ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Ketika perusahaan memandang suatu aksi secara negatif melalui klarifikasi

1 Komentar

pop_up_heboh_roti_gratisDalam sesi pelatihan, baik motivasi, kepemimpinan atau sesi lainnya, seringkali penulis membawakan mengenai topik pygmalion atau rosenthal effect. Ini adalah effek dimana sikap/perasaan atau belief kita terhadap sesuatu akan mempengaruhi lingkungan kita yang pada akhirnya kembali ke diri sendiri.

Namun ternyata tidak semua pihak bisa bersikap demikian. Berawal dari seorang dermawan yang tak mau disebutkan namanya, dermawan tersebut telah membeli secara tunai  atau cash keras kepada pedagang gerobak roti dengan merk cukup terkenal, yaitu Sari Roti untuk dibagikan kepada peserta aksi bela islam III.  Aksi kedermawanan ini menjadi cukup viral di media sosial, bahkan beberapa memposting foto gerobak roti yang bertuliskan gratis tersebut bagi peserta aksi bela islam III yang berlangsung sangat damai, tertib dan rapih.

Sayangnya perusahaan pembuat roti tersebut tidak melihat sisi positif peristiwa itu . Malah membuat klarifikasi di website resmi perusahaan. Inilah yang membuat penulis menyebutkan adanya pandangan negatif dari perusahaan terhadap aksi tersebut, malah menimbulkan efek negatif atau yang kembali kepada perusahaan.

pedagang-sari-rotiMari kita bahas isi klarifikasi perusahaan pembuat Sari Roti, PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Pada point 1, perusahaan menulis : “ PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2016”. Point 1 bagus, karena memberikan apresiasi kepada peserta Aksi Bela Islam III, dengan menyebut sebagai Aksi Super Damai 2 12.

Lanjut, kita lihat point 2 : “PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.” Nah, disini mulai terlihat letak pandangan ‘asli’ perusahaan terhadap aksi tersebut. Karena dalam suatu kalimat point klarifikasi berhubungan satu sama lain, maka pada point 2 tersebut secara halus memberikan makna bahwa Aksi diatas seolah-olah sebagai kegiatan yang tidak nasionalis, mengancam keberlangsungan keutuhan NKRI maupun azas Bhinneka Tunggal Ika.

Bahkan pernyataan klarifikasi berikutnya lebih terasa blundernya. Dimana perusahaan Nippon Indosari sudah mengakui fakta bahwa pembelian itu dilakukan oleh salah seorang konsumen, namun menambahkan bahwa :” Pihak Pembeli meminta agar produk tersebut dapat diantarkan ke area pintu masuk Monas dan dipasangkan tulisan “gratis” tanpa pengetahuan dan perijinan dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk “.  Disinilah nampak bahwa perusahaan seperti tidak mau ada tulisan gratis bagi peserta dan tulisan tersebut dibuat tanpa ijin sepengatahuan dari pihak perusahaan. Padahal banyak peserta aksi termasuk penulis juga sadar, pastilah ada dermawan yang membeli roti-roti tersebut untuk peserta. Rasanya aneh juga jika kita membeli produk pangan , kemudian dibagikan gratis harus minta ijin ke produsen pangan tersebut?. Masih lebih baik pada produsen kemasan air minum yang airnya dibagi-bagikan berkardus-kardus, merknya sangat jelas terlihat tapi tidak ada klarifikasi produsen air minum tentang hal tersebut. Bahkan airnya dipakai selain untuk minum, juga untuk wudhu.

Paragraf terakhir menegaskan kembali : “PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik”. Nah, dengan menganggap aksi bela islam 212 sebagai aktifitas kegiatan politik, merupakan blunder terbesar dari perusahaan. Padahal aksi tersebut tidak ada kegiatan partai, tidak ada bendera partai, tidak ada ketua umum partai politik yang memberikan orasi dll.

Sebenarnya tidak ada  hal yang salah bagi perusahaan membuat klarifikasi. Namun isi klarifikasilah yang membuatnya menjadi masalah bagi perusahaan. Menurut penulis, lebih baik perusahaan tidak membuat klarifikasi terhadap peristiwa pembagian roti gratis, karena dari pantauan penulis kepada media sosial, jejaring sosial dengan adanya peristiwa pembagian gratis oleh dermawan yang membeli roti, justru menimbulkan dampak positif terhadap merk/brand tersebut. Bahkan ada peserta yang berjanji akan untuk membeli dan berlangganan Sari Roti. Klarifikasi baru dibuat jika ada dampak terhadap penjualan perusahaan. Dalam jangka waktu seminggu setelah aksi bisa diketahui, apakah ada penurunan dan kenaikan omzet. Jika ada kenaikan, kenapa harus membuat klarifikasi?

Sayangnya, perusahaan tidak melihat hal itu. Malah membuat pernyataan klarifikasi dengan terlihat keberpihakannya. Efeknya di media sosial cukup jelas. Sudah ada yang menyeru untuk melakukan boikot kepada Sari Roti, bahkan tagar atau hashtag #boikotsariroti, menduduki peringkat cukup tinggi di dunia jagad maya.

Bagaimana seharusnya perusahaan bersikap. Ya seperti di awal tulisan ini, alangkah baiknya perusahaan bisa melihat positif dari Aksi tersebut. Bahkan tanpa membuat klarifikasi apapun, penulis yakin penjualan Sari Roti akan meningkat karena peserta aksi menganggap positif merk sari roti yang dibagikan gratis oleh dermawan. Atau jika terpaksa (mungkin ada tekanan) untuk membuat klarifikasi, maka seharusnya point klarifikasi menjadi seperti dibawah :

  1. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. selaku produsen produk Sari Roti memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas terlaksananya Aksi Super Damai 212 yang berjalan dengan lancar dan tertib pada tanggal 2 Desember 2011.
  2. Nippon Indosari Corpindo Tbk, menyatakan bahwa dalam Aksi Super Damai 212 tersebut, ada pembagian produk Sari Roti secara gratis kepada peserta Aksi Super Damai 212.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menyampaikan bahwa:

  • Aksi pembagian gratis produk Sari Roti tersebut merupakan aksi individu tertentu yang merupakan pelanggan produk Sari Roti.
  • Inisiatif pembagian gratis dari Individu tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan kami, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. sebagai produsen produk Sari Roti.
  • PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, sebagai produsen Sari Roti mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Individu yang telah membeli produk Sari Roti kami dan berinisiatif membagi-bagikannya secara gratis kepada peserta Aksi Super Damai 212.
  • Perusahaan mengucapkan selamat kepada peserta Aksi Super Damai 212 yang telah menikmati produk Sari Roti tersebut, dimana kami berharap peserta bisa menjadi pelanggan setia produk Sari Roti kami.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Klarifikasi ini hanya bertujuan untuk menjelaskan persoalan mengenai informasi yang beredar di media bahwa aksi bagi-bagi gratis produk Sari Roti bukanlah kegiatan Perusahaan (corporate action), tapi merupakan insiatif dari pelanggan Sari Roti secara individu.

Nah, terasa beda kan klarifikasinya?  Tulisan saran klarifikasi penulis berangkat dari pandangan positif terhadap aksi, sehingga ada unsur apresiasi, terimakasih, ucapan selamat kepada yang telah menikmati produk. Bahkan harapan untuk menjadi pelanggan setia. Termasuk juga diberikan penjelasan bahwa perusahaan tidak ada sangkut pautnya dengan aksi individu tersebut.

Jika tidak ada perubahan atau tanggapan dari perusahaan, hampir dipastikan ada efek tidak bagus terhadap penjualan produk Sari Roti  dalam waktu dekat. Sebuah  dampak spiral dari Pygmalion Effect .

Referensi

Klarifikasi PT. Nippon Indosari Corpindo. Diakses pada laman web http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/

Iklan

Penulis: Tengku Shahindra

Strategic Business Advisor, Implementer, Consultant & Trainer dealing with Business Management, Business Performance, Organization Development & Human Capital Management

One thought on “Ketika perusahaan memandang suatu aksi secara negatif melalui klarifikasi

  1. Ping-balik: Dampak Negatif Pygmalion Effect bagi Perusahaan : Kasus Sari Roti | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s