ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


9 Komentar

Mengenal DARPA, The Most Ambitious and Advanced Agency in Technology in the world (1)

darpaTiada hari tanpa internet. Konektifitas hidup sekarang, hampir selalu terhubung dengan internet. Sudah menjadi suatu kebutuhan yang rasanya saat ini tidak terbayangkan bagi generasi sekarang jika hidup tanpa internet. Internet biasa diakses dengan komputer. Alat bantu komputer paling popular adalah Mouse, yang memudahkan melakukan click dan drag suatu obyek di layar. Adanya GPS (Global Positioning System) sekarang juga sangat memudahkan dalam mencari alamat maupun membantu perjalanan .

Tiga hal diatas sepertinya berbeda, tetapi sebenarnya saling terhubung.

Apa benang merah antara internet, mouse dan GPS?.

Baca lebih lanjut

Iklan


6 Komentar

Talent Acquisition ala Google, bagaimana mereka merekrut talenta terbaik ex pemenang DARPA Robotic Challenges (DRP)

ChallengeTasksV6 Hi-ResPada suatu sesi diskusi manajemen, ada pembicaraan mengenai akuisisi talenta, atau talent acquisition. Ada yang berpendapat bagian perekrutan harus merubah menjadi Talent Acquisition, sebagai bagian Talent Management. Tentu saja penulis tidak sepenuhnya setuju dengan ide tersebut, sebelum filosofi atau dasar talenta didefinisikan dengan jelas. Dasarnya begini, ada sebuah jabatan pada sebuah perusahaan dengan nama “Talent Acquisition Specialist” namun pekerjaannya tidak lebih dari sekedar Administrasi Seleksi Surat Lamaran yang datang. Nah..inilah yang perlu pembenahan. Jangan hanya menggunakan istilah ‘langitan’ padahal kerjaan masih ‘kuli’.

Mari lihat Google. Setelah melihat kemenangan tim SCHAFT dalam ajang menantang kompetisi bergengsi robot DARPA (Defence Advance Research Project Agency) atau DRP bulan Desember 2013, langsung mengakuisisi tim tersebut bulan Februari 2014. Tidak mudah bagi Google untuk bisa ‘membeli’ tim SCHAFT, karena tim SCHAFT sudah mendapatkan iming-iming pendanaan dari DARPA untuk melanjutkan risetnya, termasuk investor lainnya. Bukan Google namanya kalau hanya hal begini sudah menyerah. Mereka langsung bernegosiasi dengan kepala eksekutif tim SCHAFT dan akhirnya berhasil meyakinkan mereka untuk bergabung . Jadilah sekarang tim SCHAFT bagian dari Google.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Bagaimana memetakan karyawan berbakat di perusahaan *

Dalam bisnis seperti halnya perlombaan, maka siapa yang paling cepat bergerak dan berubah adalah kombinasi dari pengemudi berbakat dan kendaraan tercepat. Valentino Rossi, juara dunia balap motor tujuh kali, ketika masih bergabung dalam tim Honda memperoleh gelar juara dunia dua kali. Ketika ia direkrut oleh Yamaha tahun 2004, Rossi “The doctor” memberi berbagai masukan kepada tim Yamaha. Hasilnya, Rossi mampu mematahkan keraguan pengamat dengan menjuarai Balap motor GrandPrix sebanyak lima kali bersama tim Yamaha. Contoh ini menunjukkan bahwa pengemudi berbakat lebih penting sebab ia mampu memoles kendaraannya menjadi lebih cepat sehingga memenangi perlombaan.

Meminjam kisah Rossi diatas, talent atau bakat dapat didefiniskan sebagai “ kapabilitas menciptakan nilai yang dihargai dan diakui oleh pemilik kepentingan yakni – pemilik, pimpinan, pelanggan”. Sedemikian besar peran yang dapat disumbangkan oleh karyawan berbakat (talented worker) namun banyak organisasi yang belum mengetahui bagaimana memetakan mereka. Padahal, pemetaan dan pengelolaan talented worker akan berarti jaminan bagi kesuksesan dan keberlangsungan orgnaisasi.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Merekrut talenta ala Google

accent_engatwork-oDalam merekrut karyawan berbakat (talent people), ada baiknya kita melihat bagaimana cara Google merekrut karyawan. Sebagai salah satu perusahaan layanan internet terbesar di dunia, Google mampu merekrut karyawannya dengan cara yang unit dan menarik. Tentunya ini didukung oleh karakter, budaya dan filosofi Google dalam menarik kandidatnya.

Lantas, bagaimana  Google dalam merekrut karyawan terbaik dari berbagai lokasi di dunia di lima benua?. Berikut adalah filosofi dan ‘the way‘ Google dalam merekrut karyawan, yang diambil dari microsite job Google : Baca lebih lanjut


5 Komentar

Mengenal ciri-ciri karyawan bertalenta (talent people)

Bukan merupakan hal yang mudah menemukan karyawan bertalenta (talent people) di perusahaan. Banyak organisasi atau bagian SDM menggunakan alat assesment tools / psychometric / talent questionnaire dan berbagai macam lainnya untuk menilai karyawan yang memiliki talenta.  Tanpa bermaksud meremehkan, terkadang jika menggunakan teknik assessment yang tidak disosialisasikan dengan benar, dapat menimbulkan respons kurang baik dari karyawan.

Ada cara yang lebih efektif dibandingkan yang sudah dikemukakan diatas. Anda bisa mengamati, memperhatikan dan melihat sikap dan perilaku karyawan. Tentunya, jangan lupa melihat impact dari sikap dan perilaku karyawan tersebut. Disini kita akan mencoba mengenal bagaimana membedakan karyawan yang bertalenta (talent-people)dengan karyawan berpengetahuan (knowledge-worker).

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Teknik menemukan dan merekrut talenta

Anda, sebagai seorang perekrut ditugaskan untuk mencari kandidat terbaik, merekrut orang yang benar-benar bertalenta untuk mengisi posisi penting dalam organisasi. Jika hal tersebut terjadi, apa yang anda lakukan ? bagaimana mencarinya? langkah apa saja yang sebaiknya dikerjakan?

Adalah suatu kenyataan umum bahwa individu dengan talenta berkualitas tinggi sangatlah langka, dan kebanyakan organisasi kesulitan memperolehnya. Beberapa karakter kandidat dengan talenta yang tinggi,  biasanya merupakan individu yang sangat sukses, dan tidak begitu bermotivasi untuk keluar dari posisi mereka serta juga tidak aktif mencari pekerjaan baru.  Namun, hal yang sebaliknya terjadi pada kandidat berkualitas rendah.

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Hasil Survey : Pentingnya pengelolaan talenta (Talent Management)

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Watson Wyatt, Global Strategic Reward Report 2007/2008 memberikan makna dan informasi sangat berharga. Survey serupa yang dilakukan konsultan manajemen Towers Perrin juga memiliki arti yang tidak berbeda.  Kedua hasil survey menyebutkan tantangan-tantangan yang akan dihadapi perusahaan dalam pengelolaan SDM dan memberikan fakta pentingnya keterlibatan karyawan (employee engagement) dan pengelolaan talenta (talent management).  Meningkatnya pasar global bagi karyawan bertalenta juga akan menjadi perhatian kritis bagi perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketertarikan dan retensi karyawan dimanapun perusahaan berada.  Survey Watson Wyat menyebutkan, dari 946 perusahaan global yang disurvey, di lokasi manapun ternyata memberikan data menarik yakni kebanyakan perusahaan tidak memahami mengapa ada karyawan yang masuk dan meninggalkan perusahaan. Hampir kebanyakan perusahaan meremehkan pentingnya keseimbangan kerja dan tekanan (work/life balance & stress). 

Baca lebih lanjut