ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Inikah strategi quantum leap Intel?

Tinggalkan komentar

sandy-bridge_ep_3_largeSetelah rivalitas yang tak kunjung berakhir antara Intel vs Arm dalam segmen mobile chip smartphone, tampaknya Intel di tahun 2016 dan setelahnya tidak lagi melanjutkan produksi chip smartphonenya. Terlebih paska pengumuman tidak diteruskan chip Broxton dan project SoFianya pada pertengahan tahun ini.

Apa penyebab Intel tidak melanjutkan project chip smartphone? Alasan utama adalah kapasitas dan profitabilitynya yang sangat ketat di mobile smartphone. Ini bukanlah berarti chipset Intel untuk smartphone buruk, bahkan memiliki keunggulan dengan inti sedikit (dua core), sanggup menggungguli ARM chipset dengan 8 core. Artinya arsitektur clovertrail sudah menyaingi dan mengungguli arsitektur ARM.

Namun tampaknya Intel merasakan realitas pasar yang ketat dan keras. Mirip dengan Microsoft yang sudah berupaya keras memasarkan Windows Phone, bahkan membeli Nokia, namun pangsa pasarnya tidak kunjung naik bahkan terus anjlok. Akhirnya Intel pun memPHK kan karyawan hampir 12 ribu pada bulan April 2016 lalu. Lantas bagaimana strategi Intel berikutnya.

Sepertinya Intel mengikuti langkah pemerintah Turki yang belum memberikan lelang spektrum frekuensi 4G, tapi malah melompat ke 5G. Ya, seperti tulisan disini, penulis merasakan teknologi 4G adalah teknologi ‘tanggung’ dan tidak memberikan manfaat yang besar. Walhasil penetrasi 4G di Indonesia tidaklah terlalu besar. Tapi sebaiknya, akses broadband melalui   FO (Fiberoptic), maupun teknologi NGN (Next Generation Network) WiFi malah berkembang lebih cepat. Pengalaman menggunakan Smartphone dengan 4G atau 3G+ (HSDPA, HSUPA) tidak memberikan perbedaan nyata.

Inilah yang tampaknya akan dikerjakan oleh CEO Intel Brian Krzanich. Intel bakal memindahkan fokus ke pengembangan teknologi dan jaringan untuk 5G. Sumber daya yang tadinya dipakai mengembangkan Sofia dan Broxton bisa dialihkan untuk membuat chip dan modem 5G.

Teknologi 5G akan menghadirkan koneksi mobile berkecepatan tinggi di berbagai perangkat, termasuk gadget mobile, PC, smartphone, robot, drone, wearable, dan Internet of Things. Dalam uji coba, kecepatan 5G mampu mencapai 5 Gbps, atau 10 kali lebih cepat dibandingkan 4G, yang mencapai sekitar 300-400 MBps, meskipun kenyataannya jauh dibawah itu.

Ini adalah strategi yang paling masuk akal dan realitis untuk dilakukan Intel. Bersaing dengan vendor pureplay fab untuk chip smartphone seperti TSMC adalah sangat berat, jika tidak mencapai skala profit yang cukup signifikan. Namun, bila Intel sudah siap dengan chip 5G nya, mungkin akan bisa berbeda di tahun 2017-2018.

Boleh dibilang, intel mundur selangkah untuk maju dua tiga langkah ke depan.

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s