ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Menggapai pendidikan masa depan : Sebuah Cita-Cita

Tinggalkan komentar

al-khawarizmiBerawal dari sebuah startup kecil yaitu lembaga pendidikan untuk pengembangan sains, teknologi, rekayasa, seni dan matematika maka sejak sekitar setahun lalu sudah berdiri  Lembaga Sekolah Robotika dan Otomasi. Sebagai awal dari perkembangan lebih lanjut agar pergerakan cepat dalam dunia bisnis, teknologi dan informasi  yang sudah tidak bisa lagi dihadapi dengan kompetensi masa lalu, namun harus melihat tantangan masa depan apa dan apa yang perlu dipenuhi untuk memenuhi tantangan tersebut.

Dalami upaya memberikan kontribusi yang lebih besar ke dunia pendidikan, pengajaran dan integrasi ke dalam dunia bisnis, maka didirikanlah yayasan untuk mengakomodir hal tersebut. Adapun yayasan ini bernama sama dengan blog ini, yaitu Yayasan Ilmu SDM dengan tag line, Rethinking Posibilities, Unleashing Human Potentials.

Mengapa perlu bentuk wadah Yayasan? Karena perlu keseriusan dalam hal pengembangan SDM sehingga wadah bentuk Yayasan lebih tepat. Selain itu juga untuk mewujudkan visi, cita-cita dan mempercepat kemajuan SDM yang saat ini penulis amati tidaklah lebih baik dibandingkan pendidikan/pelajaran di masa lalu. Sebagai contoh, sangat sulit memperoleh seorang ilmuwan rekayasa bioteknologi yang juga ahli dalam astronomi atau ahli komputer. Pendidikan sekarang cenderung mengarah kepada spesialisasi, padahal kompleksitas masalah di masa depan membutuhkan keahlian yang memiliki penguasaan lebih luas dan bersifat interdisiplin dan transdisiplin.

Dalam pengamatan terhadap dunia pendidikan luar, malah penulis sudah melihat beberapa pendidikan informal yang jauh lebih kompeten dibandingkan pendidikan formal saat ini. Ada seorang mantan Professor teknik di Universitas negeri ternama, berani mencabut dan mengeluarkan anak-anaknya dari sekolah formal. Beliau mendidik sendiri anak-anaknya karena merasa pendidikan yang diberikan sekolah formal tidak akan mampu memberikan bekal memadai menjadi ilmuwan handal. Jadilah anak-anaknya  dalam usia muda menjadi ilmuwan non-formal, tapi memiliki kemampuan tidak kalah bahkan menghasilkan karya ilmiah melebihi lulusan S3 sekalipun. Ada Doktor bidang Sains dan Rekayasa yang mendirikan sekolah rumah (home schooling) berbasis teknologi sehingga siswanya mampu berpikir dan membuat project setingkat lulusan sarjana.

Karena itulah kehadiran Yayasan Ilmu SDM bermaksud mengakomodir dan menjadi solusi pendidikan di Indonesia. Suatu cita-cita besar, tapi seperti pernah Bapak proklamator Soekarno katakan, bercita-citalah setinggi langit, setidaknya jika tidak tercapai maka masih jatuh diantara bintang-bintang. Lantas apa cita-cita kami?

Pada dasarnya cita-cita kami ingin menghadirkan sebuah lembaga pendidikan yang seutuhnya, fokus dan tidak bertele-tele. Selama ini banyak model pendidikan, pengajaran , mata kuliah, bidang studi atau pelajaran yang kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat atau usaha. Sehingga akibatnya jika ingin menjadi suatu ahli butuh waktu yang cukup lama.

Sebagai contoh : Untuk pendidikan dasar kita butuh waktu 6 tahun. Menengah Pertama 3 tahun. Menengah atas 3 tahun. Diploma /Sarjana 3 – 4 tahun. Master 2 tahun. Doktor 3-5 tahun. Haruskah kita semua menempuh waktu minimal 16 tahun untuk mencapai tingkat Sarjana atau 18 tahun untuk menjadi Master? Apakah mereka yang benar-benar menempuh pendidikan selama waktu itu benar-benar menguasai kapasitasnya tidak hanya di bidang teknik saja, tapi juga penguasaan bioteknologi, kimia, rekayasa, komputer, IT , bisnis dan lainnnya? Bisakah seseorang dalam usia belasan tahun mampu membuat riset dan produk sekelas tingkat master dan menguasai dengan baik keilmuan fisika, geologi, bioteknologi, komputer dan rekayasa?. Bagaimana jika itu semua bisa ditempuh menjadi master dalam waktu separuhnya saja atau cukup 10 tahun ?. Ini mirip School Process Reengineering, suatu BPR yang diaplikasikan pada bidang pendidikan.

al-biruni-russianIlmuwan seperti Al Khawarizmi (780 – 850 M) yang dikenal sebagai bapaknya Al Jabar (Berasal dari buku karangan beliau, Al Jabr),  adalah penemu bilangan Nol yang membuat matematika berkembang pesat, dan menjadi dasar algoritma komputer, sedangkan barat waktu itu masih menggunakan aksara Romawi. Beliau tidak hanya menguasai Matematika dengan baik, tapi juga ilmuwan dalam bidang Astronomi, Geografi, Instrumentasi dan lainnya. Ada lagi Abu Raihan Al Biruni (973-1048 M), merupakan ahli matematika,  astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi . Dengan model pendidikan sekarang sangat sulit menelurkan ahli-ahli sekelas Al Khawrizmi maupun Al Biruni dalam jumlah besar. Kita ingin menciptakan banyak orang seperti Al Khawarizmi, Al Biruni dll.

Tentu saja model pendidikan ini akan merevolusi pendidikan yang sekarang ada. Ada negara seperti di Daulah Islam/ Islamic State yang tampaknya paham dan telah menggunakan pendidikan yang tepat dan fokus. Dari pengamatan penulis, mereka mampu membuat sekolah kedokteran yang hanya butuh waktu 3 tahun saja untuk lulus menjadi Dokter. Luar biasa.

Tentunya kami tidak bisa bekerja sendirian. Perlu kolaborasi dan kerjasama intens untuk yang sevisi. Bagi mereka yang ingin bergabung dan memiliki konsep pendidikan yang sevisi dengan kami, bisa mengirimkan CV dan pengalaman ke email: tshahindra@yahoo.com

Semoga upaya kecil ini mampu membantu pendidikan agar fokus, terarah dan tepat guna serta menjawab kebutuhan masa depan.

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s