ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Bahan alami yang seharusnya dipakai manusia: produk fermentasi susu kefir

Tinggalkan komentar

Ketika beberapa waktu lalu penulis bersama rekan-rekan yang peduli terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umat, berkunjung ke seorang ahli produksi dan proses kelapa, banyak hal yang membuka wawasan tentang produk alami. Beliau, pakar kelapa yang dikenal dengan “coconut man” benar-benar sangat konsisten dalam mengembangkan produk berbahan dasar kelapa. Bahkan lebih dari 1500 produk turunan bisa dihasilkan dari kelapa. Produk yang dihasilkan mulai dari VCO, obat flu, sabun, shampoo, sirup kelapa, saus, kecap, asap cair, bensin dll.

Ada produk yang bisa mengatasi penyakit flu. Produk ini begitu aman, sehingga bisa ditelan oleh manusia. Cukup disemprotkan saja ke dalam tenggorokan. Mirip dengan obat herbal. Produk yang dihasilkan tanpa pengawet, pewarna dll sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Produk ini bisa memberikan keunggulan luar biasa dibandingkan obat sintetis.

Namun seperti halnya tentang dampak kapitalis terhadap kehidupan manusia, membuat produk-produk alami makin tergeser, sehingga orang lebih banyak menggunakan bahan tidak alami. Sulit mencari produk alami untuk obatan luar yang benar-benar aman bagi manusia. Seperti obat luka, jarang sekali yang bisa diminum. Sedangkan pemakaian produk  tidak alami malah meluas. Bahkan ada kisah yang mencengangkan di tahun 2015, tentang penutupan pembuat saus sintetis. Pabrik saus ilegal, yang boleh dibilang tidak memakai cabai atau tomat sama sekali. Tetapi memakai esens rasa tomat dan cairan kimia ekstrak cabai.

Penulis juga merasakan, bahayanya penggunaan bahan-bahan tidak alami. Sedikit mulai sedikit, mengsubstitusi produk tidak alami tersebut ke dalam produk yang lebih alami, atau kandungan alaminya lebih banyak dari sintetis. Memang tidak bisa seratus persen, tapi secara bertahap. Sebagai contoh adalah produk yang sedang dikembangkan adalah produk fementasi susu atau lebih dikenal dengan nama kefir.

Kefir ternyata memiliki sejarah panjang. Produk susu fermentasi sudah dikenal sejak 6.600 SM oleh masyarakat di kawasan Timur Tengah yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah.  Berarti sejak zaman kerajaan mesi firaun/pharaoh. Umumnya masyarakat saat itu  beternak, mengambil susu dan daging kambing atau unta sebagai sumber makanan. Susu hasil ternak itu mereka kumpulkan dalam kantung yang terbuat dari kulit kambing atau bagian perut hewan ruminansia. Karena selalu membawa kantung susu tersebut menjadikan aktivitas mikroorganisme yang ada pada kulit kambing (sebagai kantung susu) memfermentasi susu menjadi gumpalan (curd). Secara tidak disengaja, ketika mengkonsumsi hasil fermentasi susu,  memberikan dampak kesehatan yang baik, dan rata-rata mereka berumur panjang. Inilah awal dikenalnya produk fermentasi susu. Konon, bibit Kefir diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat Islam di Kaukasus, sehingga bibit Kefir disebut “The Grain of Prophet” (Benih dari Nabi).  Diduga, Nabi Muhammad suka minum susu kambing termasuk produk hasil fermentasinya.

Kefir sendiri sebenarnya hampir mirip dengan yoghurt atau minuman probiotik susu fermentasi. Kefir dibuat dari bahan dasar susu, yang difermentasikan. Namun demikian, secara alamiah manfaat kefir jauh lebih baik daripada yoghurt, karena kefir difermentasikan dengan menggunakan kurang lebih 60 jenis mikroba. Sedangkan yoghurt biasa hanya terdiri atas sedikit mikroba. Sama seperti juga susu fermentasi yang sering dijual hanya mengandung 1 atau 2 mikroba. Kefir berasal dari bahasa Turki yang memiliki arti “Keif” yang berarti menyenangkan atau perasaan menyenangkan.

gambar 1. Goat Kefir Mask Alami

Ternyata dari pengalaman menggunakan produk berbahan dasar kefir ini seperti tertera pada gambar , luar biasa. Produk berbasis kefir dapat diturunkan ke dalam berbagai macam bentuk mulai dari minuman susu kefir, krim untuk wajah, pembersih, masker dan lainnya. Karena berbahan alami, produk seperti masker atau krim itu aman untuk dimakan sekalipun, meski penggunaannya untuk bagian luar. Jika produk masker atau krim ini dimakan, rasanya seperti yoghurt atau susu fermentasi. Ini adalah tes sederhana keamanan produk luar.

Mengapa produk ini bagus dan direkomendasikan? Justru karena penulis melihat sendiri pengalaman orang yang menggunakan kefir ini. Mulai dari yang wajahnya menjadi lebih cerah dari sebelumnya, hilangnya kusam-kusam dan flek hitam, bahkan ada orang mengalami gangguan nyeri tulang mengalami perbaikan drastis setelah mengkonsumsi rutin kefir selama 2 tahun berturut-turut. Berdasarkan hasil riset, kefir merupakan superprobiotik yang lebih kuat dibandingkan yoghurt dan susu fermentasi lainnya. Oliviera (2013) , menyebutkan kefir memiliki manfaat anti mikroba pathogen,  anti karsinogenik, anti tumor, dan immunomodulator yang baik untuk memperkuat imunitas tubuh.

Ini baru langkah awal. Mudah-mudahanan produk alami ini bisa berkembang cepat, menggantikan produk sintetis dan kimia yang cenderung berbahaya bagi tubuh.

Bagi yang mau mencoba produk alami, aman bagi tubuh seperti krim kefir, bisa hubungi ibu Ami di 0878 8645 1787

Referensi :

Bisnis.com dikutip pada laman http://foto.bisnis.com/view/20150126/395282/pabrik-saus-ilegal-digerebek

Oliviera Leite. 2013. Microbiological, technological and therapeutic of Kefir : a Natural Probiotic Beverages. Brazilian microbiologyJournal. 2013; 44(2): 341–349.

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s