Inikah tanda keruntuhan Eropa paska keluarnya Inggris Raya?

eurozone jobInggris Raya, negara yang dahulunya merupakan salah satu negara kolonial dengan berbagai wilayah taklukan di belahan asia, afrika dan amerika selatan tampaknya mulai terpecah. Setelah referendum Brexit menghasilkan keinginan rakyat Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.  Sebagai negara kerajaan yang beraliran demokratis, maka keinginan tetap atau masuk di Uni Eropa diputuskan melalui referendum. Hasilnya adalah dengan suara 52% rakyat inggris ingin keluar .

Inilah buah dari perlakuan demokrasi dimana selain melahirkan pemimpin yang kurang berkualitas, juga menyerahkan nasib negara kepada pihak yang tidak kompeten, dalam hal ini adalah rakyat. Karena suara terbanyak berasal dari warga Inggris Raya yang ultranasionalis, right wing, rasis, tidak toleran terhadap kaum pendatang/imigran, maka keputusan keluar menjadi pemenang. Padahal jika dihitung dampak manfaat dan kerugian, sudah jelas akan merugikan Inggris dan Uni Eropa mendatang, jika Inggris keluar. 

Inggris adalah tiga negara Eropa besar bersama dengan Perancis dan Jerman berdasarkan ukuran GDP berbasis PPP . Tertinggi adalah Jerman dengan 3.9 trilyun USD, kedua Inggris dengan 2.75 trilyun USD dan terakhir Perancis dengan GDP 2.7 trilyun USD.  Total GDP Uni Eropa adalah sekitar 19 trilyun USD. Paska keluarnya Inggris, cukup mengganggu ekonomi Inggris Raya dimana mungkin akan sulit untuk masih bergabung dalam Pasar tunggal Eropa. Terlebih terpecahnya masyarakat Inggris antara yang pro Uni Eropa dengan yang anti Uni Eropa.

Bibit perpecahan yang timbul diantaranya warga di sejumlah wilayah (note: Inggris merupakan persatuan negara kerajaan Skotlandia, Wales, England dan Irlandia Utara, sehingga lebih tepat disebut Inggris Raya), yang mayoritas ingin tetap berada dalam Uni Eropa, seperti Skotlandia. Keinginan tersebut jika diakomodir akan melahirkan dampak pemisahan Skotlandia dari Inggris dan bergabung ke Uni Eropa. Termasuk juga ibukota Inggris, London.

PM Inggris yang pro Uni Eropa, David Cameron memutuskan mengundurkan diri.  Mengamati perkembangan Skotlandia, David Cameron mengkhawatirkan keinginan Skotlandia untuk memisahkan diri. Sehingga meminta khusus agar tidak menggelar referendum merdeka. Efek ikutan Brexit juga mulai menulari negara lain seperti Swedia, Denmark, Belanda dan Perancis. Golongan sayap kanan Geert Wilders di Belanda dan juga Politisi perancis Marine Le Pen adalah politisi yang paling mendukung Brexit dan mengobarkan isu referendum agar Eropa tidak lagi dimasuki kaum imigran.

Keluarnya Inggris tidak sesuai harapan pasar, menyebabkan jatuhnya mata uang Pounds. Nilai Euro juga ikut turun drastis. Sepertinya para investor berupa mencari Safe Haven diantaranya yang sudah pasti adalah naiknya nilai Emas paska Brexit. Mirip dengan peristiwa yang terjadi pada krisis bubble housing di Amerika tahun 2009 yang juga menyeret negara-negara lain.

Dihadapan mata, awan krisis sepertinya segera menggelayuti negara-negara Eropa. Seandainya terjadi Krisis ekonomi di Eropa bisa jadi merupakan akumulasi dari ketidakpastian politik yang berkembang di Eropa, perpecahan antara sayap-sayap politik di belantara pemerintahan negara Eropa, serta ketidakpercayaan rakyat eropa sendiri terhadap pemerintahan mereka sendiri.

Sepertinya Eropa sudah sulit dipersatukan kembali paska Brexit. Inikah pemicu kejatuhan Eropa di masa depan? Dilain pihakl ada negara di timur tengah yang berupaya menyatukan rakyat dan bangsa ke dalam kekhilafahan, yaitu negeri dengan satu pemimpin, tanpa batas wilayah, dan dengan mata uang universal emas/perak (dinar/dirham).

Ayat ini paling tepat menggambarkan situasi terpecahnya Eropa dan kondisi politik dunia saat ini :

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan supaya Allah membedakan orang-orang  yang beriman (dengan orang yang ingkar) dan supaya sebagaian kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” QS. 3 (Ali Imron) : 140

Satu pemikiran pada “Inikah tanda keruntuhan Eropa paska keluarnya Inggris Raya?

  1. Ping balik: Trump dan Suramnya masa depan Amerika | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s