Siapa kontraktor/industri pertahanan terbesar di dunia tahun 2019 ini?

Lama tidak menulis tentang dunia militer maupun sisi industrinya, akhirnya mencoba lagi melihat apa saja perubahan selama 4 tahun terakhir ini, sejak terakhir menulis tentang Kontraktor Pertahanan terbesar di dunia tahun 2016.  Ternyata cukup mengejutkan, dengan masuknya 3 (tiga) nama baru Industri / kontraktor pertahanan besar dalam top 10 dunia. Siapa saja dan dari mana mereka?

Adalah dari negara China yang langsung menempatkan 3 (tiga) industri pertahanan besar mereka  dalam top 10 Defense Company di dunia. Amerika masih menempatkan 5 kontraktor pertahanannya dalam top 10. Dibandingkan data tahun 2016, maka ada pergeseran yang awalnya 7 perusahaan kontraktor masuk dalam Top 10.

Siapa saja peringkat pertama sampai dengan peringkat 10  tahun 2019 ini ? Berikut peringkat 10 besar kontraktor/industri pertahanan.

  1. Lockheed Martin , Amerika
  2. Boeing , Amerika
  3. Northrop Grumman, Amerika
  4. Raytheon , Amerika
  5. Aviation Industry Corporation of China (AVIC), China
  6. General Dynamics , Amerika
  7. BAE System , Inggris Raya
  8. China North Industry Group Corporation Limited, China
  9. Airbus Group, Uni Eropa/ Belanda
  10. China Aerospace Science & Industry Corporation, China

Lockheed Martin masih mempertahankan diri sebagai Kontraktor Pertahanan terbesar di dunia selama 4 tahun berturut-turut. Namun, dengan masuknya 3 perusahaan besar pertahanan dari China, tampaknya akan mengubah konstelasi industry pertahanan dunia. Munculnya nama AVIC (Aviation Industry Corporation of China) tentu tidaklah serta merta terjadi secara kebetulan.

Sejak berdiri tahun 1951 dengan nama Aviation Industry Administration Commission, perusahaan ini telah mengalami berbagai transformasi dan reformasi baik secara structural, organisasi maupun pengelolaan. Kemajuan luar biasa pertumbuhan ekonomi China, serta proteksi negara ini terhadap industry mereka seperti yang dilakukan pada Huawei, juga diterapkan pada industri Pertahanan. Sama seperti Amerika yang memiliki Agensi pertahanan Amerika (DARPA) dengan prioritas pengembangan industry pada kontraktor/ industri pertahanan sendiri. Sehingga persenjataan, perangkat militer maupun teknologi Amerika masih sulit disaingi oleh negara lain.

AVIC China saat ini merupakan konglomerasi industri pertahanan dan komersial di China, sudah masuk peringkat 159 dalam Fortune 500, serta memiliki perusahaan subsider lebih 100 buah,  perusahaan terdaftar di bursa sebanyak 27 buah dan jumlah karyawan seluruh dunia mencapai 500 ribu orang.

Di Asia Tenggara,  hanya ST Engineering  masuk kelompok elite The 100 Global Defense pada urutan 48. Untuk Indonesia tampaknya masih cukup lama industri pertahanan lokal bisa masuk 100 besar.  Selain budget militer Indonesia yang termasuk rendah, juga dukungan dari stakeholder masih belum optimal. Tentunya jika industri pertahanan mampu bebicara pada level dunia, hanya bisa dicapai melalui kolaborasi dan inkorporasi para stakeholder dan keberpihakan lebih besar pemerintah kepada Industri yang sudah ada (PT DI, Pindad, PAL, LEN) dan lembaga riset (LAPAN, BPPT, LIPI, Institusi/Universitas dll ) daripada impor perangkat militer.

Bila diberikan dana riset, komitmen, dukungan, keberpihakan dan kepercayaan maka industri pertahanan kita akan mampu membuat Military Satellite, Main Battle Tank, Missile Defense System, High Precision Guided Missile, Jet Fighter, Helicopters, Medium/High Altitude Long Endurance Drone/UAV’s, Radar system, Land Defense System, Frigate, Aircraft Carrier, Underwater Surveillance, Submarine dan berbagai perangkat militer lainnya secara indigenous. Dengan sendirinya, maka akan terdaftar dalam 100 besar dunia. China sudah melakukan, tinggal Indonesia membuktikan. Semoga

Sumber : Defensenews. Top 100 Defense Industry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s