Cara merekrut talenta untuk Perusahaan Start-Up dan Digital Technology Demonstrator

Di era revolusi digital saat ini, dengan bertebarannya perusahaan digital berbasis aplikasi,  start-up dan technology demonstrator baik disruptive inovator atau perusahaan yang  baru saja mendapatkan kucuran dana dari venture capital, menyebabkan pencarian karyawan yang bertalenta dengan kebutuhan khusus menjadi sulit. Perusahaan dengan kategori diatas, tidak bisa lagi menggunakan proses perekrutan dan standar perekrutan biasa, karena memang ada perbedaan besar antara perusahaan tersebut dengan perusahaan tradisional/manufaktur biasa.

Ini sebenarnya merupakan dampak dari perubahan eksponensial di sekitar kita, yang menjadi penggerak perubahan jenis pekerjaan di masa depan. Dengan perubahan tersebut, maka pekerja tidak bisa mengandalkan pengetahuan masa lalu, tapi harus bisa mengidentifikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Sehingga itu menjadi tantangan pekerja masa kini. Bahkan mesti pula dipelajari bagi para mahasiswa/pelajar yang akan mengarungi dunia nyata ketika lulus nanti.

Bagi para manajer perekrutan dengan kategori perusahaan diatas, perlu mengubah proses pencarian kandidat terutama dalam proses interview. Contoh yang dilakukan oleh Google dalam merekrut talenta seperti yang terjadi pada kasus peraih skor tertinggi kontes robot DARPA bisa menjadi acuan. Pada proses interview misalnya, penggalian kompetensi seharusnya lebih difokuskan pada tingkat keingintahuan atau curiosity kandidat, bagaimana kandidat mengaplikasikan kecerdasan atau ide yang mereka miliki serta nilai-nilai bekerja.

Sayangnya dalam metode perekrutan misalnya wawancara dan tes berbasis kompetensi, seringkali faktor kompetensi teknis menjadi prioritas. Bukannya kompetensi teknis itu tidak penting seperti keahlian programming, coding, network configuration, IP/TCP protocol dll, namun tidak selalu menjadi indikator utama si kandidat bisa memiliki performa bagus ketika sudah berada di organisasi.

Tujuan dari interview untuk perusahaan teknologi/digital/start up adalah bagaimana bisa menilai kesadaran si kandidat mengenai kekuatan dan kelemahan mereka, mengerti perusahaan tersebut dan peran apa yang bisa mereka kontribusikan ke perusahaan. Mesti diingat juga, bahwa untuk mendapatkan talenta terbaik yang hampir tidak pernah dipecat, referensi lengkap  masih merupakan kriteria utama.

Selanjutnya manajer perekrutan harus bisa mengeksplorasi, bagaimana kandidat merespons jika diberikan tantangan baru. Disinilah pentingnya membuka dan menggali tentang kemampuan dan kapabilitas kandidat dalam menggunakan keseluruhan keahlian/ketrampilan yang dimilikinya untuk diselaraskan dengan kebutuhan tim kerja perusahaan.

Terakhir dan cukup penting adalah kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan. Budaya yang sesuai bukan berarti cocok 100% dengan nilai-nilai yang dianut si kandidat, tapi menemukan kandidat bertalenta yang memiliki kesepahaman dan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan. Pada dasarnya perusahaan start up/teknologi digital/ demonstrator sangat menghargai nilai belajar, nilai perjuangan, nilai berkembang bersama, serta nilai-nilai penghargaan bagi yang mau maju ke depan. Nah..nilai-nilai itu yang sebaiknya dicari kesesuaiannya dari diri kandidat.

Note : Ingin tahu lebih lanjut bagaimana teknik merekrut karyawan di era revolusi digital? Klik ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s