Inilah pergeseran pekerjaan di masa depan

robots-replace-humans-840x420Perkembangan teknologi, mesin autonomous, revolusi industri manufaktur dan mesin cerdas ternyata telah mengubah wajah pekerjaan di dunia. Apa saja perubahan yang terjadi, fokus terhadap keahlian apa yang dibutuhkan industri? Dampak langsung adalah terjadi polarisasinya terhadap kebutuhan pekerjaan yang ada.

Ketika diamati oleh Professor Autor dari MIT, polarisasi pekerjaan atau perpindahan fokus pekerjaan sudah terjadi selama tiga dekade ini di Amerika. Temuan Autor memberikan informasi, pergeseran fokus penurunan permintaan tenaga kerja pada middle-skill white collar worker dan blue-collar job , tenaga kerja kerah biru yang biasa disebut staff, administratif, operator, atau buruh. Sebaliknya terjadi permintaan kesempatan kerja pada high-skilled worker, high-wage professional, technical-skilled professional dan pekerjaan management-high skilled.

Lantas bagaimana dengan pekerjaan yang tidak butuh ketrampilan tinggi, seperti pelayanan restoran, kesehatan, produksi, dan pergudangan. Ternyata kebutuhan terhadap low skilled labor, low-wage worker ikut meningkat. Artinya pekerjaan yang tidak perlu pelatihan khusus / trainee ini meningkat kecenderungannya.

Change in Employment Group USBila melihat trend dalam tiga dekade diatas seperti yang diamati oleh Autor, maka perubahan tersebut juga melanda negara lainnya. Dalam pengamatan penulis sendiri terhadap perusahan-perusahaan , memang kebutuhan antara karyawan yang ‘menengah’ atau  istilahnya ’ nanggung’  tidaklah besar bahkan cenderung berkurang kebutuhannya.  Level ini adalah level yang tidak pas untuk pekerjaan administratif karena pendidikannya tinggi, tapi juga belum bisa menghadapi pekerjaan kompleks, konseptual maupun yang membutuhkan daya analisis tinggi. Mirip dengan kondisi lulusan sarjana-sarjana sekarang. Ya itulah realita yang dihadapi industri perusahaan disini.

Trendnya adalah pekerjaan-pekerjaan bersifat manual task yang non rutin semakin tinggi permintaannya, sedangkan pekerjaan yang sifatnya rutin sudah mulai berkurang. Untuk keperluan profesional/managerial/teknikal,  permintaan terhadap pekerjaan ini makin meningkat.  Tampaknya perusahaan/organisasi semakin mengurangi kesempatan untuk kelas middle skill, kecuali jika perusahaan mau berinvestasi besar dalam pembentukan program managerial development, atau professional trainee untuk mengupgrade kemampuan tenaga kerja mereka menuju highly managerial/professional skill. Hanya saja tidak banyak perusahaan yang bersedia melakukan itu. Umum terjadi pada perusahaan yang tingkat maturity modelnya sudah tinggi (continuous improvement stage). Hampir tidak ditemukan pada level start-up atau disruptive innovator yang sedang trend.

Referensi :

Autor, D H (2010), “The polarization of job opportunities in the US labour market: Implications for employment and earnings”, Center for American Progress and The Hamilton Project.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s