Samsung tiru langkah Apple di otomotif?

samsung-smart-carBanyak yang mengatakan bahwa Samsung adalah pengekor Apple. Bila Apple sudah meluncurkan produk inovatifnya, maka tak lama Samsung juga meluncurkan produk terbarunya + keunggulan fitur tambahan. Berbeda dengan Xiaomi yang sering disebut ‘tiruan’ Apple. Sampai-sampai peluncuran produk baru oleh Lei jun, benar-benar persis dengan peluncuran produk Apple oleh Steve Jobs.

Langkah Apple yang mencoba masuk ke ranah otomotif tampaknya juga diikuti oleh Samsung. Mereka kini rela mengeluarkan koceknya untuk membeli Harman International Industries, perusahaan penyedia layanan teknologi/hiburan/entertainment untuk kendaraan mobil, senilai 8 Milyar USD. Wow..banyak sekali.

Akuisisi tersebut jelas akan mengangkat portofolio Samsung sebagai penyedia teknologi otomotif, termasuk mempertahankan hubungannya dengan produsen otomotif terkemuka seperti BMW, VW dan GM, yang selama ini adalah pelanggan Harman. Jelas ini sesuatu yang besar bagi Samsung di dunia  otomotif karena sekitar 65 persen dari penjualan Harman, yang mencapai 7 milyar USD atau sekitar Rp 94 triliun selama tahun lalu, adalah produk terkait dengan mobil.

Samsung, perusahaan nomor 1 di dunia dalam bisnis teknologi dan produk elektronik, sudah lama menyalip perusahaan raksasa elektronik Jepang seperti Sony, Toshiba, Panasonic tampaknya melihat peluang lain di otomotif. Mereka melihat – atau mengikuti Strategi Apple – bahwa industri otomotif belumlah mendapat sentuhan teknologi inovatif seperti perangkat lunak pintar, maupun teknologi online. Langkah Samsung ini persis seperti Apple, yang mulai dengan merekrut karyawan kunci ex Tesla Motor. Namun langkah Samsung sepertinya lebih serius, karena Samsung di awal tahun sudah membeli saham perusahaan mobil elektrik Cina, BYD.

Kini dengan memiliki Harman, maka Samsung memiliki akses terhadap teknologi media internet untuk kendaraan seperti : Navigation online, Multimedia Entertainment, Car Security System dan Analytic Tools.

Untuk Samsung, membangun pijakan dalam akuisisi dan pertumbuhan anorganik melalui pembelian perusahaan teknologi otomotif tersebut, akan menawarkan Samsung kesempatan untuk menumpahkan ketergantungan pada pasar smartphone menjalani kemerosotan terburuk dalam catatan penjualan mereka, paska gagalnya Samsung Galaxy Note 7, dan turunnya nilai penjualan produk mobile smartphone, dengan kemunculan kompetitor baru seperti Xiaomi dan Huawei. Samsung adalah pemasok terbesar di dunia dalam layar display dan memori untuk perangkat elektronik, sehingga replikasi dominan mereka di dunia elektronik ke dalam bisnis otomotif, tentunya memberi tambahan suntikan baru  bagi portofolio bisnis Samsung.

Kini pesaing di mobil pintar di era tahun 2017 sampai dengan 2020 akan bertambah. Selain Samsung, tentunya Apple dan Alphabet (aka Google) bisa menjadi disruptive innovator bagi perusahaan otomotif konvensional.

Tesla yang awalnya hanya memikirkan Apple sebagai pesaing berikut, tentunya sudah harus melihat langkah Samsung sebagai pengekor Apple. Terlebih Samsung rupanya mulai mendekati untuk Magneti Marelli, anak perusahaan otomotif Fiat Chrysler. Samsung tampaknya memilih menjadi pemain utama dalam ekosisitem digital di era Internet of Things (IoT) memberi andil besar dalam revolusi 4.0 bagi industri otomotif.

Bagimana kiprah Samsung di tahun 2017-2020 untuk produk otomotifnya? Kita lihat saja nanti di tahun 2017 atau 2018 paling lama.

Note : ingin tahu lebih lanjut tentang  Disruptive Innovation ? klik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s