ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Vietnam akankah jadi pemimpin di ASEAN?

Tinggalkan komentar

Vietnam EconomyPenulis suka mengamati perkembangan , kemajuan ekonomi atau teknologi di negara-negara tetangga. Dalam beberapa analisis seperti tentang Vietnam, yang berhasil mengembangkan industri perikanan, telah menjadi pemasok ikan patin terbesar di dunia. Kini sudah menjelma menjadi negara yang patut diperhitungkan dalam kancah geopolitik dan geostrategis, khususnya kawasan ASEAN.

Padahal kita tahu, negeri tersebut tahun 70 an masih perang melawan Rambo alias Amerika. Meski menderita banyak korban di pihak Vietnam, namun negeri tersebut dianggap menang karena kegagalan misi Amerika selama perang tersebut.

Apa saja indikator kemajuan ekonomi Vietnam? Mari kita telaah dengan komparasi negeri kita. Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945, tapi praktis baru membangun pada Orde Baru atau era Soeharto. Berikut indikator tentang Vietnam :

  1. Vietnam adalah Eksportir nomor 2 setelah China dalam hal ekspor sepatu. Indonesia sudah lama dikalahkan VIetnam sejak tahun 2015, kini Indonesia nomor 5 ekspor sepatu.
  2. FDI ( Foreign Direct Investment ) Vietnam lebih dari separuh PDB nya, sedangkan Indonesia tidak sampai seperempat PDB. Indonesia masih butuh banyak investasi baik dari China, Jepang, Korea, US dll. Tapi kenyataannya, Vietnam lebih menarik bagi investor luar daripada Indonesia. Rata-rata negara Asia Tenggara , rationya 66%.
  3. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 7.5%, Indonesia hanya sekitar 5%
  4. Vietnam adalah eksportir elektronik terbesar no 2 di ASEAN, hanya kalah dengan Singapore. Indonesia adalah konsumen terbesar elektronik, bukan produser elektronik.
  5. Di peringkat Ease of Doing Business Bank Dunia, Vietnam naik dari peringkat 104 pada tahun 2007 menjadi peringkat 69 di tahun 2018. Vietnam menginggalkan Indonesia yang berada di peringkat 73.
  6. Total ekspor Vietnam ke seluruh negara pada 2017 mencapai USD214 miliar sementara Indonesia hanya USD168,7 miliar. Menunjukkan Indonesia berperan lebih rendah dalam perdagangan dunia dibandingkan Vietnam.
  7. Harga beras standar di Vietnam itu separuh harga di Indonesia, sekitar 5100 rupiah/kg, sedangkan Indonesia sekitar 12 ribu/kg. Jadi Purchasing Power Parity mereka lebih kuat. Dalam kasus ini menjelaskan, ongkos produksi beras kita lebih tinggi, mulai dari panen, harga pupuk , biaya tanam dll.\
  8. Kebutuhan baja Vietnam mencapai 20 juta ton per tahun, sedangkan Indonesia stabil di angka 12 juta ton. Artinya produksi manufaktur, konstruksi, engineering , infrastruktur Vietnam lebih tinggi daripada Indonesia. So, jika ada yang bangga infrastruktur kita maju, ya berkaca dulu dengan VIetnam yang tahun 70 an masih perang dengan Rambo.

Mengagetkan bukan bila membaca fakta Vietnam sekarang? Boleh diprediksi Vietnam akan menyalip negara-negara ASEAN yang sudah mapan seperti Malaysia, Thailand bahkan Singapura. jika tetap bisa mempertahankan pertumbuhan diatas.

Vietnam sekarang sudah disebut Little China, karena kemajuannya yang pesat, dengan pertumbuhan selalu diatas 7%.

Apa penyebab Vietnam bisa begitu cepat melesat pertumbuhan ekonominya, bahkan nilai ekspornya sudah melebihi Indonesia? Tidak lain karena kebijakan reformasi ekonomi yang disebut Doi Moi, mirip dengan New Economy Policy yang pernah dicanangkan Mahathir bagi Malaysia, sehingga membawa kemajuan Malaysia di era masa Mahathir.

Reformasi Doi Moi membuka investasi asing yang memberi dampak kinerja bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan Doi Moi, Pemerintah Vietnam, memberi insentif perpajakan kepada industri berbahan baku baru, energi baru, teknologi tinggi, bioteknologi baru, teknologi informasi, akuakultur, proses akuakultur, kehutanan, perikanan dan garam, aplikasi teknologi, teknologi maju, perlindungan ekologi lingkungan, riset, pengembangan dan teknologi tinggi generasi masa depan ( next generation high technology). Semua upaya reformasi Doi Moi membuka arah menuju negara industry maju.

Tak heran, Samsung berani berinvestasi sekitar 17 milyar USD atau sekitar 255 trilyun rupiah, dan juga satu pusat R&D disana.  Investasi Samsung di Vietnam telah memberi kontribusi ekspor sekitar 54 milyar USD atau seperempat total ekspor Vietnam !. Bandingkan saja dengan investasi Samsung di Indonesia yang sekitar 2.5 milyar USD (sd tahun 2018), tidak sampai seperempat dari investasi Samsung di Vietnam. Dari sini sudah terlihat, mana negara yang lebih menarik untuk investasi.

Padahal apa yang dilakukan Vietnam dalam hal kemudahan investasi,  nyaris sama dengan langkah Otorita Batam pada tahun 1980 an. Sayangnya tidak dilanjutkan rezim berikutnya. Pemerintah sekarang juga tidak terlalu peduli melakukan reformasi ekonomi berkelanjutan yang sistematis, terstruktur dan efektif.

Jika Indonesia tidak berhati-hati, hampir bisa penulis pastikan,  5 tahun ke depan ekonomi kita sudah kalah dengan Vietnam. Oh ya tambahan lagi. Dalam peringkat pertahanan negara, Vietnam kini sudah nomor 2 dibawah Indonesia. Telah melewati kekuatan negara Malaysia dan Thailand. Dan Vietnam juga baru-baru ini meluncurkan indigenous sport car mereka, Vinfast.

Note : Ingin tahu solusi konsultansi inovasi paling tepat bagi bisnis dan organisasi anda,  silakan  klik ini.

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s