Cara membangun Struktur Organisasi yang selaras dengan strategi visi misi organisasi

bridge-misalignedAda perbincangan yang menarik dengan CEO anak perusahaan BUMN di bidang finansial, ketika penulis memberikan pelatihan disain struktur organisasi pada perusahaan tersebut beberapa waktu lalu. Beliau memaparkan sewaktu bekerja di perusahaan terdahulu ada penempatan posisi dalam struktur organisasi yang disesuaikan dengan strategi bisnis. Dan ternyata sangat sesuai dengan visi/misi atau strategi bisnis yang ingin dikembangkan. Memang dalam pelatihan tersebut, penulis memaparkan bahwa struktur organisasi bisa dipengaruhi oleh strategi atau visi/misi perusahaan.

Apa saja perubahan atau penempatan posisi yang dilakukan terkait hal tersebut? Terutama menyangkut aspek kepemimpinan tertinggi atau Dirut/CEO di organisasi. Inilah perubahannya.

Ketika perusahaan menginginkan strategi yang ekspansif dan penetrasi kepada pasar dengan cepat dan segera, pemegang saham menempatkan Direktur yang berlatar belakang pemasaran/marketing untuk menempati posisi tersebut. Dan hasilnya cukup baik, karena memang strategi ekspansif produk/layanan ke pasar didukung oleh latar belakang Direktur yang berasal dari Marketing. Namun ketika dirasakan organisasi membutuhkan pengetatan anggaran dan biaya serta penghematan di beberapa pos yang ada, karena kondisi pasar sedang menurun, pemilik saham mengubah susunan Direksi dengan menempatkan yang berlatar belakang kuat di bidang finansial/keuangan sebagai Dirut. Walhasil, program penghematan dan pengurangan biaya pun berjalan cukup sukses.

Kisah diatas ternyata sudah ada contoh riilnya pada tulisan mengenai business turnaround pada kasus batan teknologi. Ketika pembuatan radioisotop dengan pengayaan uranium tingkat tinggi dilarang IAEA sehingga bisa mematikan BatanTek, maka kemeneg BUMN saat itu, menempatkan Direktur dengan latar belakang keilmuan rekayasa nuklir tingkat internasional sebagai pucuk pimpinan. Untuk mencari dan menemukan teknologi baru yang pada akhirnya bisa terealisir melalui pengayaan uranium tingkat rendah, sehingga memungkinkan PT. BatanTek (Note: sekarang PT Industri Nuklir Inddonesia)  menjadi penguasa penyedia radioisotop di pasar asia dan dunia.

Disinilah letak salah satu keberhasilan pemilik perusahaan/ pemegang saham/Komisaris atau shareholder dalam menempatkan posisi sesuai dengan kondisi perusahaan maupun strategi bisnis yang akan dijalankan. Sehingga terjadi kesesuaian antara profil manajemen dengan strategi bisnis. Eksekusi perubahan strategis organisasi tidak menunggu secara periodik. Kondisi yang dialami organisasi tersebut, sangat cocok ketika bisnis anda tidak berjalan semestinya atau tertinggal.

Hal ini lah yang sudah pernah penulis kemukakan mengenai Perpetual Planning Cycle Management. Sebuah istilah yang justru penulis dapatkan ketika mengikuti seminar teknologi IT. Perusahaan atau organisasi harus lebih cepat merespons kebutuhan bisnis minimal sama cepatnya dengan perubahan di dunia luar. Akan lebih baik lagi jika oerusahaan menjadi motor penggerak perubahan tersebut.

Dalam dunia yang penuh dengan disruptive innovator, maka kondisi seperti ini merupakan keniscayaan. Perubahan posisi, update kapabilitas, pengembangan bisnis, atau downsizing bisa dieksekusi kapan saja jika memang berdasarkan kelayakan dan intuisi bisnis, waktu tersebut merupakan saat yang tepat. Tidak perlu menunggu waktu anggaran belum turun lah, belum jatuh tempo, menunggu agenda periodik planning cycle management atau hal lain yang bertele-tele. Sudah keburu terlambat bergerak.

So, mulailah bisnis bisa bergerak lincak, cerdas dan tepat. Jangan sampai bisnis anda dilibas pendatang baru yang nota bene belum dikenal setahun-dua tahun lalu..

Note : Ingin tahu tentang penyelarasan struktur organisasi dengan bisnis, strategi dan visi organisasi? klik ini.

Satu pemikiran pada “Cara membangun Struktur Organisasi yang selaras dengan strategi visi misi organisasi

  1. Ping balik: Antara proses bisnis dan struktur organisasi, mana yang lebih dulu? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s