Satu kayuh, dua tiga pulau terlampaui..

pohon pisangDalam sesi konsultasi, advisory dengan klien maupun dalam materi pelatihan problem solving, analytical thinking, penulis selalu mengutamakan pencarian akar masalah nyata (real root cause) dimana bila akar masalah nyata itu dibereskan, maka bisa menyelesaikan banyak masalah-masalah lain atau symptom yang muncul. Sayangnya banyak solusi bisa diterapkan dinegeri ini untuk menyelesaikan akar masalah, tapi tidak diterapkan. Ini adalah buah dari ketidakmampuan pemimpin mencari akar masalah. Wajar, karena penerapan sistem demokrasi melahirkan pemimpin yang incompetence dalam mengelola negeri.

Ketika ada kisruh mengenai harga daging sapi atau impor sapi yang terlampau tinggi hingga sekarang, isu kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga ataupun masalah dengan harga pupuk, seharusnya ada solusi yang bila digerakkan dengan cepat, bisa jadi menyelesaikan 3-4 masalah sekaligus. Bahkan ketika penulis menerima informasi tentang bantuan pemberian kambing beberapa tahun lalu, telah memberkan efek multiplier  cukup baik, terutama bagi warga lokal.

Salah satu yang cukup menakjubkan adalah membaiknya perekonomian warga. Ternyata dari beberapa ekor kambing yang telah dibudidayakan, beberapa masyarakat telah memanfaatkannya hasil ternak kambing tersebut. Kisah pertama adalah dari seorang ibu penjual dagangan keripik pisang.

Beliau biasa membuat keripik  dari pohon pisang yang tumbuh di pekarangan. Ketika ada beberapa ekor kambing yang diternakkan warga, sang ibu memanfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk kandang untuk membantu pertumbuhan pohon pisang.  Setelah beberapa waktu, hasilnya luar biasa. Pohon pisang tumbuh lebih cepat dan subur di sekitarnya, karena memang pohon pisang tumbuh vegetatif secara menjalar membentuk rumpun dan kumpulan pohon pisang sekitarnya.  Cepat tumbuhnya pisang memberikan efek terbentuknya tandan buah pisang segera, sehingga bisa dipanen lebih cepat, selanjutnya diolah dijadikan keripik dan segera bisa dijual ke warung atau pasar.

Efeknya jelas, produksi keripik pisang meningkat  dari sebelumnya, dan membantu perekonomian keluarga si ibu dengan tambahan penghasilan keluarga lebih besar. Peningkatan produktifitas keripik , tanpa adanya biaya tambahan seperti pembelian pupuk buatan/kimia yang cenderung merusak tanah, memberikan efek peningkatan pendapatan yang signifikan bagi keluarga sang ibu. Tentu saja penulis senang mendengar informasi ini, karena efek berantai dari bantuan kambing kepada masyarakat setempat lokal yang merupakan binaan sang Dai.

Kisah ke dua juga masih berkutat dengan kesuburan. Salah satu warga lainnya, mencoba menggunakan kotoran kambing tersebut untuk membantu pertumbuhan tanaman sayuran dan cabai-cabaian. Hasilnya juga sangat baik, dengan panen melimpah dan subur. Dengan berita kesuburan , melimpahnya hasil sayuran dan cabai oleh sang warga di wilayah tersebut, telah menarik dinas pertanian setempat untuk menanyakan kenapa hasilnya bisa baik. Padahal dari catatan dinas pertanian sudah diketahui bahwa warga di wilayah tersebut belum pernah mendapatkan penyuluhan dan bimbingan pertanian secara komprehensif termasuk teknik dan metode budidaya sayuran.

Dari dua kisah diatas bisa disimpulkan bahwa masalah lahan kritis/tidak subur, masalah ekonomi kesejahteraan masyarakat ternyata bisa ditanggulangi akar masalahnya dengan bantuan kambing yang meski jumlahnya tidak seberapa tapi sudah memberikan dampak bagi warga lokal. Warga juga memperoleh manfaat langsung dari kambing yang telah beranak pinak bisa diperjual belikan dan bisa dipotong untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Ternyata efek kesejahteraan juga bisa dilimpahkan pada warga/masyarakat lokal binaan Dai di wilayah tersebut, melalui budidaya kambing yang memang selalu dijalani oleh para Nabi sejak masa Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad.  Agaknya, inilah hikmah mengapa hampir semua Nabi/Rasul / Utusan Allah menggembala kambing. Bisa membantu meningkatkan kesuburan dan menghidupi lahan tandus/kritis atau gersang.

Tampaknya jika masyarakat suatu negeri mengikuti semua petunjuk dari Allah SWT, maka dengan mudah kesejahteraan dan kemakmuran akan menaungi negeri tersebut. Produktifitas akan bertambah seiring keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s