ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Antara Koperasi dan Korporasi

Tinggalkan komentar

allianceBerbicara mengenai koperasi, maka kita biasanya teringat tentang salah satu Proklamator Indonesia, Drs. Muh. Hatta, yang sering dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Di dalam konstitusi negeri ini, juga disebutkan dalam Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.” Menurut para ahli ekonomi, lembaga atau badan perekonomian yang paling cocok dengan maksud Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 adalah koperasi.

Sebuah tujuan yang mulia, sehingga Koperasi dianggap sebagai soko guru perekonomian negeri. Artinya, Koperasi berperan sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Diharapkan menjadi  sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional, semenjak diresmikan tanggal 12 Juli 1960. Tapi bagaimana 50 tahun sesudahnya? Benarkah koperasi telah menjadi pilar utama ekonomi bangsa? Apa hasilnya jika dibandingkan dengan Korporasi?

Mari kita cermati data dan fakta berikut. Setelah lebih dari 50 tahun, Koperasi terbesar di Indonesia dalam hal jumlah asset adalah Kospin Jasa Pekalongan. Asetnya (tahun 2015) adalah 4.8 Trilyun, memiliki 95 kantor cabang, dan anggota sekitar 8000 orang lebih.  Cukup besar, untuk ukuran organisasi bisnis dii ndonesia, dimana Kospin Pekalongan ini telah berdiri sejak tahun 1974 atau sekitar 42 tahun lalu.

bank-rakyatSekarang kita coba bandingkan dengan Koperasi di negara tertangga Malaysia. Siapa koperasi terbesar di negeri Jiran tersebut? Adalah Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad, atau disingkat Bank Rakyat ,terpilih sebagai Koperasi Terbesar Malaysia pada tahun 2016. Assetnya mencapai 89 milyar ringgit atau sekitar 267 Trilyun rupiah !. Maka bila dibandingkan Kospin, seperti tikus lawan gajah, dimana Bank Rakyat lebih besar 50 kali dibandingkan Kospin Jasa Pekalongan. Bank Rakyat ini memiliki anggota 900 ribu orang dan sekitar 2000 cabang koperasi dibawahnya. Dengan asset sebesar itu, maka Bank Rakyat sudah lebih besar dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan BUMN milik pemerintah !, atau hanya separuh lebih kecil dari BCA, yang assetnya sekitar 584 trilyun. Tapi ingat, BCA adalah korporasi dengan kumpulan pemegang saham, sedangkan Bank Rakyat dimiliki hampir 1 juta orang.

Tampaknya data diatas menunjukkan masih jauhnya Koperasi kita untuk bisa menjadi soko guru. Terbukti belum ada Koperasi di Indonesia yang memiliki jumlah anggota melebihi 500 ribu orang.KJKS BMT (Baitu Mal At Tamwil) Bina Ummat Sejahtera di Jateng, hanya memiliki 140 ribu anggota, dengan total asset sekitar 455 milyar. Maka harapan menjadi soko guru, masih belum terlihat jelas. Bahkan setelah 68 tahun sejak kongres 12 juli 1960 itu, koperasi Indonesia belum menunjukkan perbaikan kualitas dan kontribusi pada perekonomian nasional.

Dari sekitar 200 ribu koperasi, hanya 147.429 unit yang berfungsi. Sisanya, 67.241 unit tidak bermanfaat dan 62.234 unit harus dibubarkan. Kontribusi koperasi terhadap PDB Indonesia baru sekitar 2%.  perekonomian yang ‘dikokohkan’ koperasi baru menyokong 2% saja. Sangat tidak signifikan dalam kontribusi ekonomi negara ini.

Kita jarang melihat Koperasi yang berhasil dalam industri IT, kreatif. Juga tidak pernah melihat ada Koperasi dalam bidang pertambangan, energi dan mineral. Paling banyak justru di finansial (simpan pinjam), industri,perdagangan, pertanian dan distribusi. Maka dari fakta tersebut bisa terlhat kelemahan dan kekurangan dari perkembangan industri koperasi.

Dari pengalaman penulis berinteraksi dengan pelaku bisnispun jarang sekali ada koperasi. Hanya sekali bertemu dengan pimpinan Koperasi ketika memberikan seminar KPI dan BSC  dalam bingkai Quality Management System. Itulah satu-satunya pengalaman bertemu dan berbincang dengan pengurus Koperasi yang menurut penulis memiliki semangat memajukan koperasinya.

Lantas apa saja sebab Koperasi kurang berkembang di negeri ini? Nantikan dalam tulisan berikutnya.

Referensi.

100 Koperasi Besar Indonesia, Irsyad Muchtar. http://100koperasibesar.com/100-koperasi-besar/

Indeks 100 Koperasi Terbaik Malaysia. 2016.

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s