Bystander Effect di dalam lingkungan dan organisasi

wang-yue-deathTanggal 13 Oktober 2011, bocah perempuan Wang Yue (2 tahun) tertabrak kendaraan  di wilayah Foshan, Guangdong Cina. Akibat luka parah yang dideritanya, bocah itupun tewas delapan hari kemudian di Rumah Sakit. Peristiwa tertabraknya Wan Yue yang sempat terekam oleh CCTV kemudian disiarkan televisi lokal dan diunggah ke internet, akhirnya menimbulkan reaksi dan kehebohan masyarakat luas Cina dan dunia saat itu. Jutaan posting dan komentar maupun kritik keras secara online dan offline bermunculan menanggapi peristiwa tersebut.

Di Cina, sekitar 260 ribu penduduk tewas per tahun karena kecelakaan di jalan raya. Rasionya sekitar 18 kematian per 100 ribu penduduk. Kurang lebih sama dengan Indonesia yang rata-rata mencatat 38 ribu kematian per tahun. Boleh dikatakan, sekitar 700 kematian per hari karena kecelakaan/tabrakan di jalan raya, sehingga kematian Wang Yue ‘terlihat’ biasa dalam kacamata kuantitas. Namun bukan itu yang membuat heboh.

Adalah fakta bahwa dalam rekaman CCTV, sebuah mobil van putih telah menabrak bocah mungil  dan tubuh Wang Yuen terlindas roda mobil depan. Sang pengemudi sempat berhenti sebentar, sementara Wang Yue berbaring tak berdaya dibawah mobil antara roda depan dan belakang dengan luka parah. Namun sang pengemudi tidak bereaksi apa-apa, dan akhirnya melanjutkan kendaraan tersebut, hingga roda mobil belakang van kembali menggilas tubuh Wang Yue.

Kejadian selebihnya yang terekam lebih memprihatinkan dan mengenaskan. Setidaknya ada 18 orang yang melewati tubuh Wang Yue, mengabaikan bocah tersebut yang sudah luka parah dan tampak darah di samping tubuh mungil tersebut. Bahkan ada mobil pick up ke dua yang turut menabrak dan melindas Wang Yue tersebut. Sampai akhirnya seorang perempuan pemungut sampah sempat menolong meminggirkan tubuh bocah malang tersebut dari jalan. Hingga akhirnya Wang Yue dibawa ke RS dan meninggal 8 hari kemudian. Berikut link video peristiwa Wang Yue, namun bagi yang tidak kuat diharapkan jangan melihat.

Reaksi publik begitu keras terhadap kejadian tersebut. Mayoritas mengkritik, mengecam dan mengutuk orang-orang yang apatis , acuh tak acuh dan membiarkan Wang Yue tanpa sedikitpun berusaha menolongnya. Lainnya  berkomentar kejadian ini merupakan indikasi tumbuh berkembangnya apatisme, pembiaran di masyarakat Cina. Istilah kerennya adalah bystander effect, atau dalam bahasa gaulnya EGP (emang gue pikirin).

Mengapa publik Cina seakan banyak yang tidak peduli ? Adakah alasan lain kenapa orang Cina berbuat seperti itu? Ketidakpedulian atau sikap apatis bukanlah akar masalah atau jawaban dari itu semua. Tampaknya ada alasan mendasar kenapa masyarakat Cina enggan atau khawatir menolong orang yang butuh bantuan.

Di tahun 2006, terjadi kasus Peng Yu, seorang pria penolong wanita korban jatuh dari bis, justru telah dituduh membuatnya jatuh dari bis tersebut dan menuntut sekitar USD 7000 untuk biaya pengobatan medis lanjutan. Padahal Peng yu telah membawanya ke rumah sakit dan membantu biaya pengobatan mendasar. Beberapa analis mengatakan, kasus Peng Yu telah membuat masyarakat Cina takut dan khawatir, karena niat untuk menolong malah nantinya akan menjadi tertuduh atau dituntut. Peristiwa Wang Yue seakan telah menguatkan hipotesis tersebut.

Ketika hukuman diberikan kepada mereka yang berbuat baik dan benar – berkaca pada kasus Peng Yu –menjadi pembenaran bagi masyarakat Cina ketika menyaksikan peristiwa serupa, seperti tertabraknya Wang Yue. Ketakutan akan mendapatkan masalah atau tuntutan menyebabkan orang khawatir untuk bertindak. Pembuktian ini kembali terjadi di tahun berikutnya pada bulan Desember 2012, ketika bocah laki-laki 5 tahun Yan Zhi, yang tertabrak bis , dan ibunya minta tolong ke orang-orang sekitar, hampir tidak ada yang mempedulikan. Akhirnya bocah itupun tewas dalam perjalanan ke RS.

Ketiadaan hukum yang berpihak kepada penolong menjadi akar masalah di atas. Tidak hanya dalam masyarakat efek ini terjadi, juga bisa pada lingkup organisasi. Ketiadaan aturan dan sistem yang membedakan antara mereka yang berkinerja baik dan berkinerja buruk bisa mengakibatkan bystander effect. Bahkan ketika yang dianggap performa bagus, memiliki perilaku baik justru  malah dipinggirkan akan membuat preseden buruk bagi seluruh karyawan.

Tanda-tanda bystander effect dapat dirasakan. Karyawan tidak peduli terhadap performa perusahaan entah rugi atau untung. Yang penting masih mendapat gaji. Ada juga karyawan enggan membantu organ/fungsi organisasi lain yang mengalami kesulitan. Mereka hanya memikirkan diri sendiri atau departemennya. EGP lah dengan masalah staff lain atau kinerja departemen lain. Yang penting dia sudah menjalankan job desc atau sudah meraih targetnya.

Masyarakat Cina telah merasakan dampak akibat ketiadaan hukum yang adil maupun sistem yang berpihak. Pelaku bahkan lebih suka untuk menabrak berulang kali korban sampai yakin korban mati karena ternyata biaya untuk mengurus kematian korban lebih murah dari pada biaya medis . Di dalam Video ini terlihat wanita Cina yang telah menabrak laki tua, sengaja berulang –ulang melindas tubuh korban untuk meyakinkan bahwa korban mati. Sangat mengerikan.

Tentunya kita tidak ingin kejadian yang sama terjadi di lingkungan kita dalam organisasi. Kuncinya ada pada keberadaan aturan sistem, dan penegakan sistem tersebut yang adil. Namun sayang, negeri ini punya kecenderungan menggunakan aturan hukum yang tidak adil untuk masyarakatnya.

Referensi :

WHO, ed. (2015). “Global Status Report on Road Safety 2015” (PDF) (official report). Geneva, Switzerland: World Health Organisation (WHO). pp. vii, 1–14, 75ff (countries), 264–271 (table A2), 316–332 (table A10).

Ignored toddler doesn’t tell the whole story about China”. The Globe and Mail. 19 October 2011. Retrieved 13 October 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s