Antara proses bisnis dan struktur organisasi, mana yang lebih dulu?

img02209-20161108-1206Ada pertanyaan menarik ketika penulis memberikan pelatihan mengenai Business Process Design & Implementation di Ditjen Pajak beberapa waktu lalu. Yaitu mengenai struktur organisasi. Apakah struktur mempengaruhi proses bisnis atau proses bisnis mempengaruhi struktur organisasi?

Dalam pengalaman penulis, baik melakukan implementasi, fasilitasi maupun konsultasi perbaikan proses bisnis dan  penyusunan struktur organisasi, keduanya ternyata bisa saling mempengaruhi. Namun yang lebih besar pengaruhnya adalah proses bisnis berdampak lebih besar terhadap struktur organisasi dibandingkan sebaliknya.

Mengapa bisa demikian? Bisa lihat pada artikel pembentukan disain organisasi. Pada dasarnya ketika organisasi berdiri melalui pembentukan peran (role) aktifitas pengolahan (business process), dan bentuk hubungan formal (formal relationship) dalam suatu organisasi. Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses yang lebih detil dalam unit maupun sub unit tersebut. Artinya, proses yang akan dijalankan oleh organisasi tersebut, akan mempengaruhi struktur yang ada. Sehingga bisa disebut, proses bisnis adalah salah satu faktor internal yang mempengaruhi struktur.

Tentunya tidak hanya faktor internal saja seperti proses bisnis, ada juga faktor kepemimpinan, visi, misi dan strategi. Sama halnya seperti bagaimana menyelaraskan kepemimpinan dengan struktur organisasi, dan strategi organisasi. Karena itu, perusahaan atau organisasi harus lebih cepat merespons kebutuhan bisnis minimal sama cepatnya dengan perubahan di dunia luar. Akan lebih baik lagi jika perusahaan menjadi motor penggerak perubahan tersebut.

Proses bisnis sendiri juga dipengaruhi oleh strategi organisasi. Ketika dirasa ukuran parameter standar proses bisnis masih belum memadai, dilihat dari volume, transaction, cycle time, leadtime, dan parameter lainnya, maka perlu strategi mempercepat/ meringkas atau pun menyederhanakan. Inilah nantinya yang disebut sebagai rekayasa bisnis proses atau business process reengineering. Dalam perjalanannya dengan proses yang lebih baru (future state process/tobe process), bisa saja ada perubahan struktur organisasi, misal terjadi konsolidasi aktifitas, eliminasi duplikasi tugas dll.

Selanjutnya, apakah perubahan struktur organisasi selalu merubah proses bisnis? Jawabannya sangat relatif, bisa saja terjadi perubahan proses binis. Namun jika bisnis anda tidak berubah banyak, maka tidak ada perubahan yang besar pada proses bisnis. Paling besar kemungkinan yang berubah pada update atau tambahan peran, role, fungsi atau tugas dari pemangku jabatan yang awalnya dikerjakan di posisi lama, sekarang pada posisi baru. Dengan kata lain proses bisnis cenderung tetap, selama tidak ada perubahan bisnis yang mendasar. Dalam pengamatan dan observasi penulis, perubahan struktur mempengaruhi pada parameter kinerja proses bisnis. Yaitu kecepatan/lead time process, volume transaction, cycle time dan lain-lain.

Dari pengalaman empirik penulis pun membuktikan hal tersebut. Karena pernah terjadi perubahan struktur organisasi yang cukup mendasar (karena strategi organisasi) disaat fasilitas process reengineering, ternyata tidak memberi dampak besar pada proses bisnis bersangkutan.

Nah.. kini sudah lebih jelas kan antara proses bisnis dan struktur organisasi, mana yang lebih mempengaruhi.

Note : Ingin tahu solusi tentang proses bisnis, struktur organisasi dan lainnya  klik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s