Karakter metric sebagai KPI : Outcome-Oriented (1)

Hal penting kriteria sebuah metrik memenuhi syarat sebagai KPI adalah outcome-oriented. Metric yang hanya melacak input (jumlah sumber daya finansial atau non finansial yang diaplikasikan untuk menyediakan produk atau jasa) atau output (kuantitas produk atau jasa yang dihasilkan) hanyalah merupakan metric. Sebuah KPI membawa outcome yang mengukur kemajuan terhadap sasaran yang sudah ditetapkan sehingga anda dapat memahami pengaruhnya.

Langkah lain untuk mengetahui metric adalah KPI ialah dengan melihat kaitannya dengan sebuah obyektif. Jika anda tidak dapat memonitor sasaran bisnis anda, itu bukanlah KPI, tetapi hanya metric. Sebagai contoh, jika anda tidak dapat mengukur employee satisfaction, sebaiknya ukuran tersebut dikeluarkan dari KPI, meskipun mungkin akan merupakan faktor yang paling penting dari strategi mempertahankan karyawan potensial.

Bila indikator finansial dan indikator masa lalu lainnya menyediakan pandangan penting mengenai bagaimana kinerja organisasi sampai sekarang, indikator tersebut hanya memberikan sedikit ‘penglihatan’ bagaimana kinerja organisasi tersebut di masa depan. Indikator utama, dalam kata lain, harus membantu meramalkan kinerja masa depan, menginformasikan hal-hal kritis mengenai keputusan manajemen  yang akan mempengaruhi kinerja esok dan memberikan kesempatan untuk menempatkan isu strategis jika diperlukan. Jika sasaran bisnis anda adalah memaksimalkan nilai pelanggan seumur hidup, sebuah indikator masa lalu(lagging indicator) adalah total pembelian per customer. Sementara indikator utamanya (leading indicator) adalah persentase customer yang membeli kembali setelah enam bulan pembelian perdana. Jika persentase customer yang membeli kembali di masa depan sangat tinggi, adalah indikasi nilai kepuasan pelanggan yang tinggi. Contoh lainnya, sebuah call center yang ingin meraih sasaran menjadi satu-satunya tempat untuk semua hubungan customer, mungkin secara normal memilih indikator persentase kasus yang selesai dalam kontak pertama. Namun, indikator utama persentase transaksi web yang dapat ditangani sendiri oleh customer tanpa bantuan call center akan memberikan informasi lebih dalam karena customer mengetahui bahwa segala pertanyaannya dapat dijawab sendiri.

Saat memulai dengan sasaran mengidentifikasi KPI yang tepat, mungkin anda sedang memuat KPI yang tidak dapat ditelusuri. Apa yang terjadi jika anda tidak mendapat akses ke dalam data yang tidak disimpan di dalam database? daripada menggantungkan diri pada proses mengumpulkan data yang menghabiskan waktu dan mudah salah karena ambil dari berbagai sumber yang berbeda, gunakan sistem pengelolaan kinerja yang menyediakan workflow dan sinyal yang dapat membantu pengelolaan proses pemasukan, persetujuan dan publikasi KPI. Yakinkan diri anda bahwa anda tidak hanya fokus pada KPI yang tepat, tetapi juga dapat menelusuri semua KPI yang kritis terhadap obyektif bisnis anda.

3 pemikiran pada “Karakter metric sebagai KPI : Outcome-Oriented (1)

  1. maaf pak ada contoh makalah atau artikel KPI untuk RS pak…. kebetulan saya mau tau banyak ttg ini saya masih dapatnya sepotong2 pak…. terima kasih sebelumnya pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s