ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Bagaimana kontraktor pertahanan terbesar di dunia membuat pesawat tempur tercepat di dunia?

Tinggalkan komentar

Ya. Sudah dituliskan sebelumnya mengenai siapa kontraktor pertahanan terbesar di Dunia. Sampai dengan tahun ini, masih dipegang oleh Lockheed Martin. Dikenal sebagai pembuat pesawat Stealth generasi 5 seperti F 35 lightning , F 22 raptors dan pesawat Angkut Hercules.

Ternyata dalam waktu tidak terlalu lama lagi, mereka akan segera membangun pesawat penerus pesawat pengintai legendaris SR-71 Blackbird, yang pernah sukses mengintai Uni Sovyet di era perang dingin. Divisi Pengembangan Pesawat Terdepan Lockheed Martin menyebutkan pesawat akan dilengkap teknologi Hypersonic. Pesawat terdahulu, SR 71 juga merupakan pesawat Hypersonic dengan teknologi Stealth/siluman generasi awal, memiliki kecepatan 3 Mach, atau 3 kali kecepatan suara. Sampai saat ini belum ada pesawat tempur yang bisa mengalahkan rekor kecepatan SR 71 black bird.

Kemampuan SR 71 cukup membanggakan. Selama periode service, sejak diperkenalkan tahun 1966, belum ada pesawat SR 71 yang berhasil ditembak jatuh. Beda dengan jenis Stealth lainnya, F117 yang bisa ditembak jatuh  saat Amerika ikut campur perang Serbia-Kosovo.  Tentunya jika ingin membangun penerus SR 71 , haruslah lebih baik dari sebelumnya. Nama penerus SR 71 itu adalah SR 72

Platform SR 72 sangat mirip dengan terdahulu, namun dengan jenis engine yang lebih baik. Dilengkapi dengan combined cycle propulsion engine yang mampu memadukan keunggulan engine jet supersonic biasa dengan rocket engine untuk penerbangan luar angkasa. Model integrasi engine ini mirip seperti langkah inovasi TRIS, yang mengkombinasikan dan menggabungkan dua atau lebih kemampuan karakteristik suatu komponen.

Model mesin untuk SR 72 akan dikembangkan oleh Aerojet Rocketdyne bersama Lockheed Martin. Sistem jet propulsi ini, secara khusus merupakan kombinasi dari  Ramjet, Scramjet dan Ducted Rocket. Mesin ini, diharapkan bisa mendorong kecepatan SR 72 dua kali lipat dari pendahulunya, yang pernah mencatat kecepatan 3.5 Mach. Maka kecepatan SR 72 bisa mencapai 6-7 Mach.

SR-72 dirancang untuk dapat beroperasi dengan kecepatan tinggi dan jangka waktu yang panjang. Dengan kecepatannya yang fantastis, SR-72 diharapkan mampu menghancurkan target sebelum lawan bereaksi untuk memindahkan aset fital yang dimilikinya.

Dari berbagai kelebihan yang ditawarkan SR 72 Lockheed Martin, Pentagon sangat tertarik dengan wahana baru ini untuk dapat digunakan menghadapi musuh yang memiliki kemampuan mendeteksi pesawat siluman. Sekalipun terdeteksi, lawan akan sulit mengejar atau menembaknya. Kehadiran SR-72 digambarkan akan mengubah “permainan perang’ di masa depan. Namun benarkah akan demikian kenyataannya?

Dalam perang sesungguhnya,  pihak lawan akan mencoba  lagi bermain atau bersaing dengan jenis perangkat sama yang dimiliki musuhnya. Fakta bahwa pesawat Siluman/ Stealth atau kecepatan tertinggi, bukan berarti tidak ada kelemahan. Bisa dijatuhkannya pesawat bomber Siluman F117 di perang Serbia – Kosovo. Jawaban untuk menghadapi SR-72 adalah melalui strategi asimetrik.

Lantas apa senjata yang bisa menjatuhkan SR 72? Justru Amerika dan beberapa negara maju sudah mengembangkannya. Yakni Senjata Laser yang telah diujicoba atau Laser Weapon System. Dengan kecepatan hampir sama dengan cahaya, maka hampir tidak ada benda/material/pesawat yang tidak bisa ditembak oleh LWS tersebut.

Seperti kata pepatah, diatas awan masih ada langit…

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s