Gagal Paham + Gagal Fokus = Kejatuhan

brad-pitt-on-moneyballHampir semua organisasi perusahaan yang penulis perhatikan mengalami kejatuhan karena adanya kegagalan dalam memahami persoalan yang dihadapi plus fokus terhadap prioritas aksi yang harus dilakukan. Yang terpenting adalah memahami masalah apa yang sebenarnya. Ketika gagal memahami persoalan, maka hampir pasti terjadi kegagalan untuk bisa bangkit. Bagaimana mungkin bisa berhasil, jika orang yang mengurus organisasi tidak paham masalah yang dihadapi?

Ada teladan menarik bagaimana seharusnya memahami suatu permasalahan. Jika sudah menonton sinema MoneyBall (2011) yang diangkat dari kisah nyata, terlihat adegan menarik ketika GM Billy Beane menguraikan masalah. Penulis merekomendasikan menonton film ini untuk mencari paradigma baru yang berbeda dengan pandangan klasik.

Ketika kehilangan tiga pemain besar Oakland Athletic (OA) saat musim liga 2002, maka mau tidak mau GM Billy Beane harus merombak tim nya agar kompetitif. Apalagi sudah diwanti-wanti pemilik, bahwa mereka tidak akan bisa membayar mahal pemain professional karena keterbatasan budget.

Dalam diskusi ruang meeting, setiap orang membicarakan bagaimana mengganti pemain kunci OA. Berbagai komentar disebutkan mengenai tipe atlet pengganti yang bisa mengayuhkan tongkat, mampu berlari cepat. Selanjutnya ada nama seorang atlet yang memiliki tipe permainan baik, sudah lulus tes buta warna dan lainnya. Semua berpendapat bagaimana bisa mengambil permainan pro yang memiliki kemampuan baik di lapangan berdasarkan kriteria klasik atlit baseball. Seolah-olah ada kesepakatan bahwa segera mengganti tiga pemain kunci yang pindah, adalah kunci bagi OA.

Namun ketika Billy Beane mengutarakan pendapat, bisa mematahkan semua argumen tim dalam melihat masalah OA. Menurut Billy Beane, mereka disini belum paham dan mengerti permasalahan yang dihadapi OA, sehingga selalu menggunakan cara lama seperti yang dipakai oleh tim lainnya. Kalau dalam ilmu manajemen strategi, selalu bersaing di lautan merah (red ocean).

Apa yang didiskusikan mengenai OA ? kira-kira beginilah ucapannya:

“ Apa sebenarnya masalah kita ?” tanya Billy

“ Masalahnya adalah kita harus mencari tiga pemain pengganti yang pindah”

“ Salah..!”, ada pendapat lain..?”

“Kita butuh 38 Home Run, 120 kali RBI dan 47 Double sebagai pengganti ..”

“Masalah yang sebenarnya adalah ini..” Jawab Bill, karena tampaknya di film tersebut beliau kesal terhadap timnya yang tidak memahami akar masalah OA. “ Mereka adalah tim yang kaya, sedangkan kita adalah tim yang miskin,  lalu ada perbedaan pendapatan sampai dengan 50 kali lipat, dan disinilah” – sambil menunjukkan posisi tangan dibawah meja, – “ posisi OA kita berada…”

“Ini adalah permainan yang tidak adil, dimana OA kehilangan organ tubuh penting yang didonorkan ke orang kaya, dimana klub Boston sudah mengambil ginjal kita, Yankees juga mengambil jantung kita, dan malah kalian disini berbicara bagaimana mendapatkan ‘organ tubuh yang bagus’ seperti di pasar obral barang bekas..”

Itulah yang menurut penulis pentingnya pemahaman akar masalah dan situasi. OA adalah tim miskin budget, sehingga perlu menjual atau transfer pemain kunci agar bisa mendapatkan dana operasioanal. Namun kebijakan tersebut bermata dua, karena akan mengurangi jumlah pemain bagus di tim.

Sehingga OA dibawah manajemen Billy Beane berupaya mencari teknik dan metode cara baru, yang berbeda dengan cara tim kaya lainnya (Boston Redsox, Newyork Yankees dll). Mirip dengan strategi asimetri dan Blue Ocean, dimana metode tersebut harus bisa menaksir nilai (value) antar pemain baseball lainnya yang bagus secara relative. Selanjutnya dihubungkan dengan nilai gaji dan transfer pemain pro baseball. Dengan teknik dan filosofi Sabermetrics tersebut, OA akhirnya menjadi tim dengan biaya per kemenangan paling rendah pada musim 2002.

Maka rumusan Paham + Fokus = Kebangkitan , menjadi cocok bagi Billy Beane saat menangani OA. Dan disitu pula Billy Beane  harus memecat anggota tim yang tidak sepaham karena kekhawatiran beliau jika ada anggotanya yang tidak memahami persoalan bisa memberi dampak negatif besar bagi kebangkitan tim OA.

Note : ingin tahu lebih lanjut tentang Problem Solving Analytical Thinking ? klik ini.

Referensi :

Michael Lewis. 2003 Moneyball, the art of winning an unfair game. WW Norton Company. USA.

Money Ball (movies). 2011. Columbia Pictures.

SABR. Sabermetrics Research. http://sabr.org/sabermetrics

Satu pemikiran pada “Gagal Paham + Gagal Fokus = Kejatuhan

  1. Ping balik: Mengapa masalah di organisasi terus menggulung? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s