal lakukan analisa seperti pada tulisan mengenai pembuatan job description.

      tshahindra responded:
      Maret 30, 2009 pukul 3:45 am

      Sederhana saja mbak Indah,
      Biasanya tugas kepersonaliaan terkait dengan administrasi pegawai, penyimpanan data dan perubahan data pegawai, serta hal-hal terkait hak maupun pemenuhan kewajiban karyawan (absensi, kehadiran, sakit/ijin/alpa, simpan/pinjam).

      salam hangat,
      Tshahindra

    Heru Setiawan said:
    September 9, 2009 pukul 3:29 am

    tertarik membaca tulisan di atas pendapat saya
    Memeng analisis jabatan merupakan penelaahan atau pengkajian terhadap suatu jabatan tetapi tetap harus dilakukan terlebihdulu penentuan tugas-tugas pokok yang ada dalam jabatan itu, termasuk didalamnya perilaku dan aktivitas yang melekat pada jabatan tersebut secara terinci dan jelas disesuaikan dengan tuntutan perubahan perkembangan yang ada, sehingga hasil pengkajian akan merekomendasikan inovasi tugas dan wewenang selaras dengan tututan pergeseran yang harus diadaptasi yang akan melahirkan deskripsi jabatan, Klasifikasi jabatan desain jabatan, dan nilai jabatan edisi revisi

    ratna said:
    Oktober 3, 2009 pukul 8:04 am

    for admin blog ini q mw nanya.
    q kan mahasiswa tingkat 2 di salah satu PTN di INdo.
    q dapet tugas bikin job analysis ma dosen q.
    format2nya apa ja ci??
    trus step2nya gmn cz q sendiri blm begitu jelas??
    tq 4 helping me…
    balas cepat ya cz deadline tugas sabtu depan,
    ke email q aja
    ratna_widyastuti_potter@yaho.co.id

    sonya datu said:
    Oktober 15, 2009 pukul 6:36 am

    kak,sy dpt tgs dr dosen yaitu cari jabatan tertentu terus dikaji dgn p’dekatn job description,job spesifiction,skill intelegnsi,job klasifikasi,job evaluation..format2 pa za trus step2nya gmn??mohon dbls cpt d email’Q ya kak,..azza_5her@yahoo.co.id

      tshahindra responded:
      Oktober 19, 2009 pukul 9:49 am

      Dik Sonya,
      Silakan melihat tulisan selanjutnya mengenai analisa jabatan. Disitu diterangkan lebih jelas mengenai step-step dan cara melakukan analisa jabatan.

      salam hangat,
      tshahindra

    harina said:
    Januari 8, 2010 pukul 9:50 am

    saya baru saja bekerja di perusahaan yang masih baru, dan saya diminta untuk membuat jo analisis dan jo diskripsi di perusahaan tempat saya bekerja.
    bagaimana cara membuatnya ya………

    romi said:
    Januari 22, 2010 pukul 8:58 am

    i like this blog… saya pajang ya…. di blog saya

      tshahindra responded:
      Januari 29, 2010 pukul 12:04 am

      Silakan mas Romi,
      Boleh dipajang di blog, dengan mencantumkan sumber aslinya,

      salam,
      Tshahindra

    agung said:
    Maret 2, 2011 pukul 1:58 am

    terima kasih banget.. like this blog so much

    anshor said:
    Mei 3, 2011 pukul 11:57 pm

    Mas, kalo pingin bisa menguasai hal hal begini saya harus kuliah jurusan apa ya? Psikologi Industri, Manajemen atau apa? Terima kasih.

    salam

    anshor

    sadana said:
    Juni 9, 2011 pukul 12:44 pm

    malam bu..saya sudah membaca artikel ibu..
    sangat berguna sekali bagi pembelajaran..
    keep posting :)

      tshahindra responded:
      Juni 18, 2011 pukul 11:46 pm

      Terimakasih atas komentarnya,
      Maaf saya bukan ibu, tapi laki2 tulen..:)

      salam,
      tshahindra

    rudiansyah said:
    Juni 15, 2011 pukul 5:07 am

    Mohon setiap komentar dapat disampaikan pada saya.

    yetty said:
    Juni 15, 2011 pukul 8:12 am

    sy HRD & GA di perusahaan kosmetik bekerjasama
    dgn manajemen artist….

    “good ilmu nih….boleh bagi2 ya…thx

    Prayudi said:
    Desember 30, 2011 pukul 8:16 pm

    Salam kenal, pak. Saat ini saya dipercayakan sbg manager utk salah satu rmh makan di pekanbaru. sy sendiri tdk mempunyai ilmu ttg pengelolaan sebuah usaha, sy hanya tamatan sma. terkendala dlm penyusunan job desk beserta struktur n jabatan di rmh makan. ada sktr 50 karyawan dtempat sy kelola utk 2 cabang. saya ingin menanyakan apakah bapak ada file atau link contoh mengenai susunan struktural beserta perincian job desk sebuah rmh makan. atas informasi & tanggapannya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Salam sukses,
    Prayudi Abdulgani

      Tengku Shahindra responded:
      Desember 31, 2011 pukul 7:40 am

      Salam kenal juga pak Prayudi,

      Untuk struktur organisasi, biasanya tidak bisa comot atau ambil dari organisasi lain, meskipun industrinya sama. Karena setiap organisasi punya karakter dan ciri yang berbeda, akibat strategi, budaya maupun kepemimpinannya.
      Namun mengenai struktur atau job desc, biasanya bisa disusun sendiri atau oleh pihak ketiga, yang akan melakukan job analysis. Jika kesulitan mengerjakan sendiri, dan menyewa konsultan terlalu mahal, bapak bisa memberdayakan tenaga magang ataupun tugas akhir mahasiswa untuk melakukan analisa jabatan dan pembuatan struktur pada lokasi tempat kerja bapak. Sehingga bisa terjadi simbiosis yang saling menguntungkan.

      Salam,
      Tengku Shahindra

    meylisa said:
    Oktober 17, 2012 pukul 10:06 am

    bisa minta analisis jabatan seorang SPG, Operator Mesin?

    Tengku Shahindra responded:
    November 2, 2012 pukul 7:17 am

    Analisa jabatan SPG tentunya melihat konteks jabatan tersebut, tercangkup gugus tugas, tanggungjawab dan wewenang dalam lingkup waktu tertentu. Misalnya SPG tentu bertanggungjawab pada promosi, penjualan atau menarik minat. Ada SPG yang tidak bertanggungjawab pada penjualan, hanya promosi tetapi ada juga SPG yang bertanggungjawab terhadap penjualan. Perbedaan tersebut wajar, tergantung organisasinya.
    Sehingga analisa jabatan SPG harus melihat gugus tugas tanggungjawab yang dilakukan oleh SPG tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s