ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


Tinggalkan komentar

Benarkah Boikot Efektif?

sari-roti-dijual-di-pinggir-jalanAkhir-akhir ini, tampaknya aksi boikot yang dilancarkan umat terhadap produk Sari Roti telah menunjukkan dampaknya. Paska klarifikasi yang tidak pas terhadap Aksi Bela Islam nan damai, dan isinya lebih banyak memberikan pandangan negatif. Akibatnya tentu berbalik kepada si pembuat klarifikasi, dimana berlangsung aksi boikot. Bayangkan, sebuah hal yang awalnya dicitrakan positif oleh masyarakat, ketika dihadapi produsen secara negatif, maka berbalik lagi menjadi negatif.

Menilik sejarah boikot, sebenarnya sudah cukup lama. Kata boikot sendiri berasal dari nama Charles Boycott Cunningham, purnawirawan kapten Angkatan Darat Inggris. Boycott pernah bekerja sebagai agen tanah pada  Lord Erne seorang tuan tanah di Lough Mask daerah County Mayo, Irlandia , dimana  Boycott dikucilkan oleh masyarakat Irlandia  sebagai bagian dari kampanye hak-hak penyewa tanah (waktu itu kedudukan penyewa tanah Irlandia sangat lemah dibandingkan tuan tanah). Kampanye hak-hak penyewa tanah tersebut (1880) dikenal sebagai kampanye menuntut adanya: “sewa yang adil, kepastian waktu sewa, dan penjualan hasil secara bebas“ atau : “Three Fs” (fair rent, fixity of tenure, and free sale).

Baca lebih lanjut

Iklan