Mereka yang meraih kemenangan hakiki

Account ActivistPerang yang terus berkecamuk di wilayah timur tengah, dan sudah menyeret banyak negara baik secara langsung atau tidak langsung telah menyebabkan banyak korban. Berawal dari konflik suriah, penulis prediksikan menuju konflik global sudah terlihat tanda-tandanya dengan jelas. Dari hitungan penulis, ada 60 negara yang terlibat dan Jumlah tersebut terus bertambah.

Namun, ternyata perang tersebut sudah mulai menampakkan wajah sebenarnya siapa yang bermain. Tidak sulit karena memang hampir semua mata senjata menuju ke satu pihak. Meskipun pihak yang bermain juga saling bermusuhan satu sama lainnya.

Bagi mereka yang ikhlas berjuang untuk umat melawan penindasan rezim maupun pasukan musuh ternyata mendapatkan tanda-tanda yang husnul khatimah. Ada kisah mengharukan, para pejuang yang gugur untuk membela kebenaran. Ini justru ditemukan dalam catatan harian sang pejuang.

Bagaimana ceritanya, inilah yang dikisahkan oleh akun twitter, sayangnya akun tersebut sudah ditutup/disuspend maupun web sitenya. Kisah ini terjadi di sekitar tahun 2014.

Alkisah, terjadi baku tembak sengit antara pejuang mujahidin dengan tentara rezim yang menghantarkan beberapa pejuang gugur syahid. Usai pertempuran dan kemenangan berada di pihak Mujahidin, mereka mulai menyisir lokasi guna mencari jasad saudara-saudaranya yang gugur. Dan ditemukanlah jasad seorang pejuang, mujahidin muda yang baru berumur 16 tahun.

Mereka menemukan dan menyaksikan tanda-tanda kesyahidan pada sang remaja tersebut. (Note : tanda-tanda syahid biasanya berupa wajah tersenyum, tercium wangi dari jasad tersebut). Rasa takjub mereka tak berhenti sampai disitu. Mereka juga menememukan sebuah buku catatan kecil di saku pejuang mujahidin remaja tadi.

Apakah isinya? Isinya adalah daftar dosa dan kesalahan yang dilakukan sang Mujahid muda tadi selama satu  pekan terakhir. Inilah isinya :

Senin : Aku tidur tanpa mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Selasa : Aku tertawa terbahak-bahak dengan suara yang sangat keras.

Rabu : Aku menyelesaikan Qiyamul Lail (Sholat Malam) dengan terburu-buru.

Kamis : Tatkala aku sedang beristirahat, dan bermain bola dengan teman-teman lain, aku mencetak angka, memasukkan bola ke gawang lawan. Dan saat itu menyelusup di batinku rasa bangga/ ujub.

Jum’at  : Aku hanya bersholawat 700 kali, padahal seharusnya 1000 kali.

Sabtu : Salah satu komandan Mujahidin mendahuluiku ketika memberikan salam.

Ahad : Aku lupa berdzikir pagi.

Yang mengejutkan adalah, hal-hal dimana pejuang mujahidin remaja anggap sebagai “dosa” dan “kesalahan” itu tatkala dia sedang beramal jihad fisabilillah melawan musuh, beramal di front perang / ribath, berjaga-jaga di front pertempuran terdepan melawan musuh-musuh. Catatan tersebut juga bukanlah catatan dosa dalam arti melanggar perintah/petunjuk Allah, tapi lebih kepada ‘kekurangan’ dalam melakukan amal kebaikan.

Cerita diatas membuat kita seharusnya bermuhasabah. Jika semuda itu saja dia selalu menghitung-hitung kesalahan dan instropeksi. Bagaimana diri kita sendiri? Yang bahkan masih sering terselip rasa pongah dan ogah untuk melakukan tindakan instropeksi sendiri atau menghisab diri sendiri ?.

Sungguh banyak pelajaran dari catatan harian pejuang muda tersebut bagi diri kita. Mereka itulah peraih kemenangan yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s