ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Dampak Negatif Pygmalion Effect bagi Perusahaan : Kasus Sari Roti

1 Komentar

negative-and-positive-effectPenulis sudah memperkirakan akan ada dampak yang cukup berat bagi Produsen Sari Roti, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, jika tidak melakukan langkah segera, paska pandangan negatif melalui pemberian klarifikasi yang kontroversial itu. Sayangnya, sampai tulisan ini dibuat (12 Des, 2016) tidak ada pernyataan atau langkah serius, bahkan menghapus pengumuman klarifikasi tersebut, yang sudah tidak bisa diakses sejak tanggal 10 Des 2016. Seolah-olah ingin menghapus jejak. Tentunya di jaman era digital tidak mudah menghilangkan jejak, karena rekaman dan bukti  digital seperti screenshot, log file mudah ditelusuri.

Dari penelusuran via medsos, internet maupun jaringan ternyata dampak terhadap penjualan produk Sari Roti ini cukup terasa. Bahkan efek ini bisa menjadi bahan studi kasus manajemen bisnis, dimana terjadi aksi boikot karena pernyataan klarifikasi perusahaan.

Berikut adalah foto-foto dari media sosial dan netizen mengenai produk Sari Roti . Di Koperasi Asy Syams SD Muhammadiyah sudah tidak lagi menjual Sari Roti.

sari-roti-di-sd-muhammadiyahSelanjutnya ada jaringan ritel Pamela di Yogya juga sudah tidak menjual Sari Roti lagi.

sari-roti-tidak-dijual-di-pamellaJaringan supermarket Sakinah di Surabaya juga menyetop pembelian Sari Roti.

sari-roti-di-supermarket-sakinah-surabaya

Kemudian bagi yang masih menjual produk Sari Roti, terlihat stock menumpuk. Bukan berarti tidak ada penjualan tapi jumlah yang disupply tidak sebanding dengan permintaan yang ada. Ini pantauan dari medsos untuk produk Sari Roti di Giant Supermarket.

sari-roti-di-giantJika tiap hari ada 5 trolley roti yang tidak laku di Hypermarket, bisa dihitung berapa total nilai produk Sari Roti yang tidak terjual per hari. Perkiraan penulis, satu trolley bisa terisi 50 pak. Jika tidak terjual 5 trolley atau sekitar 250 pak roti per hari, maka dengan harga jual rata-rata per pak sekitar 15 ribu rupiah, maka ada total penjualan per hari yang hilang adalah sekitar 3.75 juta rupiah. Itu dari satu gerai. Padahal ada ratusan gerai hypermarket di Indonesia. Dari seratus gerai, maka sekitar 375 juta rupiah per hari kerugian dari produk tak terjual, wow!. Belum lagi dari ribuan toko, pedagang keliling dan lainnya yang tentunya juga mengalami penurunan penjualan.

Di media sosial lain, tampak Sari Roti juga diretur utuh. Tentunya kondisi ini bisa membahayakan perusahaan karena produk roti bukanlah produk yang bisa bertahan lama seperti pangan produk tepung lainnya seperti biskuit lainnya.

Bahkan ada netizen yang melaporkan, tingkat retur produk Sari Roti di Salah satu swalayan/mini market di Depok mencapai 95%. Artinya hanya 5% yang terjual.

sari-roti-diretur-95-persenTahun 2015, Sari Roti membukukan penjualan senilai 2.2 trilyun rupiah, atau sekitar 6 Milyar per hari. Penurunan penjualan per hari jika mencapai 2-3 Milyar saja, bisa menggerus pangsa pasar Sari Roti dan laba secara siginifikan. Dampaknya akan besar terhadap kinerja perusahaan.

Lantas bagaimana PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk harus bersikap?  Sayangnya sampai sekarang sikap diam dari manajemen produsen Sari Roti tersebut tidaklah membantu. Bahkan sekarang website resmi www.sariroti.com juga tidak bisa diakses, karena telah diretas.

Menurut penulis mudah saja, yaitu dengan melakukan langkah dibawah ini, mudah-mudahan bisa membalikkan keadaan yaitu :

  1. Melakukan permintaan maaf di media resmi, skala nasional baik cetak online atau offline terhadap pernyataan klarifikasi tanggal 3 Desember lalu.
  2. Mencabut klarifikasi tersebut. Bukan dengan diam-diam menghapus, karena mudah diketahui jejak digital.
  3. Menemui pimpinan GNPF, bersilaturahmi kepada mereka dan menyatakan bahwa tidak ada niat untuk mendiskreditkan aksi bela islam yang super damai tersebut.

Mudah kan?

Referensi :

PWMU.com. Dikutip dari laman http://www.pwmu.co/20295/2016/12/dok-sd-teladan-nasional-ini-resmi-hentikan-pasokan-produk-sari-roti.html

Hidayatullah.com. Dikutip dari laman http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/12/10/107395/jaringan-ritel-sakinah-stop-jual-sari-roti.html

Media Resmi GNPF. Dikutip dari laman http://www.belaquran.com/2016/12/boikot-sari-roti.html

MediaSosial FB Mimi Fairuza. Dikutip dari laman https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210964010126537&id=1542320190

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

One thought on “Dampak Negatif Pygmalion Effect bagi Perusahaan : Kasus Sari Roti

  1. Ping-balik: Benarkah Boikot Efektif? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s